• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Ganjar Pemimpin Masa Depan Indonesia Peduli Stunting dan Komitmen Tekan Kemiskinan

Ganjar Pemimpin Masa Depan Indonesia Peduli Stunting dan Komitmen Tekan Kemiskinan

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 21 June 2023

Ganjar Pemimpin Masa Depan Indonesia Peduli Stunting dan Komitmen Tekan Kemiskinan

Wonosobo — Capres dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo merupakan sosok pemimpin masa depan Indonesia yang sangat peduli dengan kasus stunting dan juga memiliki komitmen yang sangat kuat untuk bisa terus menekan angka kemiskinan masyarakat.

Pria yang juga sekaligus Gubernur Jateng itu berharap kepada Kepala Desa dan Perangkat Desa di wilayahnya agar bisa terus kompak sehingga menjadikan adanya percepatan pembangunan bisa dilakukan dengan baik.

Menurut Ganjar, program pemerintah mengenai pengentasan kemiskinan ekstrem dan juga upaya untuk penanganan stunting adalah sangat penting.

Maka dari itu, seluruh Perangkat Desa harus terus mengawal kebijakan tersebut, lantaran mereka adalah garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Dirinya terus mengajak seluruh Kades di Jateng agar bisa bergotong royong untuk terus mengawal kesejahteraan masyarakat desa, salah satunya adalah melalui program padat karya dengan pemanfaatan dana desa yang baik.

Dengan menggunakan program tersebut, menurut Ganjar, maka akan sangat membantu kepada masyarakat untuk bisa mendapatkan pekerjaan.

“Karena beberapa desa itu anggaran ini dieksekusi dengan model-model padat karya sehingga banyak orang bekerja,” katanya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa, pemimpin yang identik dengan rambut putih itu menyatakan bahwa masyarakat yang tidak bekerja adalah menjadi salah satu indikator kemiskinan.

Maka dari itu, melalui adanya program padat karya, maka diharapkan akan sangat berdampak untuk bisa menurunkan angka kemiskinan di desa.

Diketahui bahwa pada tahun 2023 ini, kader PDI Perjuangan itu telah menggulirkan bantuan keuangan (bankeu) hingga sebesar Rp 1,7 triliun.

Bantuan tersebut diprioritaskan untuk melakukan pembangunan fisik dan non fisik untuk terus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi COVID-19.

Keberadaan dana itu, menurut Ganjar, juga bisa dimanfaatkan oleh para Kepala Desa dan perangkatnya untuk menyelenggarakan program padat karya dan terus memberdayakan masyarakatnya.

Dirinya berharap, dengan adanya bantuan keuangan dari seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat, agar bisa dikelola dengan baik.

“Terbayangkan kalau dana desanya ada, bantuan dari kabupaten ada, dari provinsi ada, dari pusat ada, dikelola semuanya, wah itu masyarakat miskin akan terentaskan,” tandasnya.

Lebih lanjut, pemimpin berusia 54 tahun itu menegaskan bahwa seluruh perangkat desa harus turut serta dalam upaya percepatan penurunan angka kemiskinan ekstrem dan angka stunting.

Pasalnya, perangkat desa sendiri yang palung mengetahui bagaimana kondisi masyarakat mereka secara spesifik.

Untuk itu, harus terus dilakukan pemantauan, termasuk kepada para penyandang disabilitas, kandungan bermasalah untuk ibu hamil, dan sebagainya.

“Karena mereka orang yang sangat tahu juga data yang ada di masyarakat. Berapa penyandang disabilitasnya, berapa kandungan yang bermasalah untuk ibu yang hamil, berapa masyarakat yang belum punya jamban, dan seterusnya. Mereka yang paling tahu,” katanya.

Pelayanan publik pun harus bisa terus dihadirkan dengan mudah, murah, cepat serta pengelolaan dana desa yang baik. Seluruh pihak memang harus terus berintegrasi secara kompak.

“Ini penting karena kalau tidak kompak antara kades dengan perangkatnya, wah itu jadi masalah. Sehingga kita jadi ngurusi perangkat sama kadesnya daripada ngurusi masyarakat,” ungkap Ganjar.

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

August 20, 2026

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

August 20, 2026

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat  Oleh: Alfian Dwi P. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perekonomian lokal. Ketika kebutuhan pangan untuk jutaan penerima manfaat dipenuhi secara rutin, program tersebut menciptakan permintaan yang relatif stabil terhadap berbagai komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan lokal. Kondisi ini membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, pelaku usaha mikro, hingga masyarakat desa untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok MBG. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengatakan MBG telah mendorong peningkatan penyerapan pangan langsung dari petani dan peternak. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan yang besar dan berlangsung secara rutin membuat hasil produksi masyarakat memiliki pasar yang lebih jelas. Kondisi tersebut semakin kuat apabila petani dan peternak mengonsolidasikan produksinya melalui koperasi sehingga hasil produksi dalam skala kecil dapat dikumpulkan menjadi pasokan yang lebih besar dan mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ketut menjelaskan bahwa pola tersebut dapat membentuk ekosistem pangan yang menghubungkan produksi di tingkat hulu dengan kebutuhan konsumsi di tingkat hilir. Kehadiran MBG memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak karena terdapat kebutuhan bahan pangan yang dapat diproyeksikan secara berkala. Dengan adanya permintaan yang lebih terukur, pelaku usaha pangan dapat menyesuaikan volume produksi, menjaga kualitas komoditas, serta merencanakan kegiatan usaha secara lebih berkelanjutan. Ketersediaan pangan nasional yang relatif kuat menjadi modal penting bagi keberlanjutan MBG. Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, stok beras pada akhir tahun diperkirakan mencapai sekitar 16 juta ton, yang berasal dari stok awal sekitar 12,4 juta ton dan proyeksi produksi beras 34,7 juta ton setelah memperhitungkan kebutuhan konsumsi sekitar 31,1 juta ton. Selain beras, ketersediaan telur ayam, daging ayam, bawang merah, dan cabai juga disebut berada dalam kondisi cukup kuat bahkan surplus. Kekuatan pasokan tersebut menunjukkan bahwa MBG memiliki peluang untuk menjadi instrumen yang mempertemukan kepentingan gizi dengan kepentingan ekonomi masyarakat. Ketut mengatakan pemenuhan kebutuhan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T dapat mempertimbangkan potensi produksi setempat. Wilayah yang memiliki hasil perikanan melimpah, misalnya, dapat memanfaatkan ikan lokal sebagai salah satu sumber protein dalam menu MBG sehingga kebutuhan program sekaligus menciptakan pasar bagi hasil produksi masyarakat setempat. …

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat  Oleh: Alfian Dwi P. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perekonomian lokal. Ketika kebutuhan pangan untuk jutaan penerima manfaat dipenuhi secara rutin, program tersebut menciptakan permintaan yang relatif stabil terhadap berbagai komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan lokal. Kondisi ini membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, pelaku usaha mikro, hingga masyarakat desa untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok MBG. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengatakan MBG telah mendorong peningkatan penyerapan pangan langsung dari petani dan peternak. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan yang besar dan berlangsung secara rutin membuat hasil produksi masyarakat memiliki pasar yang lebih jelas. Kondisi tersebut semakin kuat apabila petani dan peternak mengonsolidasikan produksinya melalui koperasi sehingga hasil produksi dalam skala kecil dapat dikumpulkan menjadi pasokan yang lebih besar dan mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ketut menjelaskan bahwa pola tersebut dapat membentuk ekosistem pangan yang menghubungkan produksi di tingkat hulu dengan kebutuhan konsumsi di tingkat hilir. Kehadiran MBG memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak karena terdapat kebutuhan bahan pangan yang dapat diproyeksikan secara berkala. Dengan adanya permintaan yang lebih terukur, pelaku usaha pangan dapat menyesuaikan volume produksi, menjaga kualitas komoditas, serta merencanakan kegiatan usaha secara lebih berkelanjutan. Ketersediaan pangan nasional yang relatif kuat menjadi modal penting bagi keberlanjutan MBG. Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, stok beras pada akhir tahun diperkirakan mencapai sekitar 16 juta ton, yang berasal dari stok awal sekitar 12,4 juta ton dan proyeksi produksi beras 34,7 juta ton setelah memperhitungkan kebutuhan konsumsi sekitar 31,1 juta ton. Selain beras, ketersediaan telur ayam, daging ayam, bawang merah, dan cabai juga disebut berada dalam kondisi cukup kuat bahkan surplus. Kekuatan pasokan tersebut menunjukkan bahwa MBG memiliki peluang untuk menjadi instrumen yang mempertemukan kepentingan gizi dengan kepentingan ekonomi masyarakat. Ketut mengatakan pemenuhan kebutuhan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T dapat mempertimbangkan potensi produksi setempat. Wilayah yang memiliki hasil perikanan melimpah, misalnya, dapat memanfaatkan ikan lokal sebagai salah satu sumber protein dalam menu MBG sehingga kebutuhan program sekaligus menciptakan pasar bagi hasil produksi masyarakat setempat. …

MBG Menggerakkan Ekonomi Daerah: Dari Piring Anak ke Pasar Petani

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

MBG Menggerakkan Ekonomi Daerah: Dari Piring Anak ke Pasar Petani Oleh: Rangkai Ahmad Yusuf Program…

Ribuan Mahasiswa Gelar Kirab Merah Putih, Serukan Persatuan Tanpa Provokasi

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Ribuan Mahasiswa Gelar Kirab Merah Putih, Serukan Persatuan Tanpa Provokasi JAKARTA – Ribuan pemuda dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.