• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Sport»Fenomena ‘Beans Durian’ dan ‘Beans Padel’ Guncang Salatiga: Perpaduan Unik Kuliner Lokal dan Sport Tourism

Fenomena ‘Beans Durian’ dan ‘Beans Padel’ Guncang Salatiga: Perpaduan Unik Kuliner Lokal dan Sport Tourism

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 27 January 2026

Kota Salatiga kembali membuktikan dirinya sebagai destinasi unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Belakangan ini, dua tren besar—Beans Durian dan Beans Padel—menjadi magnet utama yang menarik ribuan pengunjung, sekaligus memperkuat posisi Salatiga sebagai kota kreatif dengan potensi sport tourism yang menjanjikan.

Keunggulan Durian Asli Salatiga: Manis, Legit, dan Mendunia

Produk Beans Durian (Durian Musang King pilihan yang dipadukan dengan sensasi durian lokal atau varietas durian unggulan Salatiga) kini menjadi buah bibir. Keberhasilan ini tidak lepas dari kualitas durian asli Salatiga yang dikenal memiliki tekstur creamy, rasa manis yang intens dengan sedikit sentuhan pahit yang khas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa durian asli Salatiga memiliki daya saing tinggi. Melalui konsep ‘Beans Durian’, kami mengemas kekayaan alam lokal menjadi produk gaya hidup yang sangat diminati wisatawan,” ujar Muhammad Yasin selaku founder Beans Durian dan Beans Padel diSalatiga.

Meningkatnya permintaan ini membuktikan bahwa durian lokal bukan sekadar buah musiman, melainkan komoditas bernilai jual tinggi yang mampu meningkatkan ekonomi daerah.

Beans Padel: Motor Penggerak Sport Tourism

​Selain daya tarik kuliner, munculnya Beans Padel menjadi fenomena menarik di sektor olahraga. Padel, olahraga raket yang sedang naik daun secara global, kini mendapatkan tempat spesial di hati masyarakat dan wisatawan di Salatiga.

​Kehadiran fasilitas Padel yang dipadukan dengan area bersantai (cafe beans) menciptakan ekosistem baru:

• ​Sport Tourism: Menarik komunitas olahraga dari luar kota untuk bertanding sambil berlibur.

• ​Gaya Hidup Sehat: Mengajak wisatawan untuk tetap aktif selama masa liburan.

• ​Integrasi Ekonomi: Wisatawan yang datang untuk Padel secara otomatis akan mencicipi kuliner khas, termasuk produk durian lokal.

Dukungan Terhadap Ekonomi Lokal

Pelaku usaha optimis bahwa perpaduan antara kelezatan durian asli Salatiga dan tren sport tourism melalui Padel akan terus mendongkrak angka kunjungan wisata. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para petani durian lokal dan membuka lapangan kerja baru di sektor pariwisata.

Salatiga kini bukan sekadar kota transit, melainkan destinasi akhir di mana adrenalin olahraga bertemu dengan kemewahan rasa durian autentik.

Salatiga adalah kota di Jawa Tengah yang dikenal dengan kesejukan udaranya dan kekayaan kulinernya. Saat ini, Salatiga terus berinovasi dalam mengembangkan potensi wisata berbasis komunitas, alam, dan olahraga.

​

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha

November 7, 2026

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh

November 7, 2026

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha Oleh: Anggi Kurniawan Penyusunan kebijakan Upah…

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh Oleh: Mega Triyana Pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2027 menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan pengupahan yang lebih terarah. Kehadiran undang-undang ketenagakerjaan yang baru diharapkan memberikan landasan lebih kuat bagi pemerintah dalam memastikan hak-hak pekerja terlindungi. Penetapan upah minimum juga perlu memperhatikan perkembangan kebutuhan hidup masyarakat, daya beli, serta kemampuan dunia usaha agar peningkatan kesejahteraan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mulai mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi dasar penetapan UMP 2027. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa formula pengupahan tahun mendatang akan mengacu pada undang-undang perlindungan ketenagakerjaan yang baru disahkan DPR pada 6 Oktober 2026. Regulasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kepastian hukum sekaligus memberikan pedoman bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengupahan. Dengan landasan hukum yang diperbarui, penetapan upah diharapkan semakin memperhatikan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan kegiatan ekonomi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah adalah kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai pertimbangan dalam menentukan besaran upah minimum. Yassierli menjelaskan bahwa pemerintah sedang menghitung estimasi KHL dengan memanfaatkan data yang dihimpun dan dievaluasi oleh kementerian serta lembaga terkait. Penghitungan ini diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan riil pekerja dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Komponen kebutuhan tersebut mencakup pangan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga yang terus mengalami perkembangan. Penempatan KHL dalam pembahasan UMP menunjukkan bahwa kebijakan pengupahan tidak semata-mata berorientasi pada persentase kenaikan tahunan. Upah minimum memiliki keterkaitan langsung dengan kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan dasar dan mempertahankan kualitas hidup keluarganya. Penghasilan yang lebih layak dapat memberikan ruang bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, memperoleh layanan kesehatan, serta membangun ketahanan ekonomi rumah tangga. Oleh karena itu, penghitungan kebutuhan hidup perlu menjadi pertimbangan substantif agar kebijakan pengupahan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata. Pembahasan kebijakan juga dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur melalui mekanisme kelembagaan yang telah ditetapkan. Yassierli menyampaikan bahwa prosesnya akan dimulai melalui Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional sebelum berlanjut ke Dewan Pengupahan Nasional. Selanjutnya, masukan dari Dewan Pengupahan Daerah menjadi bagian dari pertimbangan gubernur dalam menetapkan besaran UMP di masing-masing wilayah. Mekanisme ini memberikan ruang bagi pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menyampaikan pandangan berdasarkan kepentingan serta kondisi yang mereka hadapi. Dari kalangan pekerja, usulan kenaikan UMP 2027 sebesar 7,5 hingga 9,5 persen telah disampaikan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Pekerja, Said Iqbal, juga menyampaikan pandangan mengenai kebutuhan peningkatan upah minimum pada tahun mendatang. Simulasi yang mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi menghasilkan perkiraan kenaikan sekitar 7,8 persen berdasarkan asumsi yang digunakan. Masukan dari kalangan pekerja menjadi bagian penting karena buruh merupakan kelompok yang merasakan langsung dampak perubahan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup.…

Posisi Cadangan Devisa Oktober Jadi Indikator Ketahanan Eksternal RI

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Posisi Cadangan Devisa Oktober Jadi Indikator Ketahanan Eksternal RI Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan…

Pengelolaan Devisa yang Prudent, Stabilitas Ekonomi Nasional Terjaga

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pengelolaan Devisa yang Prudent, Stabilitas Ekonomi Nasional Terjaga Oleh Hanum Sekarningrum Ketahanan ekonomi Indonesia terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.