• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Generasi Muda Papua Puas dengan Kepemimpinan Presiden Jokowi

Generasi Muda Papua Puas dengan Kepemimpinan Presiden Jokowi

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 17 June 2022

Generasi Muda Papua Puas dengan Kepemimpinan Presiden Jokowi

Oleh : Levi Raema Wenda

Menurut survei, Generasi Muda Papua puas dengan kepemimpinan Presiden Jokowi. Tingginya tingkat kepuasan Generasi Muda Papua ini merupakan suatu bentuk apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Masyarakat Papua kepada Pemerintah Pusat dalam upaya membangun Papua.

Survei dilakukan oleh Litbang Kompas di Provinsi Papua dan Papua Barat pada anak muda berusia 20-39 tahun pada awal Maret 2022 lalu. Hasil survei menjelaskan bahwa lebih dari 63% responden muda sangat puas dengan kinerja Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Ketua Umum Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia (AMMI), Nurkhasanah mengakui tingkat kepuasan kinerja Presiden Jokowi. Hal ini dikarenakan selama dua periode masa kepemimpinannya, Presiden Jokowi berhasil mengedepankan program Nawacita.

Program Nawacita adalah sembilan prioritas pembangunan nasional di era kepresidenan Jokowi. Nawacita berasal dari Bahasa Sansekerta dimana nawa berarti sembilan, dan cita yang artinya adalah harapan,keinginan, dan juga impian. Nawacita adalah sembilan harapan, serta harapan dari Presiden Jokowi untuk kesejahteraan Rakyat Indonesia.
Pada butir ketiga dari Nawacita dijelaskan bahwa prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi adalah dengan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam Kerangka NKRI.
Nurkhasanah mengatakan bahwa sejak awal memimpin Indonesia, Presiden Jokowi jeli untuk menggunakan resep mujarab pembangunan yang tidak sekedar menaikkan pertumbuhan melainkan menyebar pemerataan. Presiden Jokowi menyadari bahwa cara pembangunan yang menitikberatkan efek tetesan ke bawah (trickle down effect), yakni dengan pembangunan yang terpusat di perkotaan telah gagal. Kemakmuran Bersama akan lebih optimal diraih dengan membangun dari pinggiran daerah.
Nurkhasanah menambahkan bahwa membangun dari daerah dalam makna luas tak hanya berarti kewilayahan, tetapi juga soal membangun sumber daya manusia yang selama ini terpinggirkan.
Mayoritas anak-anak muda di Papua dan Papua Barat menilai kinerja pemerintah sangat baik. Dari hasil survei Litbang Kompas diketahui bahwa kerja pemerintah di bidang sosial budaya menjadi yang paling diapresiasi oleh generasi muda di Papua, dengan tingkat kepuasan mencapai 78%. Untuk kebebasan beroganisasi dinilai positif oleh sekitar 73% responden, sedangkan untuk menjamin hak Pendidikan Warga Papua diapresiasi 64.5% persen responden.
Di bidang kesehatan kepuasan mencapai 64.3%. Di bidang penegakan hukum 47.1% responden menyatakan sangat puas terhadap pemerintah pusat, dan 51,2% terhadap pemerintah daerah. Selanjutnya, bidang ekonomi 48,8% responden menyatakan sangat puas dan puas terhadap pemerintah pusat, dan 51.1% puas terhadap pemerintah daerah.
Survei dari Litbang Kompas ini memiliki tingkat kepercayaan 95%, dengan marjin error 4,9%. Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani mengatakan bahwa hasil survei ini memberikan konfirmasi bahwa ada apresiasi terhadap pilihan strategi pembangunan yang dijalankan oleh Presiden Jokowi. Jaleswari menambahkan bahwa Presiden Jokowi dinilai sangat memperhatikan perspektif anak muda saat mengeluarkan kebijakan terkait pembangunan kesejahteraan Masyarakat di Papua dan Papua Barat.
Kepuasan dari generasi muda di Papua terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi ini menjadi apresiasi berharga bagi pemerintah untuk terus melakukan pekerjaannya membangun Papua. Papua yang sejahtera, adil dan makmur adalah harapan dan impian kita bersama, demi menyongsong Indonesia Maju 2045.

)* Penulis adalah Pengamat Papua, mantan jurnalis media lokal di Papua

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.