• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Disiplin Prokes dan Vaksinasi Solusi Hadapi Lonjakan Covid-19

Disiplin Prokes dan Vaksinasi Solusi Hadapi Lonjakan Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 30 June 2021

Oleh : Suharso

Jumlah pasien Covid-19 yang naik terus membuat status Indonesia menjadi diserang lonjakan kasus positif. Pasalnya, pasien covid lebih tinggi daripada tahun lalu. Oleh karena itu, jika ingin selamat dari Covid-19, maka tidak ada pilihan lain kecuali menaati protokol kesehatan 5M dan mengikuti program vaksinasi nasional.
Pandemi belum juga berakhir dan keadaan jadi makin parah.

Baru saja minggu lalu pasien Covid-19 12.000 per orang, saat ini sudah naik jadi 21.342 kasus. Bahkan di DKI Jakarta per hari ada lebih dari 9.000 orang yang kena Covid-19. Lonjakan ini tentu memusingkan karena RS penuh oleh pasien covid, sementara yang isolasi mandiri di rumah pun tak kalah banyaknya.

Lonjakan pasien sudah diprediksi oleh para epidemiolog di Indonesia, karena mereka melihat masyarakat yang tidak disiplin saat libur lebaran. Ada yang nekat mudik dan ada pula yang berwisata tanpa menaati protokol kesehatan. Akibatnya lebih dari 14 hari kemudian, mereka tertular Covid-19 karena mobilitas yang tinggi dan berkerumun seenaknya.

Untuk mencegah terkena Covid-19 gelombang 2 maka kita harus menaati protokol kesehatan 5M dan vaksinasi. Karena berkaca dari beberapa bulan lalu, ada lonjakan pasien covid karena tidak menaati protokol kesehatan physical distancing, menghindari mobilitas, dan menghindari kerumunan. Kondisi ini makin diperparah dengan menyebarnya Covid-19 varian delta yang berasal dari India.

Beda dengan varian alfa, delta lebih ganas dan membuat orang yang kena virus covid-19 merasakan gejala yang lebih parah, karena ia 2 kali menyerang lebih dahsyat. Pasien merasa pusing berat, lemas, lidah pahit, dan diare. Covid-19 delta bisa menular hanya dengan berpapasan dengan OTG, tak heran kita wajib stay at home dan jangan keluar rumah kecuali untuk hal yang penting.

Taati protokol kesehatan 5M: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan. Banyak dokter yang menyarankan untuk memakai masker ganda, yakni masker medis di dalam dan maske kain di luar. Tujuannya agar makin kuat menyaring droplet dari OTG. Kita harus makin waspada karena siapa saja bisa jadi suspect OTG.

Untuk mengurangi mobilitas masyarakat maka pemerintah mencanangkan PPKM mikro lagi dan para pekerja 75% work from home, sementara anak-anak masih sekolah online. Alex K Ginting, Kabid Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 menyatakan bahwa pemerintah daerah harus mengawasi PPKM mikro agar berlangsung dengan baik, tujuannya agar mempertahankan zona hijau.

Dalam artian, mulai dari sekecil RT/RW harus mengawasi warganya untuk menghindari kerumunan. Jika ada hajatan besar-besaran, langsung lapor saja agar dibubarkan oleh tim satgas covid, karena mereka jelas melanggar protokol kesehatan.

Selain menaati protokol kesehatan, masyarakat juga diminta untuk vaksinasi. Jangan pilih-pilih, jika yang ada AstraZeneca maka jangan beralasan mencari vaksin Sinovac. Kedua jenis vaksin ini sama manfaatnya untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada virus covid-19. Efikasinya sama-sama tinggi.

Setelah vaksinasi maka bisa selfie lalu diunggah ke media sosial. Tujuannya agar para followers mau juga divaksinasi, karena mereka melihat bahwa tidak ada efek samping sama sekali pasca vaksin. Dengan mengkampanyekan vaksinasi maka kita turut membantu program pemerintah untuk mensukseskan program vaksinasi nasional dan mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok.

Menaati protokol kesehatan dan vaksinasi adalah cara untuk menghindari Covid-19 dan jangan sepelekan penyakit ini, karena varian delta lebih berbahaya dan mematikan. Taati protokol kesehatan, tak hanya 3M tetapi juga 5M. Vaksinasi juga wajib dilakukan, apalagi injeksi ini gratis 100%. Jangan lengah sedikitpun agar tidak kena Covid-19.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.