Gk Nyangka! Film Inthiq Membuka Rahasia Santri Gontor Mahir Berbahasa Arab

Inthiq, sebuah film pendek yang beberapa hari lalu dirilis Gontor TV, mendapat berbagai apresiasi dan respons positif dari masyarakat, dan khususnya orang tua santri Gontor. Hingga Selasa (21/12/2021), film tersebut dibanjiri lebih dari 200 komentar positif di channel YouTube Gontor TV maupun di jejaring media sosial lainnya.

Komentar di kolom komentar YouTube tersebut, di antaranya “…edukasi dapat, hiburannya juga dapat…”, “Akting dan semuanya udah kelas profesional…”, dan “Film karya Gontor tidak pernah diragukan pasti berkualitas. Bukan sekadar memenuhi unsur hiburan saja, tapi lebih jauh lagi memiliki pembelajaran, hikmah, yang bisa diambil.”

Baca Juga

Film Inthiq mengundang impresi positif di berbagai media sosial, seperti Instragram, Facebook, dan tidak terkecuali grup Whatsapp.

Dalam sebuah grup Whatsapp, Iskandar, salah satu praktisi media yang menangani sebuah perusahaan multinasional mengungkapkan respon positif dari anak-anaknya saat menonton film Inthiq.

Film ini mengisahkan santri Gontor bernama Ihya mempelajari bahasa Arab. Ihya mulanya merasa tidak nyaman dengan berbagai disiplin bahasa yang ada di pondok. Fadhil, temannya, berusaha menemani Ihya dalam menghadapi konflik batinnya dan menemukan semangatnya untuk berdisiplin bahasa.

“Film yang memakan waktu produksi selama enam bulan ini merupakan hasil kerja tim seluruh kru dan pemain yang berjumlah lebih dari 100 orang,” ungkap Mu’adz Ali Murtadho, co-producer film yang dirilis bertepatan dengan Hari Bahasa Arab Dunia ini.

Ilmi Hatta, penulis naskah, penerjemah dan sekaligus sutradara film ini mengungkapkan bahwa tujuan dari produksi film ini adalah untuk memotivasi para santri untuk meningkatkan kemampuan mereka berbahasa asing.

“Dalam produksi film ini, kami pun belajar banyak terkait bahasa Arab karena dalam proses penulisan naskah dan produksi dibimbing dengan sangat intensif oleh Ustaz Muhammad Nur, Lc. M.H. yang merupakan lulusan Mesir” ungkap Ilmi Hatta, Guru KMI Gontor yang sekaligus mahasiswa Prodi Akidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam Gontor ini.

“Untuk membiasakan penggunaan bahasa asing, santri diwajibkan untuk selalu berbahasa Arab selama 2 pekan, dan berbahasa Inggris selama 2 pekan berikutnya,” papar Ustaz Muhammad Nur, Lc. M.H.

“Tentunya untuk menerapkan hal tersebut tidaklah mudah. Diperlukan disiplin yang bersumber dari kesadaran dan motivasi yang tinggi. Hal tersebut yang coba digambarkan dalam film ini,” lanjut beliau.

Apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan adalah pendidikan. Demikian salah satu filsafat pendidikan di Gontor.

“Termasuk film ini adalah salah satu bentuk pendidikan Gontor yang komprehensif. Bukan hanya yang menyaksikan film, tapi semua yang terlibat di dalam proses produksi juga terdidik,” ungkap Ustaz Riza Ashari, M.Pd., salah satu produser film ini.

Ustadz Riza Ashari kemudian melanjutkan bahwa dalam berbagai kesempatan, KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor selalu menegaskan bahwa “Tidak ada sedetik pun di pondok ini, kecuali untuk pendidikan; tidak ada sepeser uang pun di pondok ini, kecuali untuk pendidikan; tidak ada seorang pun di pondok ini, kecuali untuk pendidikan.”

Selain menunjukkan betapa seriusnya mendidik santri berbahasa Arab, film ini juga menunjukkan Gontor memiliki perhatian dalam bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris. Hal ini tampak dengan adanya salah satu adegan dimana pemeran utama berdiri di depan sebuah spanduk menunjukkan kutipan Pimpinan Pondok dalam bahasa Indonesia. Pada bagian akhir, tampak bahwa bahasa resmi yang digunakan telah berubah dari Arab menjadi Inggris.

Ustaz Riza menyampaikan bahwa Gontor TV berkomitmen untuk terus menghadirkan tayangan edukatif yang menginspirasi orang banyak dari Indonesia dan negara lainnya.

2“Sehingga kita dapat menyentuh generasi muda kita dengan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter mulia, seperti junjungan kita Rasulullah SAW.”

Dengan karakter mulia, generasi muda akan semakin bijak dan menggerakkan masyarakat menghadirkan manfaat membangun peradaban bermartabat.

Link Film Inthiq:

*Premiere now*

Short Movie terbaru berbahasa Arab dari Gontor (dengan subtitle Bhs Indonesia)

Related Posts

Add New Playlist