• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»CKG Bentuk Peta Kesehatan Nasional, Deteksi Dini Penyakit Kian Terintegrasi

CKG Bentuk Peta Kesehatan Nasional, Deteksi Dini Penyakit Kian Terintegrasi

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 20 May 2026

CKG Bentuk Peta Kesehatan Nasional, Deteksi Dini Penyakit Kian Terintegrasi

Jakarta- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dinilai mulai membentuk “peta kesehatan nasional” melalui pengumpulan data kesehatan masyarakat lintas usia di berbagai daerah. Data tersebut penting untuk memperkuat sistem kesehatan preventif sekaligus meningkatkan deteksi dini penyakit tidak menular yang selama ini menjadi tantangan utama sektor kesehatan di Indonesia.

Semakin luasnya cakupan program CKG membuat kondisi kesehatan masyarakat kini dapat dipetakan secara lebih akurat. Mulai dari pola penyakit pada usia produktif, kesehatan anak sekolah, hingga faktor risiko penyakit kronis kini dapat teridentifikasi lebih dini melalui pemeriksaan rutin yang dilakukan di fasilitas kesehatan.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari mengatakan, program CKG telah melayani sekitar 100 juta penduduk Indonesia sejak pertama kali diluncurkan. Qodari merinci, tahun 2025 program CKG melayani 70 juta peserta, dan hingga awal Mei 2026, telah melayani 30 juta penduduk.

“Total sudah 100 juta penduduk Indonesia mendapatkan CKG,” kata Qodari.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut didukung oleh lebih dari 10 ribu Puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Dengan jangkauan yang semakin luas, pemerintah dapat mengumpulkan data kesehatan masyarakat secara lebih komprehensif dan terintegrasi.

Menurut Qodari, data yang terkumpul nantinya dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan nasional yang lebih tepat sasaran. Pemerintah juga dapat menentukan langkah intervensi lebih cepat berdasarkan temuan masalah kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat.

“Perjalanan kita masih Panjang karena penduduk Indonesia sekarang hamper 290 juta. Baru sepertiga,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, hasil pemeriksaan dalam program CKG menunjukkan sejumlah penyakit dan faktor risiko kesehatan yang paling banyak ditemukan pada masyarakat dewasa. Ia memaparkan, kasus yang banyak ditemukan meliputi hipertensi, kolesterol, obesitas, kurang aktivitas fisik, hingga gigi berlubang.

Ia menambahkan, manfaat program CKG memang tidak bisa dirasakan secara instan. Namun lima hingga sepuluh tahun ke depan, program ini diyakini dapat membantu menurunkan berbagai penyakit kronis di Indonesia.

“Mungkin kita belum bisa melihat manfaatnya CKG secepat sekarang. Tapi teman-teman akan lihat 5-10 tahun lagi angka penyakit jantung akan turun, stroke akan turun, kemudian diabetes akan turun, gagal ginjal akan turun,” ujar Dante.

Pemerintah berharap, keberlanjutan program CKG dapat mendorong masyarakat lebih rutin memeriksakan kondisi kesehatannya. Selain meningkatkan kesadaran hidup sehat, data yang dihasilkan juga diharapkan mampu memperkuat fondasi sistem kesehatan nasional berbasis pencegahan dan pelayanan terintegrasi.

PSN Merauke Memperluas Peluang Kerja bagi Orang Asli Papua

July 14, 2026

Sinergi Pemerintah dengan Elemen Bangsa Langkah Jitu Mitigasi PHK Lindungi Pekerja

July 14, 2026

PSN Merauke Memperluas Peluang Kerja bagi Orang Asli Papua

By Kata IndonesiaJuly 14, 20260

PSN Merauke Memperluas Peluang Kerja bagi Orang Asli Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Pembangunan yang berkualitas bukan hanya ditandai oleh hadirnya infrastruktur atau meningkatnya nilai investasi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan lapangan kerja yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dalam konteks Papua, Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Merauke menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kebijakan pemerintah diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Melalui pembangunan kawasan perkebunan tebu dan industri gula serta bioetanol, pemerintah menghadirkan fondasi ekonomi baru yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Selama bertahun-tahun, Papua menghadapi tantangan dalam menciptakan lapangan kerja yang memadai seiring meningkatnya jumlah angkatan kerja. Di sisi lain, potensi sumber daya alam yang melimpah membutuhkan pengelolaan yang mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Pemerintah menjawab tantangan tersebut melalui pengembangan PSN yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi nasional, tetapi juga pada penciptaan kesempatan kerja dalam jumlah besar. Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti pada aspek fisik, melainkan menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. …

Sinergi Pemerintah dengan Elemen Bangsa Langkah Jitu Mitigasi PHK Lindungi Pekerja

By Kata IndonesiaJuly 14, 20260

Sinergi Pemerintah dengan Elemen Bangsa Langkah Jitu Mitigasi PHK Lindungi Pekerja Oleh: Fajar Mahardika Di…

Korupsi di Sektor Strategis Merugikan Rakyat dan Negara

By Kata IndonesiaJuly 13, 20260

Korupsi di Sektor Strategis Merugikan Rakyat dan Negara Oleh: Dhita Karuniawati Dugaan korupsi dalam tata…

Cara Cerdas Presiden Prabowo Membersihkan BUMN dan Energi dari Praktik Korupsi Sistemik

By Kata IndonesiaJuly 13, 20260

Cara Cerdas Presiden Prabowo Membersihkan BUMN dan Energi dari Praktik Korupsi Sistemik Oleh: Bagas Nurahman…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.