• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Ekonomi Kelautan Jadi Prioritas Baru Pemerintahan Prabowo

Ekonomi Kelautan Jadi Prioritas Baru Pemerintahan Prabowo

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 18 May 2026

Ekonomi Kelautan Jadi Prioritas Baru Pemerintahan Prabowo

Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto semakin menegaskan arah pembangunan nasional yang bertumpu pada kekuatan maritim dan ekonomi kelautan. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah secara konsisten menunjukkan komitmennya menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui konsep ekonomi biru atau blue ocean economy.

 

Komitmen tersebut terlihat kuat saat Presiden Prabowo meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo. Di hadapan masyarakat pesisir dan nelayan, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan investasi besar-besaran di sektor kelautan dan perikanan untuk memperkuat kesejahteraan rakyat sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi nasional.

 

“Karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah ekonomi biru, ekonomi laut biru, the blue ocean economy. The blue ocean economy ini adalah sangat penting, ini adalah karunia yang maha kuasa, kita harus bersyukur dan kita harus sekarang besar-besaran investasi,” ujar Presiden.

 

Presiden juga menekankan bahwa kebutuhan protein ikan dunia terus meningkat sehingga Indonesia harus mengambil peluang besar tersebut dengan memperkuat armada perikanan, pembangunan kampung nelayan, hingga hilirisasi produk kelautan. Menurut Presiden, nelayan harus menjadi kelompok masyarakat yang semakin sejahtera karena mereka memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

 

“Kita ingin semua nelayan di Indonesia kehidupannya tambah baik, penghasilannya harus tambah. Para nelayan adalah menghasilkan protein, menghasilkan ikan. Ini sangat penting dan juga dunia sekarang sangat memerlukan ikan protein,” kata Kepala Negara.

 

Langkah pemerintah tidak berhenti pada penguatan kampung nelayan. Pemerintah juga tengah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pesisir berskala besar, termasuk proyek Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa yang diyakini akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir.

 

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menegaskan bahwa pembangunan tanggul laut raksasa tersebut bukan hanya bertujuan melindungi wilayah pesisir dari ancaman rob dan perubahan iklim, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru yang mampu menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.

 

“Giant Sea Wall bukan hanya proyek perlindungan wilayah pesisir, tetapi juga akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan aktivitas industri, pelabuhan, logistik, dan kawasan produktif lainnya,” jelas Rosan.

 

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ), Didit Herdiawan Ashaf menilai pembangunan kawasan pesisir ke depan tidak lagi sekadar berorientasi pada proyek fisik, melainkan pada penciptaan ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan.

 

“Pembangunan kawasan pesisir harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Karena itu pemerintah mendorong integrasi antara perlindungan pantai, pengembangan kawasan industri, pelabuhan, perikanan, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir,” ucap Didit.

 

Menurut Didit, pemerintah saat ini tengah menyusun langkah terpadu agar kawasan Pantura dan wilayah pesisir lainnya dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru berbasis kelautan yang modern dan kompetitif. Pemerintah juga mendorong sinergi lintas kementerian agar pembangunan sektor kelautan berjalan lebih cepat dan terukur.

 

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan bahwa ekonomi kelautan kini bukan lagi sektor pelengkap, melainkan prioritas utama pembangunan nasional. Di tengah tantangan global dan persaingan ekonomi dunia, keberanian pemerintah menjadikan laut sebagai fondasi pertumbuhan baru menjadi sinyal positif bahwa Indonesia sedang bergerak menuju negara maritim yang kuat, mandiri, dan sejahtera.(*)

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.