• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Dari Gelap ke Terang: Restorasi Kelistrikan Percepat Aktivitas Warga Terdampak Banjir

Dari Gelap ke Terang: Restorasi Kelistrikan Percepat Aktivitas Warga Terdampak Banjir

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 28 December 2025

Dari Gelap ke Terang: Restorasi Kelistrikan Percepat Aktivitas Warga Terdampak Banjir

Oleh: Dhita Karuniawati

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa waktu terakhir kembali menguji ketangguhan masyarakat dan kesiapan pemerintah dalam menghadapi bencana alam. Curah hujan tinggi yang berlangsung dalam durasi panjang menyebabkan sungai meluap, merendam permukiman, fasilitas umum, serta infrastruktur vital. Di antara berbagai dampak yang dirasakan, terhentinya pasokan listrik menjadi salah satu persoalan paling krusial karena berpengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari warga terdampak. Restorasi kelistrikan menjadi harapan besar bagi warga untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih normal.

 

Pemerintah melalui PLN bersama instansi terkait bergerak cepat melakukan upaya pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak. Restorasi kelistrikan bukan pekerjaan sederhana, melainkan proses teknis yang memerlukan ketelitian dan kehati-hatian tinggi. Sebelum listrik kembali dialirkan, petugas harus memastikan seluruh jaringan dalam kondisi aman, mulai dari pembangkit, gardu, jaringan distribusi, hingga instalasi di rumah warga. Keselamatan menjadi prioritas utama agar pemulihan tidak justru menimbulkan risiko baru.

 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) menyatakan progres pemulihan listrik di wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, hingga Aceh yang terdampak bencana secara total mencapai 98,46% per 22 Desember 2025.

 

Berdasarkan data Kementerian ESDM, secara nasional, dari total 2.666.398 pelanggan yang terdampak gangguan kelistrikan, sebanyak 2.625.568 pelanggan telah kembali menikmati listrik. Sementara itu, 40.830 pelanggan masih dalam proses pemulihan seiring upaya perbaikan infrastruktur di lapangan.

 

Di Provinsi Aceh, pemulihan terus menunjukkan tren positif. Dari total aset pelanggan sebanyak 1.847.786 pelanggan, sebanyak 1.807.111 pelanggan atau 97,7% telah kembali menyala. Sisanya, sekitar 40.675 pelanggan masih padam dan menjadi fokus percepatan pemulihan.

 

Perkembangan signifikan ditandai dengan bertambahnya pelanggan yang kembali menyala sebanyak 6.548 pelanggan, terutama di Desa Krueng Simpo, Desa Simpang Jaya, dan Desa Sukatani. Selain itu, program perbaikan infrastruktur kelistrikan di wilayah kerja UP3 Langsa hingga 21 Desember 2025 telah berhasil memulihkan 166 dari 183 lokasi terdampak bencana atau sekitar 91%. Sementara di wilayah UP3 Lhokseumawe, pemulihan telah mencapai 182 dari 202 lokasi terdampak atau sekitar 90%.

 

Di Sumatra Utara, kondisi kelistrikan hampir sepenuhnya pulih. Dari total 544.048 pelanggan terdampak, sebanyak 544.038 pelanggan atau sekitar 99,9% telah kembali menyala. Saat ini, tersisa 10 pelanggan yang masih padam, seluruhnya berada di Desa Hutajulu Parbalik, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, akibat akses jalan yang masih tertutup longsor sehingga menyulitkan pekerjaan perbaikan.

 

Di Sumatra Barat, pemulihan juga berada pada tahap akhir. Dari total 274.564 pelanggan terdampak, sebanyak 274.419 pelanggan atau sekitar 99,9% telah kembali menikmati listrik.

 

Sementara itu, Pesawat Super Hercules C-130J TNI Angkatan Udara membawa peralatan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk membantu percepatan pemulihan kelistrikan di lokasi terdampak banjir dan longsor, khususnya wilayah Aceh.

 

Super Hercules membawa 100 unit genset berkapasitas 10 KVA, 500 unit telepon genggam, 50 unit baterai, dan 50 unit rectifier dengan total muatan sekitar 15 ton yang diberangkatkan dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

 

Dirjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi Fifi Aleyda Yahya mengatakan bahwa pengiriman genset dilakukan untuk mendukung pemulihan kelistrikan tower jaringan telekomunikasi, khususnya di wilayah Aceh yang saat ini masih membutuhkan perhatian lebih.

 

Data dari Kementerian Komdigi, pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatra Utara saat ini sudah mencapai sekitar 97 persen, Sumatra Barat sekitar 99 persen, dan Aceh di kisaran 80 persen.

 

Bantuan genset tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar seluruh pihak bergerak cepat dalam mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor. Pengiriman bantuan tersebut juga mencerminkan sinergi lintas sektor antara TNI, Kementerian Komunikasi dan Digital, dan PT Telkomsel.

 

Restorasi kelistrikan pascabanjir di Sumatera menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan infrastruktur energi. Evaluasi terhadap jaringan listrik di wilayah rawan banjir terus dilakukan, termasuk peningkatan kualitas peralatan, penyesuaian desain jaringan, serta pemanfaatan teknologi yang lebih adaptif terhadap bencana. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak pemadaman dan mempercepat pemulihan jika bencana serupa kembali terjadi.

 

Banjir memang membawa kegelapan dalam berbagai aspek kehidupan warga Sumatera. Namun, melalui kerja cepat, sinergi lintas sektor, dan dedikasi petugas di lapangan, cahaya kembali menyala. Restorasi kelistrikan bukan sekadar memulihkan aliran energi, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas sosial, ekonomi, dan harapan masyarakat. Dari gelap ke terang, proses pemulihan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendampingi warga melewati masa sulit dan melangkah menuju kehidupan yang lebih baik.

 

 

*) Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

August 30, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG JAKARTA — Pemerintah mendorong Program…

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.