• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Generasi Muda Garda Utama Tangkal Radikalisme dan Paham Khilafah

Generasi Muda Garda Utama Tangkal Radikalisme dan Paham Khilafah

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 23 August 2024

Generasi Muda Garda Utama Tangkal Radikalisme dan Paham Khilafah

Oleh: Davina Gunawan

Hingga saat ini masih ditemukan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kelompok khilafah dan ekstremisme di Indonesia. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menghilangkan pengaruh gerakan kelompok khilafah dan ekstremisme, salah satunya pembubaran kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan mengeluarkan Undang-Undang No. 17 Tahun 2013 tentang Ormas untuk mencabut izin ormas yang anti Pancasila.
Menurut data dari IDN Research Institute menunjukkan bahwa sebanyak 19,5 persen generasi milenial setuju khilafah sebagai bentuk idealisme suatu negara. Artinya, masih ada beberapa elemen masyarakat yang setuju akan paham khilafah.
Sebagai generasi muda yang punya cita-cita besar, seharusnya memiliki strategi kontra-khilafah dan ekstremisme agar tidak terjebak pada pemikiran khilafah. Salah satunya yaitu dengan melakukan Dialog Kepemudaan yang dilaksanakan oleh para pemuda di Karawang.
Ketua KNPI Karawang Timur, Nurpauzi mengatakan perlu adanya pencegahan terhadap perkembangan paham radikal di kalangan anak muda. Dengan adanya kemajuan teknologi dan percepatan media informasi digital, bisa menjadi bumerang apabila masyarakat tidak bisa memilah dan memilih informasi yang akurat.
Pihaknya menambahkan bahwa pentingnya kerja sama antara Pemerintah dan masyarakat dalam melakukan penanggulangan paham radikal dan ekstremisme. Semua pihak harus bersinergi menangkal radikalisme khususnya anak muda. Hal tersebut disebabkan karena tindakan radikal serta ekstremisme dapat terjadi akibat acuhnya peranan Pemerintah dan juga masyarakat terhadap aktivitas yang dilakukan oleh lingkungannya.
Selain itu, minimnya literasi di kalangan masyarakat menjadi persoalan yang seringkali menjerumuskan masyarakat dalam narasi-narasi hoaks dan radikalisme. Tidak jarang masyarakat mudah terprovokasi sehingga muncul aksi-aksi radikal yang berakibat pada perpecahan di masyarakat. Pihaknya berharap agar generasi muda bisa menjadi garda terdepan untuk mencegah dan menangkal paham radikal di Indonesia.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) secara tegas mengimbau kepada anak muda akan paparan paham radikal dan intoleransi di Indonesia. Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Roedy Widodo mengatakan bahwa terdapat tiga kelompok yang rentan terpapar paham radikal, diantaranya kelompok perempuan, remaja, dan anak-anak. Ketiga kelompok tersebut adalah generasi penerus bangsa yang dikhawatirkan bisa merusak ideologi Pancasila apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Roedy juga mengatakan bahwa rentannya paparan paham radikal dan terorisme bisa terjadi melalui pengaruh media sosial. Informasi yang diterima oleh anak muda di media sosial harus dikonfirmasi kembali sumber dan validitasnya. Pihaknya mengajak para anak muda untuk tidak mudah menerima bahkan mengikuti konten yang bersifat kebencian, intoleransi, dan menolak keberagaman.
Konten-konten tersebut yang menjadi pemicu lahirnya konten radikalisme di media sosial. Generasi muda harus berpegang teguh pada empat konsensus kebangsaan dan terus mempererat persatuan bangsa, karena tidak sedikit negara yang hancur karena paham radikal.
Direktur Pencegahan BNPT, Prof. Irfan Idris mengatakan saat ini peningkatan gerakan ideologi radikalisme di bawah permukaan menargetkan perempuan, anak, dan remaja. Pihaknya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan perlunya pemantauan dari lembaga-lembaga pendidikan.
Langkah-langkah yang perlu diambil oleh lembaga pendidikan dalam penguatan daya tangkal dan daya tahan paparan radikalisme mencakup kebijakan dari seluruh universitas untuk mendorong peningkatan wawasan kebangsaan dan agama yang moderat, hingga penerapan kurikulum dan aktivitas yang steril dari infiltrasi paham radikal.
Anak muda saat ini harus menjadikan Pancasila sebagai penawar paling efektif dalam upaya menangkal radikalisme dan terorisme yang menjadi ancaman nyata bagi stabilitas keamanan nasional. Sejatinya, Pancasila memberikan ruang bagi setiap elemen masyarakat untuk mengaktualisasikan pandangan keagamaan secara moderat. Selain itu, keteladanan dari para Pemimpin Bangsa dalam beragama menjadi inspirasi penting bagi generasi muda yang bisa dipraktikan melalui tindakan nyata.
Ketua Prodi Kajian Terorisme, Sekolah Kajian Stratejik Global Universitas Indonesia (SKSG UI), Muhammad Syauqillah mengatakan Pemerintah harus menaruh atensi khusus terhadap kelompok radikal dan ekstremisme yang kembali memperlihatkan diri di masa transisi kepemimpinan 2024. Kemunculan kelompok terlarang tersebut merupakan sinyal kuat bahwa organisasi transnasional masih eksis di Indonesia.
Edukasi dan pemahaman tentang ancaman yang dihadapi dari organisasi maupun aliran-aliran radikal sangat perlu ditingkatkan. Generasi muda harus dibekali dengan pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai kebangsaan, pluralisme, dan demokrasi sebagai kunci untuk melawan propaganda radikal dan membangun masyarakat yang kuat, inklusif, dan juga toleran.
Jangan biarkan paham radikal merusak keharmonisan dan persatuan bangsa Maka dari itu, pentingnya peran pendidikan dan kesadaran masyarakat dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial agar bisa menciptakan lingkungan digital yang aman dan sehat dari paparan radikalisme.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Sertifikasi Halal Menjadi Bagian Perbaikan Tata Kelola Program MBG

October 2, 2026

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG

October 2, 2026

Sertifikasi Halal Menjadi Bagian Perbaikan Tata Kelola Program MBG

By Kata IndonesiaOctober 2, 20260

Sertifikasi Halal Menjadi Bagian Perbaikan Tata Kelola Program MBG Oleh: Bagas Nurahman Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dikembangkan melalui penguatan tata kelola untuk memastikan pelaksanaannya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Salah satu aspek yang semakin mendapat perhatian adalah pemenuhan sertifikasi halal dalam penyelenggaraan program. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem penyediaan pangan yang tidak hanya memperhatikan kandungan gizi dan keamanan, tetapi juga memastikan makanan yang diterima masyarakat sesuai dengan ketentuan kehalalan. Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah perbaikan tata kelola yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN). Percepatan sertifikasi halal bagi program MBG dinilai dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan cakupan penerima manfaat yang luas, jaminan kehalalan menjadi bagian penting dalam membangun penyelenggaraan MBG yang semakin tertib, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemenuhan sertifikasi halal bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi langkah strategis karena unit tersebut berada di garis depan dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat. Sertifikasi memberikan kepastian terhadap bahan yang digunakan, proses pengolahan, serta tata kelola produksi makanan. Karena itu, percepatan pemenuhan sertifikasi halal di tingkat SPPG dapat menjadi bagian dari standardisasi pelaksanaan MBG di berbagai daerah sekaligus memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat. Dalam konteks tata kelola program, sertifikasi halal menunjukkan bahwa kualitas MBG dibangun melalui standar yang saling melengkapi. Pangan yang disediakan tidak hanya harus memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memperhatikan keamanan, kelayakan, mutu, serta ketentuan kehalalan. Pendekatan tersebut membuat perbaikan tata kelola MBG tidak semata berorientasi pada jumlah makanan yang tersalurkan, tetapi juga pada kualitas pangan yang diterima oleh setiap penerima manfaat. Guru Besar Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyatakan konsep pangan dalam Islam mencakup prinsip halal dan thayyib. Halal berkaitan dengan bahan serta proses produksi yang sesuai ketentuan, sedangkan thayyib mencakup kelayakan, mutu, dan keamanan pangan. Penerapan kedua prinsip tersebut secara konsisten menjadi landasan penting untuk membangun penyediaan makanan yang berkualitas dalam program MBG. Prinsip halal dan thayyib juga dapat diterapkan sebagai standar yang menyeluruh dalam rantai penyelenggaraan MBG. Mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi, setiap tahapan perlu dikelola dengan memperhatikan standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, sertifikasi halal tidak berhenti pada dokumen administratif, tetapi menjadi bagian dari proses memastikan tata kelola pangan berjalan secara konsisten dari hulu hingga ke penerima manfaat.…

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG

By Kata IndonesiaOctober 2, 20260

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG Jakarta – Pemerintah memperkuat mekanisme teknis sertifikasi halal…

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG

By Kata IndonesiaOctober 2, 20260

Pemerintah Siapkan Regulasi Teknis Sertifikasi Halal MBG Jakarta – Pemerintah memperkuat mekanisme teknis sertifikasi halal…

Sertifikasi Halal MBG Didorong untuk Seluruh Dapur SPPG

By Kata IndonesiaOctober 2, 20260

Sertifikasi Halal MBG Didorong untuk Seluruh Dapur SPPG Jakarta – Sertifikasi halal bagi seluruh dapur…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.