• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Demo Buruh Tidak Membawa Manfaat dan Ganggu Kondusifitas

Demo Buruh Tidak Membawa Manfaat dan Ganggu Kondusifitas

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 13 May 2022

Demo Buruh Tidak Membawa Manfaat dan Ganggu Kondusifitas

Oleh : Afnan Habibi

Demo buruh yang akan dilaksanakan pada 14 Mei 2022 dianggap tidak relevan karena tuntutan buruh sudah terpenuhi. Oleh sebab itu, demonstrasi tersebut diyakini tidak membawa manfaat dan hanya mengganggu kondusifitas.

Hari buruh internasional diperingati tanggal 1 Mei dan para buruh sudah mengadakan demo, tetapi mereka akan mengadakan aksi lagi tanggal 14 Mei.

Mungkin karena unjuk rasa kemarin dirasa kurang, karena banyak yang fokus untuk mudik. Nantinya di demo tanggal 14 Mei buruh se-Jabotabek akan berunjuk rasa dan yang akan datang diklaim sebanyak 100.000 orang.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyatakan bahwa unjuk rasa akan diadakan jam 10 pagi di depan gedung DPR RI. Nanti akan dilanjutkan di Istora Senayan dengan tema Mayday Fiesta. Bahkan ia mengklaim bahwa acara di JIS akan dihadiri oleh lebih dari 50.000 buruh dari seluruh Indonesia.

Para buruh menuntut berbagai hal saat demo seperti penurunan pajak PPN, penurunan harga sembako, dan lain-lain. Mereka memaksa untuk berunjuk rasa padahal masih pandemi dan tidak takut akan kena Corona.

Demo lanjutan dari para buruh tidak mendapat simpati masyarakat sama sekali. Walau banyak rakyat yang juga berstatus buruh, tetapi mereka tak mau ikut turun ke jalan saat hari buruh. Penyebabnya karena kegiatan itu jelas membuat macet dan akhirnya merugikan banyak orang.

Unjuk rasa yang diadakan oleh para buruh selalu mengganggu masyarakat karena kemacetan yang terjadi amat parah. Jika ada masyarakat yang memprotes, ia malah dicemooh oleh para buruh.

Padahal seharusnya buruh yang wajib mengalah karena ia menimbulkan kemacetan dan melanggar protokol kesehatan yakni membuat kerumunan dengan sengaja.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria menyatakan bahwa demo buruh ditakutkan akan mengganggu pelayanan publik, mengganggu ketertiban, dan takut disusupi. Dalam artian, ketika ada unjuk rasa maka pelayanan publik terganggu karena ada kemacetan yang luar biasa akibat banyaknya pendemo.

Selain itu, suasana demo yang panas dikhawatirkan akan mengganggu ketertiban karena massa bisa saja emosi. Sungguh aneh ketika para buruh katanya menyuarakan hati rakyat tetapi merugikan rakyat karena mereka merusak fasilitas umum. Takutnya juga ada pembakaran ban dan perusakan rumah warga, sehingga merugikan pemiliknya.
Ketakutan akan datangnya gangguan memang wajar karena bisa saja demo disusupi oleh provokator. Jika ini yang terjadi maka takut unjuk rasa makin memanas dan membuat kerusuhan besar. Jangan sampai gara-gara ambisi buruh maka rusaklah semuanya. Memang benar jika demo buruh tidak membawa manfaat karena hanya berakhir dengan kericuhan dan kerusakan.
Untuk mengamankan demo maka pihak Kepolisian RI siap siaga. Kombes Pol Endra Zulpan, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan 572 personel. Mereka siap menjaga keamanan dan keselamatan warga saat unjuk rasa terjadi. Jangan sampai ada korban luka apalagi korban jiwa saat demo buruh nanti.
Para pendemo juga jangan emosi ketika dihalau oleh aparat keamanan karena mereka hanya menjalankan tugasnya. Lagipula unjuk rasa di masa pandemi juga dilarang karena menimbulkan kerumunan. Jadi memang pendemo yang bersalah karena melanggar peraturan dan juga protokol kesehatan.
Demo buruh pada 14 Mei 2022 sebaiknya dibatalkan saja karena tidak ada manfaatnya. Malah masyarakat akan sangat terganggu mobilitasnya akibat kemacetan gara-gara unjuk rasa buruh. Para buruh juga wajib menyadari bahwa tuntutannya dalam demo telah terpenuhi.

)* Penulis adalah pegiat literasi publik Purwokerto

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

September 22, 2026

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Oleh Arga Septian Menjelang dua tahun…

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan)…

Gus Adnan Bongkar Kunci Santri Masa Depan di PPSN VI: Jadilah Ulama yang Intelek, Bukan Intelek yang Tahu Agama Saja!

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Santri tingkat Ulya Satuan Pendidikan Salafiyah Kajian Kitab Kuning Pondok Pesantren Tahfidz Alishlah DKI Jakarta…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.