• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Gemparkan Dunia Otomotif, Pesantren Gontor Dirikan Gontor Auto Service

Gemparkan Dunia Otomotif, Pesantren Gontor Dirikan Gontor Auto Service

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 14 November 2021

Pondok Modern Darussalam Gontor terus bergerak mewujudkan kemandirian ekonomi dengan ikhtiar mendirikan unit usaha baru di bidang otomotif bernama Gontor Auto Service.

Gontor Auto Service disingkat GAS nantinya akan melayani service kendaraan roda empat mulai dari tune up, ganti oli, ganti ban, spooring, balancing, cuci mobil dan beberapa layanan service mobil lainnya.

Baca juga: Begini Jabaran Cucu Pendiri Gontor Soal Indonesia Menjadi Benteng Terakhir Peradaban Islam di Dunia

Manajemen atau pengelolaan Gontor Auto Service termasuk kepemilikannya keseluruhan dimiliki Pondok Modern Gontor meski dalam pelaksanaan awal akan disupervisi oleh Ust Agus Maulana, Ketua Umum PP FORBIS yang sudah berpengalaman di usaha otomotif di bawah bendera Agus Lio Ban.

Sesuai dengan struktural Pondok Modern Gontor, seluruh unit usaha pondok akan dikendalikan oleh YPPWPM termasuk juga Gontor Auto Service ini.

“Saya bersama tim hanya wakaf sistem. Adapun kepemilikan termasuk aset tanah, permodalan, bangunan dan hasil dari keuntungan usaha semua milik Pondok Modern Gontor,” kata Ust Agus Maulana.

Secara teknis menurut Ustadz Agus Maulana, Gontor Auto Service akan melibatkan tenaga-tenaga ahli di bidang otomotif.

Ada 10 personil yang akan dilibatkan mulai dari kepala cabang, kepala bengkel, mekanik dan officer. Mereka direkrut secara profesional dan magang dulu di Agus Lio Ban di Subang.

“Tentunya nanti akan ada transfer knowledge kepada kader-kader pondok, kami menjalankan kultur pondok dimana semua aktivitas pondok termasuk aktivitas ekonomi harus ada unsur pendidikannya,” jelas Ust Agus Maulana, pemilik beberapa cabang bengkel otomotif di Jawa Barat ini.

Gontor Auto Service akan dibangun di atas lahan seluas 550 meter di kawasan strategis Kota Ponorogo tepatnya di Jl. Sultan Agung.

Proses pembangunan Gontor Auto Service akan dimulai akhir tahun ini dan diperkirakan akan running pada pertengahan tahun 2022 mendatang.

“Harapannya Gontor Auto Service ini bisa melayani masyarakat umum, melayani juga ratusan kendaraan milik pondok dan tentunya buat alumni dan walisantri jika berkunjung ke Gontor jangan lupa mampir ke Gontor Auto Service,” kata Ust. Agus Maulana.
https://www.instagram.com/p/CWMs5FvPMLG/?utm_medium=share_sheet

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.