• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»DOB Papua Memeratakan Pembangunan Hingga Pelosok Negeri

DOB Papua Memeratakan Pembangunan Hingga Pelosok Negeri

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 25 August 2023

DOB Papua Memeratakan Pembangunan Hingga Pelosok Negeri

Oleh : Alfred Jigibalom

Pemerataan pembangunan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemerataan pembangunan adalah wujud konkrit dalam mengamalkan sila kelima pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Salah satu wujud nyata upaya tersebut terjadi tentu saja karena pembangunan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua.

Freddy Thie selaku Bupati Kaimana mengatakan bahwa pembentukan sejumlah DOB di Papua, baik provinsi maupun kabupaten/kota, diperlukan dalam rangka mendorong pemerataan serta percepatan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat. Freddy juga mengatakan jajarannya bersama DPRD, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat sudah duduk bersama dan bersepakat bahwa DOB merupakan komitmen seluruh komponen masyarakat Kabupatan Kaimana Papua Barat.

Masyarkat, Pemkab, DPRD dan masyarakat adat Kabupaten Kaimana juga telah menyatakan dukungannya terhadap pembentukan DOB di Papua Barat saat pertemuan denga Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw di Jakarta. Prinsipnya tujuan dari DOB adalah satu langkah yang baik untuk menghadirkan perubahan di tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua Barat.

Dalam pertemuan dengan jajaran Pemkab, DPRD dan Dewan Adat Kaimana, Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw mengapresiasi dukungan dari seluruh komponen terhadap usulan pembentukan DOB di Papua, khususnya di wilayah Papua Barat. Harapannya dengan adanya pembangunan DOB akan membuat daerah tersebut tidak tertinggal jauh dibanding dari daerah lain.

Perlu diketahui bahwa pulau Papua memiliki luas wilayah hampir 3 hingga 4 kali pulau Jawa dengan jumlah penduduk sekitar 5 juta. Luas wilayahnya juga menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam mempercepat pembangunan. Selain itu, medan geografis di Papua juga sulit dijangkau, sehingga pemekaran di Papua tentu akan berdampak pada kemajuan di Papua.
Adapun pembentukan DOB di Papua dilakukan atas aspirasi yang sudah cukup lama disampaikan oleh tokoh-tokoh masyarakat Papua. Dari masukan tersebutlah yang kemudian menjadi bahan pertimbangan pemeirntah untuk melakukan percepatan pembangunan di Papua.
Sebelumnya, Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri mengatakan bahwa pemekaran tersebut akan lebih banyak berdampak positif terhadap percepatan pembangunan seperti yang dialami Papua Barat dan juga beberapa daerah lainnya. Mantan Kapolri tersebut juga menuturkan adanya ketimpangan yang terlihat saat dirinya menjadi Kapolda Papua pada 2012-2014, terutama di wilayah Papua Pegunungan Tengah. Tito menyebutkan bahwa pemekaran provinsi di Papua saat ini berkaca pada pemekaran Provinsi di Papua saat ini berkaca pada pemekaran Provinsi Papua Barat yang diklaim olehnya mampu membawa kemajuan di Papua.
Sebelumnya, Tokoh Papua Wilem Frans Ansanay mengatakan, karakteristik tanah Papua berbeda dengan daerah lainnya. Salah satu contohnya, luas satu kabupaten di Papua ada yang sama dengan satu provinsi di Pulau Jawa. Menurutnya, Papua harus ditangani serius, terutama pada sektor kesehatan. Hanya saja sejumlah permasalahan di Papua masih ditemui, wilayah yang dekat dengan provinsi saja masih kekurangan, bagaimana dengan wilayah lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembangunan DOB menjadi langkah yang patut diperhitungkan demi upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Papua.
Pada kesempatan berbeda, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menuturkan, bahwa tujuan dari pemekaran wilayah ini adalah bentuk upaya untuk menciptakan pemerataan pembangunan dan diharapkan dapat mempermudah jangkauan pelayanan pemerintah di wilayah Papua. Selain itu, Jokowi menilai bahwa pemekaran wilayah di Papua juga merupakan aspirasi yang berasal dari masyarakat Papua itu sendiri yang telah diungkapkan dari beberapa tahun lalu dan berasal dari berbagai kelompok masyarakat.
Realisasi Daerah Otonom Baru di Papua dapat menjadi upaya terbaik dalam menghadirkan percepatan pembangunan dan pemerataan sebagai hak yang harus dan wajib diterima oleh warga Papua yang menjadi bagian dari NKRI. Dengan adanya DOB tentu saja hal ini akan memberikan kesempatan-kesempatan baru bagi Putra Daerah untuk semakin mengembangkan potensinya. Terlebih, pemekaran ini mengandung tujuan pembagian tugas Pemerintahan Daerah yang semakin spesifik dan menjangkau lebih fokus pada wilayah-wilayah dan masyarakat daerah yang lebih detail.
Hilangnya rasa percaya masyarakat Papua kepada negara tentu saja disebabkan karena adanya kesenjangan sosial serta minimnya pelayanan dasar yang dibutuhkan masyarakat terutama di daerah pelosok. Hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, sehingga pemerintah harus terus melakukan pendekatan demi memenuhi kebutuhan pelayanan dasar kepada masyarakat Papua, di mana pemekaran wilayah atau pembangunan DOB menjadi sesuatu yang patut untuk dilaksanakan, mengingat wilayah Papua yang teramat luas dengan akses jalan yang tidak semudah di wilayah lain seperti di pulau Jawa.
Pemerataan pembangunan menjadi salah satu fokus pemerintah yang terus diupayakan, sehingga dibutuhkan kebijakan yang mampu mewujudkan pemerataan tersebut. Pembangunan DOB menjadi jawaban, di mana pembangunan ini akan mendekatkan masyarakat dalam mengakses fasilitas umum yang dibangun oleh pemerintah.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Bali

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat

September 8, 2026

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan

September 8, 2026

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat PAPUA — Sejumlah tokoh masyarakat Papua mendorong…

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan PAPUA — Tokoh adat dan…

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar  Oleh : Radjiman Arif Aktivitas vulkanik kembali mengingatkan Indonesia bahwa hidup di kawasan cincin api menuntut kesiapsiagaan yang tinggi. Namun, kesiapsiagaan tidak sama dengan kepanikan. Ketika erupsi terjadi, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan agar setiap langkah perlindungan diri dilakukan berdasarkan kondisi nyata, bukan ketakutan yang dipicu oleh kabar yang belum terverifikasi. Situasi terkini terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan pentingnya prinsip tersebut. Erupsi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak berupa sebaran abu vulkanik dan gangguan terhadap sejumlah aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan. Pemerintah bersama lembaga kebencanaan dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta langkah mitigasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Dalam kondisi seperti ini, arus informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri. Video lama dapat kembali beredar seolah-olah merupakan kejadian terbaru, sementara spekulasi mengenai potensi bencana lanjutan dapat menyebar lebih cepat dibandingkan informasi resmi. Padahal, informasi yang keliru dapat memicu kepanikan, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan mendorong munculnya tindakan yang justru membahayakan keselamatan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menekankan bahwa masyarakat perlu tetap tenang dan mengikuti perkembangan berdasarkan data resmi. Kekhawatiran terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau memang menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung. Namun, setiap penilaian risiko harus didasarkan pada hasil pemantauan dan analisis lembaga yang memiliki kewenangan. Berton menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau aktivitas gunung api melalui koordinasi BNPB, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait. Berdasarkan evaluasi kondisi terkini, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai isu ancaman tsunami. Pemerintah tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan jalur evakuasi, sarana komunikasi, titik kumpul, serta langkah perlindungan masyarakat dapat digunakan apabila terjadi perubahan kondisi. …

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau Jakarta – Pemerintah bergerak memperkuat kesiapsiagaan menyusul erupsi Gunung…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.