• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Gaya Hidup»Cara Unik Menghilangkan Stress Cukup Dengan Mencuci Piring!

Cara Unik Menghilangkan Stress Cukup Dengan Mencuci Piring!

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 16 September 2020

Laporan : Halwa Fitriosa Khalida Falaquera

Manusia selalu mempunyai tantangan atau masalah yang dihadapi dalam hidupnya. Baik permasalahan soal kerja, belajar, sekolah, kuliah, rumah tangga, dan lainnya. Dari permasalahan itu manusia yang tidak memiliki pemecahan masalah yang baik pasti akan berdampak pada prilakunya dan pikirannya atau yang biasa kita sebut sehari-hari yaitu stres.

Dalam hal ini ada cara yang memiliki efek positif untuk menghilangkan pikiran-pikiran yang mengganggu hingga membuat stres, yaitu dengan cara mencuci piring.

Benarkan ada efek positif dari mencuci piring? Mari kita bahas apa efek positif mencuci piring.
Mencuci piring adalah salah satu pekerjaan rumah yang banyak dihindari oleh manusia khususnya para wanita. Karena tangan yang menjadi basah berlumur sabun cuci belum lagi jika harus membersihkan sisa makanan di piring yang membuat pekerjaan ini malas dilakukan.

Baca juga: Vaksin Corona Prioritas Pertama Untuk Tenaga Medis

Selain mendengarkan musik, dan melakukan hal lain yang dapat mengurangi pikiran yang lelah, ternyata pekerjaan sehari-hari mencuci piring ini merupakans salah satu cara untuk memperbaiki mood dan menghilangkan pikiran negatif dalam diri seseorang.

Dikutip dari Medical News Today, seorang peneliti bernama Adam Hanley dan bersama rekan-rekan lainnya dari Florida State University melakukan penelitian mengenai kegiatan apa yang bisa menenangkan pikiran. Salah satunya dengan mencuci piring.

“Sebagai praktisi maupun peneliti, saya telah lama tertarik dengan segala hal yang dapat meningkatkan pikiran yang positif, ketenangan, serta ketentraman, terutama melalui kegiatan sehari-hari” ungkap Adam.

Penelitian dari Adam dan rekan-rekannya dari Florida State University mengungkapkan bahwa mencuci piring bisa membantu menurunkan tingkat stres. Namun dengan catatan, semua ini harus dilakukan dengan penuh kesadaran.

Dalam studi tersebut, penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 51 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yang diminta untuk membaca tulisan deskriptif mengenai cuci piring sebelum mencuci.

Sementara kelompok kedua membaca tulisan untuk menghayati kegiatan cuci piring. Hasilnya Para peneliti menemukan bahwa orang yang mencuci piring dengan sadar bisa mendapatkan perasaan damai sebesar 25 persen, menurunkan tingkat kegugupan sampai 27 persen.

Jadi Adam dan para peneliti lainnya menyimpulkan, seseorang akan mendapat efek yang menenangkan itu dari bau sabun cuci piring. Lalu shu air juga bisa memberikan keadaan pikiran yang cenderung lebih positif.

Saat dipelajari lebih lanjut, kebiasaan cuci piring sendiri dinyatakan secara efektif mampu mengurangi stress dan kecemasan, menurunkan risiko depresi, serta membuat kualitas tidur menjadi lebih baik.

Menurut The American Institute of Stress, stres memang memiliki implikasi negatif bagi kesehatan dan berkontribusi pada hadir nya berbagai penyakit. Temuan para peneliti dari Florida University menunjukkan, pekerjaan yang dilakukan sehari-hari seperti mencuci piring dapat meningkatkan kesehatan mental dan mengurangi stress .

Para peneliti pun berencana untuk mengukur apakah pekerjaan rumah tangga lainnya dapat memiliki dampak terhadap kesehatan mental yang sama atau tidak. “Menyapu dan merawat kebun merupakan ide-ide penelitian yang potensial,” ungkap Adam Hanley salah satu dari peneliti dari Florida State University .

Namun, saat ini Adam dan rekan-rekan peneliti lain nya sedang bersiap untuk meninjau kembali penelitian mengenai mencuci piring yang dilakukan mereka itu. Karena selain menghilangkan stres, mencuci piring dapat mengurangi kecemasan dan membuat pikiran yang lebih positif.

Saat mencuci piring, pada dasarnya setiap orang memiliki cukup waktu untuk melakukan relaksasi diri. Jadi cobalah untuk melakukan salah satu kegiatan rumah tangga ini.

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla

September 15, 2026

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak

September 15, 2026

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla Oleh: Samuel Yohanes Kebakaran hutan…

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak Oleh: Yandi Arya Adinegara Kebakaran hutan dan…

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan  Oleh : Catur Ronggo  Persoalan agraria di Indonesia tidak sekadar menyangkut siapa yang menguasai sebidang tanah. Di balik konflik lahan terdapat persoalan kepastian hukum, tumpang tindih regulasi, akses masyarakat terhadap sumber penghidupan, hingga ketimpangan pemanfaatan ruang. Karena itu, langkah pemerintah bersama DPR untuk menghadirkan kerangka hukum reforma agraria yang lebih komprehensif menjadi momentum penting untuk mengakhiri persoalan yang selama ini berlarut-larut. Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Ahmad Iman Sukri menilai kompleksitas konflik agraria menunjukkan kebutuhan terhadap aturan khusus yang mampu menjadi mekanisme penyelesaian secara lebih jelas. Menurutnya, persoalan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan tanah, tetapi juga bersinggungan dengan regulasi dan kepentingan antarsektor. Ia mencontohkan adanya desa yang berada dalam kawasan hutan serta persoalan masyarakat adat dan kelompok masyarakat lainnya. Karena itu, RUU Reforma Agraria diharapkan tidak berhenti pada norma, tetapi memiliki kekuatan untuk mengeksekusi keputusan penyelesaian konflik. Pandangan tersebut menjadi semakin relevan setelah RUU Reforma Agraria disahkan sebagai RUU inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna pada 8 September 2026. Rancangan tersebut memuat 70 pasal dalam 16 bab, antara lain mengatur restitusi, redistribusi tanah, pemberdayaan penerima reforma agraria, serta gagasan pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional atau BRAN. Lembaga tersebut dirancang bertanggung jawab kepada Presiden dan memiliki tugas dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi reforma agraria. Bagi pemerintah, perkembangan tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun penyelesaian konflik yang tidak parsial. Kepastian mengenai siapa yang berwenang menangani persoalan, bagaimana keputusan dilaksanakan, serta bagaimana masyarakat memperoleh manfaat setelah mendapatkan tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari reforma agraria. Tanpa mekanisme yang kuat, redistribusi tanah berisiko hanya menjadi proses administratif tanpa dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menawarkan pendekatan yang berangkat dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Ia mengusulkan agar pemerintah desa diberikan fungsi yang tegas dalam menerima pengaduan, mengidentifikasi fakta, memfasilitasi pemetaan, dan memediasi konflik lokal. Menurut Yandri, pelibatan desa penting karena konflik agraria kerap bersinggungan langsung dengan ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat. …

RUU Reforma Agraria, Harapan Baru Tingkatkan Kesejahteraan Petani

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

RUU Reforma Agraria, Harapan Baru Tingkatkan Kesejahteraan Petani Oleh : Radjiman Arif Ketimpangan penguasaan lahan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.