• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Di Rakornas 2026, Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Pemimpin Adil dan Jujur

Di Rakornas 2026, Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Pemimpin Adil dan Jujur

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 4 February 2026

Di Rakornas 2026, Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Pemimpin Adil dan Jujur

Bogor – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia sebagai bangsa majemuk sangat bergantung pada hadirnya kepemimpinan yang adil, jujur, dan tulus melayani rakyat. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

 

Dalam arahannya di hadapan para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia, Presiden Prabowo menekankan bahwa masyarakat memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap para pemimpin di semua tingkatan. Menurutnya, rakyat Indonesia mendambakan sosok pemimpin yang mengedepankan keadilan, kejujuran, serta bekerja sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat luas.

 

“Mereka mendambakan selalu pemimpin yang baik, pemimpin yang adil, pemimpin yang jujur, pemimpin yang bekerja untuk rakyat semuanya. Ini adalah harapan semua rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo.

 

Presiden Prabowo juga memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala daerah agar tidak terjebak pada sikap egois dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak menyukai pemimpin yang hanya berorientasi pada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, sementara mengabaikan kesejahteraan rakyat.

 

“Mereka tidak suka pemimpin yang hanya memajukan kepentingan pribadinya saja. Ini adalah harapan semua rakyat kita,” ucapnya menegaskan.

 

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menilai keberagaman suku, agama, ras, dan bahasa yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan strategis yang harus dijaga dan dirawat bersama. Keberagaman tersebut, menurutnya, justru menjadi fondasi pemersatu bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) apabila dipimpin dengan adil dan penuh tanggung jawab.

 

Selain integritas, Presiden Prabowo juga meminta para kepala daerah untuk memiliki ketajaman dan kewaspadaan dalam memimpin. Ia mengingatkan agar pemimpin daerah tidak bersikap lugu dan selalu memahami dinamika politik serta sosial di wilayah masing-masing demi menjaga stabilitas dan harmoni masyarakat.

 

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pemahaman peran aparatur pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, sebagai pelayan dan pemimpin rakyat. Menurut Presiden Prabowo, pada dasarnya rakyat Indonesia menginginkan kehidupan yang tenang, aman, dan harmonis.

 

Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 dinilai menjadi momentum strategis karena mempertemukan hampir seluruh unsur pemerintahan dalam satu forum koordinasi nasional. “Ini adalah suatu kesempatan yang baik bahwa saya bisa bertatap muka dengan hampir bisa dikatakan 99 persen pemerintah Republik Indonesia dari tingkat pusat hingga daerah,” kata Presiden Prabowo.

 

Rakornas 2026 dihadiri oleh jajaran kepala daerah beserta wakilnya, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari seluruh penjuru Tanah Air. Melalui forum ini, Presiden Prabowo mengajak seluruh jajaran pemerintah menyatukan visi, menjaga harmoni, dan bekerja sepenuhnya untuk kepentingan rakyat demi menjamin masa depan Indonesia yang aman, stabil, dan berhasil. (*)

Pemerintah Dorong Sektor Kehutanan Jadi Motor Perdagangan Karbon Nasional

July 22, 2026

Perdagangan Karbon Diperkuat sebagai Pilar Ekonomi Hijau Indonesia

July 22, 2026

Pemerintah Dorong Sektor Kehutanan Jadi Motor Perdagangan Karbon Nasional

By Kata IndonesiaJuly 22, 20260

Pemerintah Dorong Sektor Kehutanan Jadi Motor Perdagangan Karbon Nasional Jakarta – Pemerintah memperkuat perdagangan karbon…

Perdagangan Karbon Diperkuat sebagai Pilar Ekonomi Hijau Indonesia

By Kata IndonesiaJuly 22, 20260

Perdagangan Karbon Diperkuat sebagai Pilar Ekonomi Hijau Indonesia Jakarta – Pemerintah terus memperkuat implementasi perdagangan…

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden  Oleh: Fajar Dwi Santoso Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing. Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi. Presiden juga menilai berbagai kritik terhadap MBG perlu dilihat secara proporsional. Alih-alih hanya memperdebatkan besaran anggaran, perhatian publik seharusnya diarahkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Dalam pandangannya, indikator keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka makroekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan, memastikan pupuk tersedia bagi petani dengan harga terjangkau, serta menjamin anak-anak memperoleh makanan bergizi di sekolah. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pembangunan manusia merupakan dua agenda yang berjalan beriringan. Pendekatan tersebut sejalan dengan berbagai kajian internasional yang menempatkan investasi pada gizi anak sebagai salah satu instrumen paling efektif untuk meningkatkan produktivitas nasional dalam jangka panjang. Anak yang memperoleh gizi memadai sejak dini memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, memiliki kemampuan belajar yang baik, serta menjadi tenaga kerja produktif pada masa depan. Karena itu, keberlanjutan MBG memiliki dimensi strategis yang jauh melampaui pemberian makanan semata. Pandangan serupa juga pernah disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang. Ia menjelaskan bahwa fokus pemerintah tidak hanya memperluas jangkauan penerima manfaat, tetapi juga memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, dan tata kelola program terus diperbaiki agar manfaat MBG benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program bergantung pada pengawasan yang baik, keterlibatan pemerintah daerah, serta sinergi dengan pelaku usaha lokal sehingga manfaat ekonomi turut mengalir ke daerah. Di sisi lain, Presiden juga memberikan penekanan kuat terhadap reformasi birokrasi sebagai prasyarat percepatan pembangunan. Ia mengakui Indonesia telah berada pada jalur pembangunan yang benar, namun efektivitas pemerintahan masih perlu terus ditingkatkan. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah banyaknya regulasi yang tumpang tindih dan prosedur birokrasi yang belum sepenuhnya efisien. Karena itu, pemerintah memilih mempercepat transformasi digital melalui pengembangan GovTech serta implementasi Single National Identity Card. Gagasan ini menjadi langkah penting untuk menyederhanakan pelayanan publik yang selama ini tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Dengan identitas digital nasional yang terintegrasi, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi proses administrasi yang berulang, sementara pemerintah dapat meningkatkan akurasi data serta efektivitas penyaluran berbagai program.…

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia Oleh: Shafiq Tauqy Optimisme Indonesia menjadi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.