• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Disiplin Prokes 5M Guna Cegah Penularan Gelombang Kedua Covid-19

Disiplin Prokes 5M Guna Cegah Penularan Gelombang Kedua Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 25 May 2021

Oleh: Halimatussyadiah (Warganet Kota Depok)

Selama setahun lebih perkembangan kasus Covid-19 belum juga membaik di Indonesia. Bahkan peneliti telah menemukan berbagai varian baru Covid-19 yang diketahui memiliki kemampuan penularan yang lebih tinggi. Menurut Menteri Kesehatan, penyebaran varian baru di Tanah Air berasal dari Arab Saudi, Afrika, India, dan Malaysia.

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia pernah mengatakan dalam jumpa pers pada Senin, 17 Mei 2021 bahwa varian baru ini lebih cepat penularannya.

Oleh karena itu, masyarakat harus selalu mematuhi ptokol kesehatan demi melindungi diri sendiri maupun orang lain. Pemerintah Indonesia menekankan seluruh elemen masyarakat untuk menanamkan pentingnya penelusuran kontak erat dengan orang yang terpapar Covid-19.

Meski varian baru Covid-19 banyak ditemukan, dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) penularannya bisa dicegah. Dalam hal ini, keseriusan masyarakat dalam mematuhi prokes 3M harus lebih ditingkatkan. Seperti yang diketahui, prokes 3M, yaitu mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak aman. Disiplin terhadap protokol kesehatan melalui 3M tersebut dilakukan demi menekan angkat kasus Covid-19 yang semakin merajalela.

Sejumlah aturan pemerintah dalam mendorong penekanan angka kasus Covid-19 juga terus digalakkan. Seperti pada bulan Ramadan silam, masyarakat dilarang untung mudik ke kampung masing-masing.

Pemerintah tidak memiliki niat untuk mengekang atau bahkan menghalangi masyarakat dalam menjalankan tradisi mudik Lebaran, melainkan semata-mata untuk mencegah hal yang lebih buruk terjadi, yaitu munculnya gelombang dua pandemi Covid-19.

Meski demikian, pemerintah juga telah bersiap untuk mengantisipasi adanya kemungkinan lonjakan kasus yang terjadi pascalibur lebaran kali ini. Hal tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah agar jika nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Indonesia memiliki alternatif dan dampak negatif bisa diminimalisasi.

Optimalisasi Bantuan Pangan: Penyangga di Tengah Gejolak Dunia

April 13, 2026

Distribusi Bantuan Pangan Dipercepat untuk Perkuat Daya Beli Masyarakat

April 13, 2026

Optimalisasi Bantuan Pangan: Penyangga di Tengah Gejolak Dunia

By Kata IndonesiaApril 13, 20260

Optimalisasi Bantuan Pangan: Penyangga di Tengah Gejolak Dunia Oleh : Garvin Reviano Di tengah dinamika…

Distribusi Bantuan Pangan Dipercepat untuk Perkuat Daya Beli Masyarakat

By Kata IndonesiaApril 13, 20260

Distribusi Bantuan Pangan Dipercepat untuk Perkuat Daya Beli Masyarakat Jakarta – Pemerintah terus mengakselerasi distribusi…

Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Tengah Tekanan Global

By Kata IndonesiaApril 13, 20260

Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Tengah Tekanan Global Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog,…

Mendukung Penertiban Dapur MBG sebagai Instrumen Pengendalian Mutu Program Nasional

By Kata IndonesiaApril 13, 20260

Mendukung Penertiban Dapur MBG sebagai Instrumen Pengendalian Mutu Program Nasional Oleh: Arkan Satya Mahendra Penertiban…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.