• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Internasional»Forum G20 di Bali Momentum Generasi Muda Tunjukkan Prestasi

Forum G20 di Bali Momentum Generasi Muda Tunjukkan Prestasi

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 14 December 2021

Forum G20 di Bali Momentum Generasi Muda Tunjukkan Prestasi

Oleh : Zainudin Zidan

Forum G20 adalah ajang yang baik untuk menunjukkan prestasi kaum muda di Indonesia. Peran mereka penting dalam membuat perubahan, termasuk dalam merintis terciptanya lapangan pekerjaan baru di industri kreatif.
Tahun 2021 adalah tahun yang krusial karena Indonesia akan menyelenggaraan forum G20 di Bali.

Pada G20 ke-17 ini, tema yang diangkat masih sesuai dengan situasi pandemi Covid-19 yakni ‘recover together, recover stronger’. Forum ini masih diselenggarakan walau pandemi masih berlanjut, karena memiliki misi-misi yang penting bagi hubungan Indonesia dengan negara-negara lain.

G20 tak hanya acara untuk beraudensi dengan banyak pemimpin negara lain tetapi juga momentum bagi generasi muda untuk menunjukkan prestasi mereka.

Metta Dharmasaputra, CEO dan founder Katadata menyatakan bahwa G20 akan berbicara mengenai seberapa besar suara anak muda untuk melakukan perubahan yang lebih untuk dunia.

Metta menambahkan, G20 tahun ini bertema ‘recover together, recover stronger’. Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu dan saling mendukung, untuk pulih bersama, lebih kuat, dan berkelanjutan. Oleh sebab itu anak muda Indonesia akan memiliki peluang bagus.
Mengapa harus anak muda? Penyebabnya karena mereka adalah calon pemimpin dunia di masa depan. Ketika G20 ingin ada pemulihan yang berkelanjutan maka di situlah peluang anak muda terbuka, karena mereka masih memiliki energi yang tinggi untuk melakukannya. Sehingga recovery dari masa pandemi akan lekas selesai dan hasilnya juga akurat.
Anak muda juga memiliki masa depan yang panjang, sehingga recovery yang berkelanjutan akan terwujud, karena usia mereka relatif masih sedikit dibanding yang sudah dewasa atau manula. Di tangan para pemudalah yang bisa melakukan recovery dari efek pandemi sehingga berlangsung tak hanya setahun tetapi bertahun-tahun, agar perekonomian kita bisa bangkit lagi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa dalam presidensi G20 Indonesia, peran kaum muda tak bisa dikesampingkan. Melalui Youth20 (Y20), pemuda dan pemudi memiliki andil besar dalam menentukan arah kebijakan dan manfaat dari recovery sendiri. Apalagi Indonesia memiliki banyak penduduk di usia produktif, yakni 20-40 tahun.
Salah satu tema dari G20 yang dibahas adalah transisi ekonomi dari tradisional menjadi ekonomi sirkular. Para anak muda bisa mempelajarinya lalu terinspirasi, dan bersemangat untuk memulai atau melanjutkan wirausaha. Mereka makin suka berbisnis karena menguasai internet marketing dan bisa memasarkannya sampai ke seluruh dunia.
Wirausaha amat penting karena dari 225 juta penduduk Indonesia, baru 3% yang berstatus pebisnis, padahal tolok ukur negara maju adalah dari banyaknya jumlah pedagang di sana. Makin banyak yang bergulat dalam bidang entrepreneur maka akan makin bagus, karena bisa membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran. Apalagi di masa pandemi banyak korban PHK, sehingga mereka bisa terbantu.
Jika makin banyak anak muda yang berbisnis maka kita optimis Indonesia bisa bangkit di masa pandemi, sesuai dengan tema G20 kali ini. Mereka masih memiliki semangat tinggi dan juga kreativitas, sehingga bisa berwirausaha dengan bahagia dan memiliki hasil yang bagus. Roda perekonomian akan bergulir dengan kencang dan finansial negara bisa terselamatkan.
Dalam acara G20, tak hanya berkutat pada orang-orang tua yang menjadi pemimpin negara lain, tetapi anak-anak muda juga bisa mengikuti andil di dalamnya. Walau tidak menjadi peserta, tetapi mereka bisa menyimak Y20 dan terinspirasi sehingga berwirausaha dengan mengandalkan internet marketing, dan membantu pemerintah dalam recovery di bidang ekonomi.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Dorong Sektor Kehutanan Jadi Motor Perdagangan Karbon Nasional

July 22, 2026

Perdagangan Karbon Diperkuat sebagai Pilar Ekonomi Hijau Indonesia

July 22, 2026

Pemerintah Dorong Sektor Kehutanan Jadi Motor Perdagangan Karbon Nasional

By Kata IndonesiaJuly 22, 20260

Pemerintah Dorong Sektor Kehutanan Jadi Motor Perdagangan Karbon Nasional Jakarta – Pemerintah memperkuat perdagangan karbon…

Perdagangan Karbon Diperkuat sebagai Pilar Ekonomi Hijau Indonesia

By Kata IndonesiaJuly 22, 20260

Perdagangan Karbon Diperkuat sebagai Pilar Ekonomi Hijau Indonesia Jakarta – Pemerintah terus memperkuat implementasi perdagangan…

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden  Oleh: Fajar Dwi Santoso Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing. Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi. Presiden juga menilai berbagai kritik terhadap MBG perlu dilihat secara proporsional. Alih-alih hanya memperdebatkan besaran anggaran, perhatian publik seharusnya diarahkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Dalam pandangannya, indikator keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka makroekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan, memastikan pupuk tersedia bagi petani dengan harga terjangkau, serta menjamin anak-anak memperoleh makanan bergizi di sekolah. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pembangunan manusia merupakan dua agenda yang berjalan beriringan. Pendekatan tersebut sejalan dengan berbagai kajian internasional yang menempatkan investasi pada gizi anak sebagai salah satu instrumen paling efektif untuk meningkatkan produktivitas nasional dalam jangka panjang. Anak yang memperoleh gizi memadai sejak dini memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, memiliki kemampuan belajar yang baik, serta menjadi tenaga kerja produktif pada masa depan. Karena itu, keberlanjutan MBG memiliki dimensi strategis yang jauh melampaui pemberian makanan semata. Pandangan serupa juga pernah disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang. Ia menjelaskan bahwa fokus pemerintah tidak hanya memperluas jangkauan penerima manfaat, tetapi juga memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, dan tata kelola program terus diperbaiki agar manfaat MBG benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program bergantung pada pengawasan yang baik, keterlibatan pemerintah daerah, serta sinergi dengan pelaku usaha lokal sehingga manfaat ekonomi turut mengalir ke daerah. Di sisi lain, Presiden juga memberikan penekanan kuat terhadap reformasi birokrasi sebagai prasyarat percepatan pembangunan. Ia mengakui Indonesia telah berada pada jalur pembangunan yang benar, namun efektivitas pemerintahan masih perlu terus ditingkatkan. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah banyaknya regulasi yang tumpang tindih dan prosedur birokrasi yang belum sepenuhnya efisien. Karena itu, pemerintah memilih mempercepat transformasi digital melalui pengembangan GovTech serta implementasi Single National Identity Card. Gagasan ini menjadi langkah penting untuk menyederhanakan pelayanan publik yang selama ini tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Dengan identitas digital nasional yang terintegrasi, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi proses administrasi yang berulang, sementara pemerintah dapat meningkatkan akurasi data serta efektivitas penyaluran berbagai program.…

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia Oleh: Shafiq Tauqy Optimisme Indonesia menjadi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.