• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Hukum & Kriminal»Gembong KST Papua Kehilangan Pendukung

Gembong KST Papua Kehilangan Pendukung

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 19 January 2022

Gembong KST Papua Kehilangan Pendukung

Oleh : Sabby Kosay

Egianus Kogoya, gembong kelompok separatis dan teroris (KST) Papua terus kehilangan pendukung dan popularitasnya. Menurunnya popularitas gembong KST sangat baik karena menunjukkan bahwa separatis Papua hanyalah isapan jempol yang sulit dibuktikan.

Perdamaian di Papua terusik oleh ulah KST yang ingin membuat Republik Federal Papua Barat, padahal perbuatan mereka jelas salah karena tidak ada hukum yang mendukung sebuah negara di dalam negara. Parahnya lagi, KST membujuk masyarakat sipil agar jadi pendukung. Jika warga tidak mau maka akan diteror agar menurut pada kelompok separatis tersebut.

Berbagai teror, ancaman, dan bujuk-rayu KST akhirnya membuat masyarakat muak dan mereka malah antipati terhadap kelompok tersebut. Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menyatakan bahwa Egianus Kogoya sebagai gembong KST mulai kehilangan popularitas, tidak seperti di tahun 2018 lalu ketika namanya dibicarakan seantero Papua, karena menembaki karyawan Istaka Karya.

Stanislaus melanjutkan, turunnya popularitas Egianus Kogoya karena 2 hal. Pertama karena adanya tekanan dari aparat keamanan. Sedangkan yang kedua adalah pendukungnya mulai berkurang. Dalam artian warga yang sebelumnya pro KST sadar bahwa perbuatannya salah, atau yang selama ini tertekan oleh kelompok tersebut sudah lelah dan akhirnya berani melawan.

Egianus Kogoya sebagai pentolan KST selama ini mencitrakan diri sebagai hero, hal ini untuk menarik simpati warga sipil Papua. Padahal yang dilakukannya jelas salah. Pertama ia menembak semuanya, mulai dari masyarakat biasa, pendatang, sampai aparat keamanan. Alasannya adalah warga tersebut adalah mata-mata, padahal ia hanya orang biasa, tetapi nasibnya mengenaskan karena ditembak oleh KST.
Masyarakat sudah muak dengan segala tingkah laku KST sehingga mereka mundur teratur dan tidak mau diatur-atur oleh kelompok separatis tersebut. Mereka tidak mau untuk selalu berada di bawah tekanan dan ancaman dari kelompok separatis, karena sebagai WNI seharusnya sama-sama merdeka dan tidak disuruh-suruh. Apalagi dipaksa untuk mendukung kelompok pemberontak, mereka lari ke pos aparat agar tak lagi ditekan oleh KST.
Apalagi KST melakukan segala tindak kriminal selain meneror warga sipil, seperti menembaki orang-orang (bahkan yang berprofesi penting seperti guru dan tenaga kesehatan), merusak fasilitas umum, dan menyalahgunakan dana desa. Perbuatan jahat ini jelas salah dan mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di dalam bui.
Surutnya pendukung KST juga terjadi karena mereka sudah berbuat keterlaluan dengan membakar sekolah, padahal pendidikan juga penting demi masa depan putra Papua. Kalau mereka ingin merdeka mengapa malah anti pendidikan? Bukannya nanti malah dengan mudah dibodohi karena tidak pernah makan sekolahan sehingga logikanya tidak berjalan.
Pemerintah memang ingin memberantas KST dengan segala upaya. Pertama, Satgas Nemangkawi yang bertugas di Papua akan terus diperpanjang, karena sudah terbukti ampuh dalam menangkap para anggota KST sampai ke markasnya.
Kedua, ada pendekatan humanis sehingga masyarakat sadar dan tak lagi mendukung KST, karena kemerdekaan yang mereka tawarkan hanya mimpi di siang bolong. Jika ada Papua merdeka, bagaimana bisa Egeanus memimpin sebuah negara? Ia tak punya kemampuan sebagai pemimpin dan negarawan.
Sedangkan yang ketiga adalah pendekatan kesejahteraan. Masyarakat Papua diberi fasilitas dan infrastruktur sehingga hidupnya sejahtera. Mereka akan tenang dan tidak mau jika dibujuk oleh KST.
Menurunnya popularitas Egianus Kogoya sebagai pimpinan KST karena masyarakat sadar bahwa perbuatannya salah dan ia hanya bisa melakukan tindak kriminal. Mereka tidak mau jika diajak untuk mendukung KST dan OPM karena memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Diplomasi Prabowo dan Apresiasi PBB Cerminkan Peran Aktif Indonesia

October 20, 2026

Prabowo Bangun Dialog, PBB Apresiasi Konsistensi Indonesia Menjaga Perdamaian

October 20, 2026

Diplomasi Prabowo dan Apresiasi PBB Cerminkan Peran Aktif Indonesia

By Kata IndonesiaOctober 20, 20260

Diplomasi Prabowo dan Apresiasi PBB Cerminkan Peran Aktif Indonesia Oleh: Naufal Pradipta Diplomasi Indonesia di…

Prabowo Bangun Dialog, PBB Apresiasi Konsistensi Indonesia Menjaga Perdamaian

By Kata IndonesiaOctober 20, 20260

Prabowo Bangun Dialog, PBB Apresiasi Konsistensi Indonesia Menjaga Perdamaian Oleh: Kaluna Maharani Presiden Prabowo Subianto…

PBB Apresiasi Komitmen Indonesia, Prabowo Perkuat Dialog Multilateral

By Kata IndonesiaOctober 20, 20260

PBB Apresiasi Komitmen Indonesia, Prabowo Perkuat Dialog Multilateral JAKARTA — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)…

Sekjen PBB Apresiasi Peran Indonesia saat Bertemu Prabowo

By Kata IndonesiaOctober 20, 20260

Sekjen PBB Apresiasi Peran Indonesia saat Bertemu Prabowo JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.