• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»CKG untuk Pelajar Diperkuat, Deteksi Dini Kesehatan Kian Optimal

CKG untuk Pelajar Diperkuat, Deteksi Dini Kesehatan Kian Optimal

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 6 April 2026

CKG untuk Pelajar Diperkuat, Deteksi Dini Kesehatan Kian Optimal

JAKARTA – Upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas kesehatan pelajar melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus menunjukkan hasil positif. Program yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto ini tidak hanya meningkatkan kesadaran kesehatan, tetapi juga memperkuat deteksi dini berbagai penyakit pada anak usia sekolah.

 

Implementasi CKG di berbagai daerah memperlihatkan dampak nyata. Di Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Sempaja, Samarinda, misalnya, program ini mampu mengidentifikasi sejumlah masalah kesehatan yang sebelumnya tidak terdeteksi.

 

Wakil Kepala Sekolah, Yunita Ainur Rizkiah, mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan CKG ditemukan beberapa siswa yang memerlukan penanganan lanjutan.

 

“Telah terdapat beberapa anak yang dirujuk, misalnya karena karies gigi, gigi berlubang, hingga batuk yang sudah berlangsung beberapa hari,” ujarnya.

 

Menurut Yunita, kehadiran program ini juga mendorong perubahan perilaku siswa. Mereka menjadi lebih peduli terhadap kondisi kesehatan dan tidak ragu melaporkan keluhan sejak dini.

 

“Para siswa kini lebih peduli dengan kondisi tubuhnya. Sedikit-sedikit mereka melapor, misalnya sakit perut atau batuk pilek,” ucapnya.

 

Dari sisi layanan, seluruh siswa telah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan sehingga memudahkan proses rujukan dan pengobatan. Hal ini memperkuat efektivitas program dalam menjamin akses layanan kesehatan yang merata.

 

Penguatan CKG juga dilakukan di berbagai daerah lainnya. Di Kabupaten Landak, Dinas Kesehatan setempat mengimbau orang tua agar segera menindaklanjuti hasil pemeriksaan kesehatan anak. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Subanri, menegaskan pentingnya langkah tersebut untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius.

 

“Kalau misalnya ada ditemukan penyakit-penyakit kronis pada anak tolong diajukan untuk dibawa ke rumah sakit atau puskesmas untuk ditindaklanjuti. Itulah fungsinya CKG itu,” ujarnya.

 

Ia juga menekankan bahwa cakupan program tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga anak yang belum atau tidak bersekolah.

 

“Kalau anak-anak sekolah agak gampang kita. Tapi kalau anak-anak yang tidak bersekolah diharapkan orang tua memastikan anak-anak juga melakukan CKG,” tuturnya.

 

Selain kesehatan fisik, CKG juga memperluas cakupan deteksi pada aspek kesehatan mental. Di Kabupaten Trenggalek, hasil skrining menunjukkan adanya gejala kecemasan dan depresi pada sebagian pelajar. Kepala Diskesdalduk Trenggalek, dr. Sunarto, menyampaikan bahwa temuan tersebut menjadi perhatian penting dalam upaya perlindungan kesehatan anak.

 

“Sementara untuk depresi, ditemukan gejala depresi ringan sebesar 0,81 persen dan depresi berat 0,35 persen,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa berbagai faktor seperti biologis, psikologis, dan lingkungan menjadi penyebab munculnya gangguan tersebut. Namun demikian, kondisi ini masih dapat ditangani dengan dukungan yang tepat.

 

“Dengan penanganan yang tepat dan dukungan keluarga, gejala tersebut bisa disembuhkan,” tegasnya.

 

Secara nasional, Kementerian Kesehatan juga mencatat bahwa sekitar 10 persen anak Indonesia menunjukkan indikasi masalah kesehatan jiwa berdasarkan hasil skrining CKG periode 2025–2026. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut angka tersebut sebagai sinyal penting bagi semua pihak.

 

“Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa itu besar sekali,” ujarnya.

 

Pemerintah pun terus memperluas cakupan skrining serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan setiap anak mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan sistem deteksi dini yang semakin optimal, program CKG diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, baik secara fisik maupun mental, sehingga mendukung proses belajar yang lebih maksimal dan berkelanjutan.

 

(*/rls)

Pemberantasan Korupsi Diperkuat lewat RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

September 1, 2026

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

September 1, 2026

Pemberantasan Korupsi Diperkuat lewat RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemberantasan Korupsi Diperkuat lewat RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Jakarta – Pembahasan RUU Perampasan Aset…

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan Oleh: Revan Ananda Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan cakupan program yang luas, pelaksanaannya membutuhkan tata kelola yang kuat, standar pelayanan yang jelas, serta pengawasan berkelanjutan. Karena itu, langkah pemerintah dalam mendisiplinkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penting untuk memastikan MBG tidak sekadar mengejar jumlah penerima manfaat, tetapi juga memperhatikan keamanan, kualitas, dan kelayakan makanan. Penguatan disiplin menjadi semakin penting seiring bertambahnya jumlah SPPG dan luasnya wilayah pelaksanaan MBG. Setiap unit memiliki tanggung jawab besar karena berhubungan langsung dengan makanan yang dikonsumsi masyarakat. Kesalahan dalam pengadaan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi dapat berdampak terhadap penerima manfaat. Penerapan standar operasional prosedur (SOP) karena itu tidak dapat dipandang sebagai formalitas, melainkan menjadi fondasi untuk menjaga kualitas pelayanan. Pengawasan terhadap pelaksanaan MBG menunjukkan bahwa persoalan yang ditemukan di lapangan mendapat perhatian dan menjadi bahan evaluasi. Langkah pemerintah mengevaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional Presiden menunjukkan komitmen yang serius. Masukan dari berbagai pihak untuk melakukan pemantauan langsung di sejumlah daerah dan mengevaluasi pelaksanaan MBG menjadi koreksi yang positif bagi pemerintah. Fakta menemukan adanya pelaksanaan yang berjalan kurang baik, masih terdapat persoalan, khususnya kasus keracunan makanan. Atas temuan tersebut, mereka merekomendasikan BGN menutup secara permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti menyebabkan keracunan, sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak dalam penyelenggaraan program MBG. Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa evaluasi dan penindakan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program. Ketika terdapat unit yang tidak menjalankan standar secara benar, tindakan korektif diperlukan agar persoalan tidak berulang dan tidak memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap keseluruhan MBG. Penutupan SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan juga dapat menjadi bentuk penegakan standar sekaligus pembelajaran bagi unit lainnya. Keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makanan yang berhasil disalurkan. Program berskala nasional membutuhkan kualitas pelaksanaan yang konsisten di setiap daerah. Penerima manfaat membutuhkan makanan yang tersedia tepat waktu, bergizi, higienis, aman, dan diproses melalui prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, penerapan SOP perlu dilakukan sejak pemilihan bahan baku, pemeriksaan kualitas, kebersihan dapur, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi.…

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG Oleh: Rivka Mayangsar Program Makan Bergizi Gratis…

Pemerintah Jaga Mutu MBG lewat Pengawasan Ketat Kepala Dapur

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Jaga Mutu MBG lewat Pengawasan Ketat Kepala Dapur Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan operasional…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.