• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Edukasi, Dialog, dan Penguatan Nilai Kemanusiaan Warnai Peringatan Hari HAM Sedunia

Edukasi, Dialog, dan Penguatan Nilai Kemanusiaan Warnai Peringatan Hari HAM Sedunia

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 8 December 2025

Edukasi, Dialog, dan Penguatan Nilai Kemanusiaan Warnai Peringatan Hari HAM Sedunia

JAKARTA – Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia tahun ini mengambil pendekatan yang lebih reflektif dan edukatif. Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menggelar penayangan dan bedah film ‘Pangku’ sebagai ruang dialog publik untuk memperdalam nilai kemanusiaan melalui karya sinema. Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pemahaman HAM, terutama terkait isu eksploitasi perempuan yang menjadi fokus utama film tersebut.

 

Acara berlangsung hangat dengan keterlibatan Natalius Pigai sebagai Menteri HAM, Reza Rahadian selaku sutradara, Adhie Massardi sebagai pemerhati HAM dan film, serta Yosef S Nggarang yang merupakan Staf Khusus Menteri HAM Bidang Pemenuhan HAM. Film ‘Pangku’ dihadirkan tidak sekadar sebagai tontonan, tetapi sebagai medium belajar sosial yang mengungkap realitas yang jarang tersentuh publik.

 

Dalam sesi bedah film, Yosef S Nggarang menyampaikan bahwa karya tersebut membuka ruang pemahaman lebih luas terkait persoalan kemiskinan, ketidakadilan, dan kerentanan perempuan serta anak.

 

“Film ini memberikan perspektif baru bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan pemenuhan HAM, sekaligus mengajak publik menghargai martabat sesama,” ujar Yosef S Nggarang.

 

Ulasannya menegaskan bahwa seni dapat menjadi jembatan penting dalam membangun empati sekaligus memperkuat arah kebijakan berbasis perlindungan hak.

 

Sutradara Reza Rahadian turut menjelaskan proses kreatif film yang lahir dari fenomena sosial ‘Kopi Pangku’ di kawasan Pantura. Ia melihat adanya dinamika kemanusiaan yang tidak banyak tersorot tetapi perlu diangkat agar lebih dipahami masyarakat.

 

“Ingin gini, ‘Pangku’ diputar, penontonnya duduk di kursi masing-masing dan turut merasakan apa yang mereka tonton dan membawa pulang perasaan yang mereka tentukan sendiri,” harap Reza Rahadian.

 

Menurutnya, suara-suara perempuan pekerja menjadi fondasi utama dalam produksi film ini, yang ia sebut sebagai bentuk penghormatan kepada para perempuan pejuang kehidupan.

 

Pada momentum yang sama, lingkungan akademik juga menunjukkan komitmen positif dalam memaknai Hari HAM Sedunia. Ketua Koordinator Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Pamulang, Ahmad Muajir, menegaskan bahwa peringatan tahun ini akan difokuskan pada kegiatan edukatif tanpa aksi unjuk rasa.

 

“Setelah melalui diskusi dan koordinasi, disepakati bahwa peringatan Hari HAM lebih efektif melalui kegiatan edukatif di kampus dan tidak ada rencana aksi turun ke jalan,” ujar Ahmad Muajir.

 

Rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 9–11 Desember melalui seminar tematik, diskusi panel, lokakarya, dan program refleksi mahasiswa yang menggandeng tokoh HAM serta akademisi. Ahmad Muajir menambahkan bahwa fokus utama adalah memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai HAM melalui dialog konstruktif.

 

“Komitmen terhadap isu HAM tetap kuat, hanya saja metode edukatif dinilai lebih relevan dengan situasi kampus dan mampu membentuk kesadaran kritis mahasiswa,” tambah Ahmad Muajir.

 

Pendekatan berbasis dialog dan literasi yang diambil pemerintah maupun lingkungan kampus menunjukkan semangat yang sama: memperkuat nilai-nilai kemanusiaan secara inklusif. Peringatan Hari HAM Sedunia tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya penghormatan martabat manusia melalui seni, pengetahuan, dan partisipasi publik yang sehat.

 

(*)

Dari Regulasi ke Implementasi: Mengawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS

May 13, 2026

Kepatuhan Platform sebagai Kunci Keberhasilan PP TUNAS

May 13, 2026

Dari Regulasi ke Implementasi: Mengawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS

By Kata IndonesiaMay 13, 20260

Dari Regulasi ke Implementasi: Mengawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS Oleh : Andhika Rachma Transformasi…

Kepatuhan Platform sebagai Kunci Keberhasilan PP TUNAS

By Kata IndonesiaMay 13, 20260

Kepatuhan Platform sebagai Kunci Keberhasilan PP TUNAS Oleh: Nadira Larasati Transformasi digital telah membuka ruang…

Pemerintah Kawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS hingga Juni 2026

By Kata IndonesiaMay 13, 20260

Pemerintah Kawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS hingga Juni 2026 Jakarta – Pemerintah terus mengawal…

PP TUNAS Diperkuat, Platform Digital Harus Terapkan Perlindungan Anak Nyata

By Kata IndonesiaMay 13, 20260

PP TUNAS Diperkuat, Platform Digital Harus Terapkan Perlindungan Anak Nyata Jakarta – Pemerintah terus memperkuat…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.