• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Gaya Hidup»Hai Kaum Wanita, Berhentilah Mengucapkan Terserah

Hai Kaum Wanita, Berhentilah Mengucapkan Terserah

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 16 February 2020

Ketika ditanya oleh seseorang, apakah Anda sering mengucapkan kata terserah? Ya, hal ini memang banyak dilakukan, terutama oleh kaum Hawa. Kata aib dan sakti “terserah” menjadi senjata pamungkas perempuan masa kini. Malas menjawab, terserah. Ingin dimengerti, cukup dengan terserah. Semuanya terserah pokoknya.

Tindakan semacam ini haruslah dihentikan. Kita harus mengerti, apakah semua masalah bisa diselesaikan dengan terserah? Sebagaimana dilansir dalam ummi-online.com bahwa ada poin-poin tertentu yang harus kita ketahui.

1. Suatu saat kita diharuskan memilih
Jika suatu hari nanti kita dihadapkan pada suatu pilihan, apakah kita masih mau bilang terserah? Bahkan jika suatu hari nanti kita berada di posisi pemimpin, masih mau bilang terserah?

2. Terkadang merupakan sifat menyebalkan
Percayalah, terserah bukan sebuah ciri “manut” dan rendah hati. Kata-kata terserah malah menimbulkan kemalasan bagi orang lain. Lama-kelamaan mereka akan malas meminta pendapat dari kita.

3. Jangan terlalu nyaman
Menyerahkan keputusan pada orang lain tidak selamanya menjadi pilihan yang baik. Terbiasa menyerahkan hidup pada orang lain membuat kita terlalu nyaman dan malas berinovasi.

4. Tidak semua orang bisa jadi penyayang
Terserah biasanya diartikan sebagai “harusnya kamu mengerti mauku.” Tidak semua orang bisa memahami keinginan kita bukan? Cobalah lebih tegas.

Meneguhkan Integrasi Papua: 1 Mei sebagai Pilar Persatuan dan Kemajuan

April 30, 2026

Momentum 1 Mei Teguhkan Papua sebagai Poros Kemajuan Nasional

April 30, 2026

Meneguhkan Integrasi Papua: 1 Mei sebagai Pilar Persatuan dan Kemajuan

By Kata IndonesiaApril 30, 20260

Meneguhkan Integrasi Papua: 1 Mei sebagai Pilar Persatuan dan Kemajuan Oleh: Yulianus Kogoy Peringatan 1…

Momentum 1 Mei Teguhkan Papua sebagai Poros Kemajuan Nasional

By Kata IndonesiaApril 30, 20260

Momentum 1 Mei Teguhkan Papua sebagai Poros Kemajuan Nasional Oleh : Yohanes Wandikbo Peringatan 1…

1 Mei sebagai Tonggak Akselerasi Pembangunan Papua dalam Bingkai NKRI

By Kata IndonesiaApril 30, 20260

1 Mei sebagai Tonggak Akselerasi Pembangunan Papua dalam Bingkai NKRI PAPUA – Peringatan 1 Mei…

May Day 2026 dan Kedewasaan Gerakan Buruh: Dari Seruan Jalanan ke Arsitektur Solusi

By Kata IndonesiaApril 30, 20260

May Day 2026 dan Kedewasaan Gerakan Buruh: Dari Seruan Jalanan ke Arsitektur Solusi Oleh: Wignyan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.