• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»DOB Memacu Percepatan Pembangunan Papua

DOB Memacu Percepatan Pembangunan Papua

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 26 May 2022

DOB Memacu Percepatan Pembangunan Papua

Oleh : Rebecca Marian

Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) diyakini akan mempercepat pembangunan di Papua. Dengan adanya akselerasi pembangunan tersebut, maka kemajuan dan kesejahteraan Papua akan semakin cepat untuk diwujudkan.

Selama ini hanya ada dua provinsi di Papua yakni Papua dan Papua Barat. Padahal di sana daerahnya amat luas, jauh lebih besar daripada Jawa.

Ketika hanya ada 2 provinsi maka terdapat kesulitan karena pengendalian program dari pemerintah daerah terhalang oleh jauhnya jarak. Oleh karena itu penambahan DOB adalah sesuatu yang amat mendesak.

Ketika ada daerah otonomi baru maka akan lebih maju lagi karena ada penambahan dana APBD. Percepatan pembangunan akan terjadi karena memiliki modal, yakni dari dana APBD tersebut.

Pendeta Hiskia Rollo menyatakan bahwa percepatan pembangunan Papua dilakukan dengan mempersiapkan generasi muda. Dalam artian, anak-anak Papua adalah calon pemimpin di masa depan.

Mereka dipersiapkan jadi penggerak pembangunan di Bumi Cendrawasih, karena memiliki potensi berupa kecerdasan, kreativitas, dan kekuatan fisik.

Pemerintah menggunakan beragam cara untuk meningkatkan sumber daya manusia Papua. Salah satu cara yang ditempuh adalah memberikan dana otonomi khusus yang diwujudkan dalam program beasiswa, sehingga mereka bisa sekolah tinggi, bahkan sampai di Universitas. Kelak jika berhasil lulus dan terbukti jadi pemuda cakap, bisa dipercaya jadi pemimpin.

Baik Calon Gubernur, walikota, bupati, atau pejabat pemerintah. Dalam UU Otsus memang disebutkan bahwa pemimpinnya harus warga asli Papua.
Saat ada daerah otonomi baru maka otomatis butuh pemimpin baru. Posisi itu akan diisi oleh warga asli Papua dan akan menjadi kebanggaan karena putra daerah akan memimpin daerahnya sendiri. Sementara itu, para pemuda akan dipersiapkan untuk 10 atau 15 tahun mendatang untuk jadi calon pemimpin baru. Pemimpin muda akan mempercepat pembangunan karena lebih trengginas dan memberi teladan.
Tokoh pemuda Papua Charles Kosay menyatakan bahwa pemekaran wilayah adalah salah satu amanat otonomi khusus. Keduanya memang saling berkaitan, karena tujuannya sama-sama memajukan masyarakat Papua. Kemajuan hanya bisa tercapai melalui pembangunan dan perubahan ke arah yang positif.
Charles Kosay menambahkan, saat ini ada rentang kendali yang sangat panjang karena luasnya wilayah Papua. Oleh karena itu pemekaran wilayah alias penambahan provinsi akan membantu untuk pengendalian pemerintah. Wilayah yang menciut malah menguntungkan karena bisa mengatur masyarakatnya dengan lebih mudah.
Jika rakyatnya diperhatikan dan diatur sebaik-baiknya maka pembangunan akan sukses dan dipercepat. Penyebabnya karena mereka mematuhi berbagai program, baik yang dicanangkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Masyarakat dapat memanfaatkan infrastruktur dengan tertib dan mematuhi berbagai peraturan dengan senang hati.
Selain itu, keuntungan lain dari pemekaran wilayah adalah jarak antara kantor pemerintah provinsi dengan masyarakat. Pengamat politik Frans Maniagasi menyatakan bahwa pemekaran wilayah akan memperluas jangkauan pelayanan birokrasi pemerintah.
Dalam artian, jika wilayah Papua dibagi 2 provinsi lalu diganti jadi dibagi 5 provinsi, otomatis jaraknya dekat. Masyarakat akan mudah untuk mengurus administrasi dan surat-surat lain ke ibu kota provinsi. Mereka akan lebih tertib dalam birokrasi dan mengurus berbagai surat penting dengan tepat waktu.
Penambahan daerah otonomi baru di Papua adalah sesuatu yang sangat penting untuk diwujudkan yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk menyudahi demonstrasi dan ikut mengawal pembentukan DOB di Papua demi mempercepat kemajuan Bumi Cenderawasih.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

 

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

August 22, 2026

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

August 22, 2026

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor Oleh: Aziz Rahman Ketika ketidakpastian…

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

​Bikin Terenyuh! Aksi Nyata LAZNAS Darunnajah Bikin Para “Pahlawan Jalanan” Tersenyum Lebar

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Di tengah dinamika mobilitas ibu kota yang digerakkan oleh para pekerja lapangan, eksistensi petugas Penanganan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.