• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Dubes RI Untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie Sampaikan Kuliah Umum di UAD Yogyakarta

Dubes RI Untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie Sampaikan Kuliah Umum di UAD Yogyakarta

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 19 July 2019

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kuliah umum dengan tema ”Indonesia dan Azerbaijan: Hubungan Antar peradaban dan Budaya”. Pembicara pada kuliah umum ini merupakan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Azerbaijan Prof Dr Husnan Bey Fananie MA.

Acara berlangsung di Kampus Utama UAD, di Jalan Ringroad Selatan, Bantul, Rabu (17/7). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan pimpinan UAD ke Azerbaijan beberapa bulan lalu.

Prof Husnan dalam kuliah umumnya menjelaskan tentang perbedaan kebudayaan dan peradaban antar kedua negara ini. Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan
MoU dan serah terima buku.

Di awal paparannya, menjadi Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Azerbaijan adalah kebanggaan bagi laki-laki kelahiran Jakarta, 13 November 1967.

Menurutnya, Azerbaijan adalah sebuah negara di Asia Barat Daya. “Seperti Indonesia, mayoritas masyarakat Azerbaijan adalah muslim dan kita seperti saudara yang jauh secara geografis tapi dekat secara kultur,” ungkap Husnan Bey Fananie.

Dan kedekatan secara kultur inilah yang menjadi salah satu modal utama Husnan dalam memainkan perannya sebagai duta besar. Secara perlahan, kultur Islam khas Indonesia dikenalkannya kepada masyarakat Azerbaijan yang mayoritas adalah muslim syiah.

Kedekatan historis antara Indonesia dan Azerbaijan juga menjadi latar belakang Indonesia cepat mengakui kedaulatan Azerbaijan, yang menjadi persilangan antara Rusia, Eropa, Asia dan Timur Tengah, yang berdiri pertama kali pada tahun 1918-1920.

“Secara ekonomi, Azerbaijan negara kaya penghasil minyak dan gas bumi, salah satu pengekspor ke Indonesia,” papar Husnan Bey Fananie.

Bagi Husnan, pengenalan mengenai Azerbaijan sangat penting dan bermanfaat bagi perkembangan hubungan kerjasama di berbagai bidang.

“Termasuk dalam pengembangan pendidikan,” tandas Husnan yang memperkenalkan kebudayaan, pendidikan, ekonomi, dan politik dari negara Azerbaijan.

Disamping itu Azerbaijan, sebuah negara yang kaya akan minyak di Kaukasus Selatan, telah muncul sebagai salah satu pemasok utama minyak mentah ke Indonesia setelah Arab Saudi.

Husnan menjelaskan bahwa negara yang berada di dataran rendah Pegunungan Kaukasus itu menyimpan banyak sejarah kerajaan: Seljuk, Ottoman, Syafawi, hingga Byzantium.

“Banyak peninggalan yang bisa kita lihat,” katanya.

Di antara peninggalan itu, ternyata memiliki hubungan erat dengan Indonesia.

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.