• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Hapus Kesenjangan dengan Perkotaan, Pemerintah Berikan Dana Kampung untuk Papua

Hapus Kesenjangan dengan Perkotaan, Pemerintah Berikan Dana Kampung untuk Papua

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 28 May 2024

Hapus Kesenjangan dengan Perkotaan, Pemerintah Berikan Dana Kampung untuk Papua

Oleh: Kezia Sanggei

Di tengah gempuran arus modernisasi yang semakin pesat, Papua tetap menjadi daerah yang perlu perhatian lebih dalam hal pembangunan. Perbedaan mencolok antara kondisi perkotaan dan pedesaan di Papua menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah pusat hingga daerah berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah melalui pengucuran dana kampung dan pembentukan Badan Permusyawaratan Kampung (Baperkam). Program ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Papua.

Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) di Papua Barat Daya baru saja melantik 225 anggota Baperkam untuk wilayah Imekko, yang meliputi Distrik Inanwatan, Distrik Kokoda, dan Distrik Metemani. Pelantikan ini merupakan langkah penting dalam upaya memperkuat struktur pemerintahan di tingkat desa atau kampung, yang sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.
Kehadiran Baperkam ini diharapkan mampu menjadi pilar utama pembangunan di kampung serta mendorong sinergi yang baik antara Baperkam dan kepala kampung dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Pembentukan Baperkam ini tidak hanya sebatas formalitas, melainkan memiliki peran yang sangat penting dalam mengontrol jalannya pembangunan di tingkat kampung. Baperkam bertugas mengawasi pengelolaan dana kampung, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Dana Alokasi Kampung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan program pembangunan kampung dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara signifikan.
Selain memperkuat struktur pemerintahan di tingkat kampung, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur di Papua. Salah satu proyek besar yang sedang direncanakan adalah reklamasi kawasan kumuh di Pasar Ampera, Distrik Teminabuan, Sorong Selatan.
Proyek ini membutuhkan anggaran sekitar Rp150 miliar dan direncanakan akan dilakukan dalam tiga tahap. Reklamasi ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat melalui penataan perumahan, jalan lingkungan, pengelolaan sampah, sanitasi, dan penyediaan air bersih.
Kawasan Pasar Ampera dipilih karena memiliki potensi besar untuk dijadikan pusat pariwisata dan perekonomian. Kawasan ini merupakan salah satu pelabuhan utama yang menghubungkan tiga kabupaten di Papua, yaitu Kota Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, dan Kabupaten Maybrat.
Dengan peremajaan dan penataan ulang, kawasan ini diharapkan bisa menjadi magnet bagi wisatawan serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Tidak hanya itu, di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pemerintah juga memberikan perhatian khusus melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang diterima sebesar Rp48 miliar pada tahap pertama tahun 2024. Dana ini dialokasikan untuk program-program prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Papua.
Dengan adanya dana Otsus ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat asli Papua dapat meningkat dan mereka dapat lebih berdaya saing.
Pemanfaatan dana Otsus ini sangat krusial, mengingat bahwa sejak tiga tahun terakhir, dana tersebut terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2022, dana Otsus yang diterima adalah sebesar Rp125 miliar, naik menjadi Rp150 miliar pada tahun 2023, dan mencapai Rp160 miliar pada tahun 2024. Peningkatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan di Papua dan menghapus kesenjangan yang ada.
Di sisi lain, di Desa Komba Selatan, upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). Pada tahap pertama tahun 2024, dana BLT sebesar Rp1,5 juta diberikan kepada masing-masing penerima. Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih produktif dan mandiri.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat serius dalam mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Papua. Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan masyarakat Papua yang lebih sejahtera dan berdaya saing.
Namun, upaya ini tentu tidak akan berhasil tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat Papua sendiri. Masyarakat perlu menyadari pentingnya peran mereka dalam proses pembangunan dan berpartisipasi aktif dalam setiap program yang dilaksanakan. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pembangunan di Papua dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
Pada akhirnya, semua upaya ini bertujuan untuk menghapus kesenjangan yang ada dan memastikan bahwa seluruh masyarakat Papua, baik yang berada di perkotaan maupun di pedesaan, dapat menikmati hasil pembangunan yang merata.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung dan mempercepat pembangunan di Papua, dan dengan dukungan serta partisipasi dari masyarakat, Papua yang lebih maju dan sejahtera bukanlah impian belaka, melainkan sebuah kenyataan yang dapat terwujud dalam waktu dekat.
Menghapus kesenjangan dengan perkotaan adalah tugas bersama. Melalui pengucuran dana kampung, pembentukan Baperkam, proyek reklamasi, dan pemanfaatan Dana Otsus, pemerintah berupaya keras untuk mempercepat pembangunan di Papua.
Namun, kesuksesan ini membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Mari bersama-sama kita wujudkan Papua yang sejahtera, di mana setiap warga, baik di perkotaan maupun pedesaan, dapat menikmati hasil pembangunan yang merata. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, impian Papua yang lebih maju dan berdaya saing akan segera menjadi kenyataan.
*) Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (Uncen)

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

August 30, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG JAKARTA — Pemerintah mendorong Program…

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.