• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Cegah Terorisme Jelang Nataru, Masyarakat Wajib Waspada

Cegah Terorisme Jelang Nataru, Masyarakat Wajib Waspada

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 24 December 2023

Cegah Terorisme Jelang Nataru, Masyarakat Wajib Waspada

Oleh : Haikal Fathan Akbar

Masyarakat wajib meningkatkan kewaspadaan diri dalam menghadapi dan menangkal peningkatan manuver serta bibit gerakan radikalisme hingga adanya ancaman teror yang terus saja meningkat, utamanya menjelang perayaan Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) mendatang.

Dalam upaya untuk mampu mencegah peningkatan aktivitas pihak-pihak yang menganut paham intoleran, radikalisme dan juga toleransi, aparat keamanan melalui Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian Negara Republik Indonesia (Densus 88 AT Polri) menggagas kegiatan penguatan komitmen kebangsaan dan kesatuan dalam bingkai kebhinnekaan yang berlangsung di Bale Sawala, Kampung Ranji, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

Tim Cegah Direktorat Pencegahan Densus 88 Markas Besar (Mabes) Polri, Inspektur Polisi Dua (IPDA) Rudi mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan memang dalam rangka untuk melakukan pencegahan demi terus memperkuat lingkungan masyarakat. Dirinya juga berharap supaya masyarakat bisa lebih waspada terkait dengan bagaimana berbahayanta pemahaman intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan penuh dari perangkat desa setempat, sehingga pihak aparat keamanan mengucapkan terima kasihnya lantaran ternyata seluruh pihak juga mengetahui betapa pentingnya tujuan untuk terus mereduksi berbagai macam paham intoleran, radikalisme dan terorisme itu, terlebih setelah adanya penegakan hukum tindak pidana terorisme di wilayah mereka, yakni di Kecamatan Kebonpedes.

Meski pihak Densus 88 AT Polri memiliki brand icon penegakan hukum merupakan suatu keniscayaan, namun nyatanya upaya pencegahan sendiri merupakan suatu kemuliaan yang hendaknya harus terus mampu diperjuangkan dan dilakukan sebelum kejahatan tersebut terjadi.

Jika seseorang memang telah memnuhi unsur tindak pidana, terlebih melakukan teror maka sudah jelas yang harus dilakukan adalah penegakan hukum yang tegas. Namun, jika masih dapat dilakukan pembinaan, maka alangkah jauh lebih baik lagi yakni diupayakan adanya pencegahan.

Pada kegiatan tersebut, pihak aparat keamanan juga menjelaskan bagaimana proses seseorang bisa menjadi teroris, yang mana diibaratkan sebagai sebuah pohon. Dia dimulai dari akarnya yang intoleran lalu dari akar tersebut nanti bisa menjalar dan terus tumbuh serta meningkat menjadi paham radikal atau seperti batangnya. Terakhir, akan menjadi buah yang mana aksi terorisme itu sendiri.

Beberapa kiat yang terus didorong agar masyarakat mampu semakin meningkatkan kewaspadaan diri mereka adalah dengan menjunjung tinggi falsafah dasar negara, yakni Pancasila. Lantaran Pancasila sendiri merupakan sebuah keputusan yang bersifat final berdasarkan ijtima dari para ulama serta para pendiri bangsa terdahulu dan isinya sama sekali tidak ada yang bertentangan dengan agama apapun di Indonesia.

Masyarakat harus terus mampu secara bersama-sama menjaga empat pilar penting dari keutuhan bangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kemudian menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta hingga terus menjaga keutuhan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika agar masyarakat tetap bisa bersatu meski di tengah terjadinya perbedaan yang ada.

Seluruh hal tersebut jika mampu dijaga dan dijunjung tinggi maka akan mampu membantu menangkal adanya rongrongan yang terus dilakukan oleh kelompok intoleran radikal bahkan mampu mencegah bangsa ini dari adanya ancaman aksi terorisme yang sangat merugikan banyak sekali pihak.

Sehingga adanya kegiatan seperti sosialisasi tersebut memang merupakan hal yang sangat penting dilakukan lantaran dapat menyebarkan kepada masyarakat secara luas terkait dengan bagaimana pemahaman mengenai bahayanya paham intoleran, radikalisme serta terorisme. Sehingga ke depannya diharapkan agar masyarakat mampu membentengi diri mereka sendiri termasuk seluruh keluarganya dari ancaman-ancaman gerakan tersebut.

Pihak Densus 88 AT Polri juga meminta kepada semua pihak termasuk Ketua RT dan RW setempat di tingkat masyarakat kecil agar bisa jauh lebih sensitif terhadap adanya pergerakan dari orang asing yang mungkin saja dicurigai di wilayah mereka, dan juga terus mengimbau kepada para pemilik kontrakan agar melakukan pendataan dan memvalidasi setiap orang siapapun yang hendak mengontrak di bangunan mereka agar harus melaporkan diri dan menyertakan identitas KTP atau KK serta lainnya.

Pasalnya, jika tidak dimulai dari masyarakat maka siapa lagi yang akan menjaga kampung dan wilayah agar bisa tercipta kondisi yang aman, nyaman, tentram serta damai demi kebaikan seluruh pihak?

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani mengatakan bahwa dirinya bersama dengan seluruh warganya dengan sangat tegas menyatakan penolakan atas masuknya berbagai macam paham intoleran dan radikalisme serta terorisme di desa mereka. Dalam pernyataan tegas tersebut juga telah disepakati oleh seluruh pihak untuk bisa bersama melawan segala bentuk tindakan yang dapat mengancam kedamaian dan keharmonisan masyarakat sendiri.

Lantaran bibit dari radikalisme dan juga terorisme terus menggeliat dan mulai bergerak atau melakukan manuver, terlebih menjelang perayaan Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) seperti sekarang ini, maka sudah barang tentu seluruh masyarakat wajib untuk terus meningkatkan kewaspadaan diri masing-masing dan mampu melawan hingga menangkal seluruh gerakan yang berlawanan dengan ideologi negara tersebut.

)* Penulis adalah Kontributor Vimedia Pratama Institut

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.