• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Internasional»Din Syamsuddin Bawa Bhineka Tunggal Ika dalam Forum Pemuka Agama di Baku, Azerbaijan

Din Syamsuddin Bawa Bhineka Tunggal Ika dalam Forum Pemuka Agama di Baku, Azerbaijan

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 19 November 2019

Selama dua hari berturut-turut telah diselenggarakan II Baku World Religious Summit Leaders, tepatnya pada 14 – 15 November 2019, di Baku Convention Centre. Indonesia diwakili oleh Prof. Din Syamsuddin dan Anggia Ermarini.

Kepada KBRI Baku, Prof. Din Syamsuddin menjelaskan bahwa dalam pertemuan puncak para pemuka agama dari seluruh dunia ini, ia memberikan beberapa pernyataan. “Kami membahas beberapa isu di dalam forum ini, salah satunya membahas the absence of peace, yang sekarang menjadi masalah dan tantangan dunia,” jelasnya di KBRI Baku, 16 November 2019.

“Kami berbagi pengalaman kehidupan bernegara di Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dengan motto Bhineka Tunggal Ika, ini yang sekarang dilirik di mata dunia. Bahwa bentuk yang diimplemantisikan di Indonesia yang masyarakatnya majemuk ini adalah sebuah solusi bagi kehidupan dunia yang multikultural.”

Di akhir acara yang diperakarsai oleh Presiden Republik Azerbaijan, Ilham Aliyev, bersama dengan petinggi tokoh agama di negara kaya minyak ini, Sheikh-ul-Islam Allahshukur Pashazade, sekitar 150 pemuka agama dari berbagai negara dan agama ini menandatangani Deklarasi Baku.

Dalam pemaparannya Prof. Din Syamsuddin menyampaikan beberapa hal yang bersifat praktis dalam mewujudkan perdamaian dan mengembangkan kerukunan antar umat beragama. Ia menjelaskan perlunya upaya yang dapat dilakukab bersama dalam membangun perdamaian dunia. Seperti perlunya merumuskan titik temu dari agama-agama dalam bentuk teologi bersama tentang multikulturalisme dan hidup berdampingan secara damai.

Kedua, ia menjelaskan perlunya ada teologi jalan tengah atau middle path, di mana setiap agama memiliki ajaran tersebut. Dan yang ketiga, perlu adanya peningkatan dari dialog kata-kata ke dialog perbuatan. Di mana dialog perbuatan ini sudah mulai dipraktikan oleh para pemuka agama di Indonesia, dalam bentuk kerjasama antar agama untuk menanggulangi bencana alam, kerjasama dalam isu iklim dan lingkungan dan lain sebagainya.

Hilirisasi Jadi Strategi Utama Presiden Prabowo Mendorong Industri Maju Indonesia

May 25, 2026

Ikhtiar Negara Menyambut Puncak Ibadah Haji

May 25, 2026

Hilirisasi Jadi Strategi Utama Presiden Prabowo Mendorong Industri Maju Indonesia

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

Hilirisasi Jadi Strategi Utama Presiden Prabowo Mendorong Industri Maju Indonesia Jakarta, – Pemerintah terus memperkuat…

Ikhtiar Negara Menyambut Puncak Ibadah Haji

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

Ikhtiar Negara Menyambut Puncak Ibadah Haji Oleh : Abdul Karim Penyelenggaraan ibadah haji bukan semata…

Pemerintah Hadirkan Tata Kelola Haji yang Lebih Modern dan Humanis

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

Pemerintah Hadirkan Tata Kelola Haji yang Lebih Modern dan Humanis Oleh : Ilham Maulana Penyelenggaraan…

Pemerintah Pastikan Haji 2026 Berjalan Aman dan Lancar Jelang Puncak Armuzna

By Kata IndonesiaMay 25, 20260

Pemerintah Pastikan Haji 2026 Berjalan Aman dan Lancar Jelang Puncak Armuzna Jakarta – Pemerintah memastikan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.