• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Diksi ”Bajingan-Tolol”, Komunikolog Emrus Sihombing: Contoh Demokrasi Yang Kebablasan

Diksi ”Bajingan-Tolol”, Komunikolog Emrus Sihombing: Contoh Demokrasi Yang Kebablasan

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 2 August 2023

Diksi ”Bajingan-Tolol”, Komunikolog Emrus Sihombing: Contoh Demokrasi Yang Kebablasan

Komunikolog Universitas Pelita Harapan, Dr Emrus Sihombing menyebut bahwa setiap negara mesti memiliki sistem demokrasi, dan Indonesia adalah salah satu negara yang menganut sistem demokrasi yang berasaskan nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut diungkapkannya dalam salah satu stasiun televisi nasional yang bertajuk ”Menjaga Demokrasi Yang Beretika” pada Rabu, 2 Agustus 2023.

Ia menyebut bahwa demokrasi Indonesia harus berdasarkan Pancasila yang didalamnya terdapat nilai ”beradab” sehingga demokrasi Indonesia haruslah yang beradab.

”Kita tentu menganut demokrasi, namun bukan yang liberal, namun berasas nilai Pancasila. Di dalamnya ada kata beradab, sehingga demokrasi yang kita akui adalah demokrasi yang beradab,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (02/08/2023).

Belakangan ini muncul diksi ”bajingan-tolol” dalam bentuk kritik. Dr. Emrus menyebut bahwa diksi itu tidaklah pantas dan tidak beretika jika didasarkan atas nilai-nilai Pancasila. Ia menganggap diksi tersebut tidak sesuai dengan demokrasi yang diterapkan di Indonesia.

”Saya melihat ada diksi yang muncul akhir pekan ini yang tidak tepat, inilah contoh demokrasi yang kebablasan seperti adanya diksi ‘bajingan-tolol’. Tentunya apa yang disampaikan dengan diksi itu sama sekali tidak pas,” katanya.

Dr. Emrus mengatakan, Diksi yang diungkapkan untuk mengkritik haruslah mengandung makna yang produktif, bukan malah menjatuhkan. Menurutnya, kritik yang dilontarkan haruslah berdasarkan nilai-nilai etika yang berlaku di masyarakat.

”Kita harus pisahkan antara kritik yang produktif dan kritik yang dibungkus dengan agenda” katanya.

”Menurut saya, dari sudut ilmu komunikasi dan ilmu lain tentunya pesan tersebut sangat tidak tepat, penerapan ilmu pengetahuan tidak boleh lepas dari nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, di relasi antar manusia,” lanjutnya.

Soal pernyataan Rocky Gerung yang mengkritik presiden dengan diksi ”bajingan-tolol”, Dr. Emrus menyebut bahwa dia kerap mengungkapkan kritik tidak produktif ke Presiden Jokowi.

Selain itu Ia menerangkan, kritik yang dilontarkan tersebut merupakan bentuk dari penghinaan dan merendahkan. Tidak hanya merendahkan presiden namun juga merendahkan masyarakat.

”Menurut pandangan saya, saya berpendapat bahwa itu adalah merendahkan orang lain. Bukan hanya Presiden Jokowi, namun dia juga merendahkan para pemirsanya dan merendahkan dirinya sendiri. Padahal dalam konumikasi hendaknya kita harus berposisi egaliter dan ada kesetaraan,” terangnya.

RUU Perampasan Aset Dipastikan Dibahas Terbuka dan Libatkan Publik

August 1, 2026

Aspirasi Daerah Diserap, Matangkan RUU Perampasan Aset

August 1, 2026

RUU Perampasan Aset Dipastikan Dibahas Terbuka dan Libatkan Publik

By Kata IndonesiaAugust 1, 20260

RUU Perampasan Aset Dipastikan Dibahas Terbuka dan Libatkan Publik JAKARTA – Pembahasan RUU Perampasan Aset…

Aspirasi Daerah Diserap, Matangkan RUU Perampasan Aset

By Kata IndonesiaAugust 1, 20260

Aspirasi Daerah Diserap, Matangkan RUU Perampasan Aset Jakarta- Pemerintah bersama DPR terus mematangkan pembahasan Rancangan…

Pulung Agustanto: Tingginya Angka Kecelakaan Kerja Harus Jadi Perhatian Serius

By Kata IndonesiaAugust 1, 20260

Data teranyar dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) mencatat lonjakan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja…

Mitigasi PHK Diperkuat, Pemerintah Siapkan Klarifikasi dan Mediasi Perusahaan

By Kata IndonesiaAugust 1, 20260

Mitigasi PHK Diperkuat, Pemerintah Siapkan Klarifikasi dan Mediasi Perusahaan Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.