• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Buka WWF ke-10, Presiden Jokowi Ajak Rumuskan Aksi Nyata Pengelolaan Air Inklusif

Buka WWF ke-10, Presiden Jokowi Ajak Rumuskan Aksi Nyata Pengelolaan Air Inklusif

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 20 May 2024

Buka WWF ke-10, Presiden Jokowi Ajak Rumuskan Aksi Nyata Pengelolaan Air Inklusif

Bali – Presiden Jokowi secara resmi membuka gelaran Forum Air Sedunia atau World Water Forum (WWF) ke-10 pada Senin (20/5).

“Selamat datang di Bali, suatu kehormatan bagi Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Forum Air Sedunia yang kesepuluh untuk meneguhkan komitmen bersama dan merumuskan aksi nyata pengelolaan air yang inklusif dan berkelanjutan” ucap Presiden Jokowi dari Kawasan Bali International Convention Center (BICC).

Mulanya, Kepala Negara menjelaskan bahwa bumi didominasi oleh air dan hanya sedikit yang bisa diakses untuk kebutuhan sehari-hari.

“Bisa kita bayangkan dari 72 persen permukaan bumi yang tertutup air, hanya 1 persen yang bisa diakses dan digunakan sebagai air minum dan keperluan sanitasi” tuturnya.

Karena itu, Presiden Jokowi mengingatkan agar air dapat dikelola dengan baik. Presiden turut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kearifan lokal dalam mengelola air.

“Masyarakat kami memiliki nilai budaya terhadap air, salah satunya adalah sistem pengairan Subak di Bali yang dipraktekkan sejak abad ke-11 yang lalu, dan diakui sebagai warisan budaya dunia.” ujarnya.

Di tempat yang sama, pengusaha teknologi asal Amerika Serikat Elon Musk turut mengapresiasi pelaksanaan WWF ke-10. Menurutnya, pertemuan tingkat tinggi tentang air diyakini mampu memberikan kepastian dalam menyelesaikan persoalan air dunia.

Tak hanya itu, Elon juga turut menekankan pentingnya potensi penggunaan energi alternatif dalam menyokong upaya pelestarian lingkungan dan menjaga ketahanan air.

“Potensi penggunaan energi alternatif dalam menyokong upaya melestarikan lingkungan dan menjaga ketahanan air, salah satunya panel surya.” tuturnya

Sejumlah kepala negara, perwakilan organisasi dunia, hingga delegasi asing turut hadir dalam acara opening ceremony WWF ke-10. Mereka diantaranya adalah Presiden World Water Council Loïc Fauchon, Dennis Francis selaku Presiden Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-78, hingga Wakil PM Malaysia Dato Sri Haji Fadillah Bin Haji Yusof.

Sementara itu, turut hadir Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, hingga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Kegiatan Opening Ceremony turut dimeriahkan oleh pertunjukan seni, mulai dari musik Orkestra, tari, hingga paduan suara.

WWF ke-10 digelar di kawasan Nusa Dua Bali sejak 18- 25 Mei 2024. Adapun tema besar yang diangkat dalam forum tersebut adalah ‘Water for Shared Prosperity yang dianggap sangat relevan dengan kondisi saat ini.

****

Semangat Pemuda Menjadi Akal Sehat Demokrasi, Bukan Bahan Bakar Provokasi 

August 31, 2026

Pemuda Serukan Demokrasi Sehat dan Persatuan Nasional

August 31, 2026

Semangat Pemuda Menjadi Akal Sehat Demokrasi, Bukan Bahan Bakar Provokasi 

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Semangat Pemuda Menjadi Akal Sehat Demokrasi, Bukan Bahan Bakar Provokasi  Oleh : Nabela Andika  Demokrasi Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya berani bersuara, tetapi juga mampu menjaga akal sehat di tengah derasnya arus informasi, perbedaan kepentingan, dan meningkatnya polarisasi. Pemuda memiliki energi, idealisme, keberanian, serta kemampuan besar untuk membawa perubahan. Namun, seluruh potensi tersebut dapat kehilangan arah apabila disalurkan tanpa pertimbangan yang matang dan justru menjadi bahan bakar bagi provokasi. Karena itu, generasi muda harus menempatkan diri sebagai kekuatan intelektual yang menjaga demokrasi tetap kritis, rasional, damai, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Kebebasan berpendapat merupakan salah satu fondasi utama demokrasi. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan kritik, gagasan, dan aspirasi terhadap berbagai persoalan bangsa. Dalam konteks tersebut, mahasiswa dan generasi muda memiliki posisi yang sangat penting. Mereka tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa, melainkan ikut aktif mengawal kebijakan dan mengingatkan ketika terdapat persoalan yang perlu diperbaiki. Demokrasi akan kehilangan vitalitas apabila ruang kritik menyempit atau masyarakat memilih diam terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan publik. Ketua Aliansi Intelektual Muda Nusantara, Muhammad Reynaldi, menegaskan bahwa demokrasi membutuhkan masyarakat yang berani berpikir, bersuara, sekaligus bertanggung jawab atas setiap sikap yang diambil. Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa kebebasan tidak pernah berdiri sendiri. Kebebasan selalu berjalan bersama tanggung jawab. Menyampaikan aspirasi adalah hak, tetapi memastikan aspirasi tersebut tidak dibangun di atas informasi palsu, kebencian, dan hasutan merupakan kewajiban moral yang tidak boleh diabaikan. Di era digital, tantangan itu semakin besar. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, sedangkan kebenaran sering membutuhkan waktu untuk diverifikasi. Generasi muda yang sangat dekat dengan media sosial berada pada posisi strategis sekaligus rentan. Mereka dapat menjadi penyebar gagasan positif yang mendorong perubahan, tetapi juga dapat tanpa sadar menjadi perantara penyebaran hoaks dan provokasi. Karena itu, kebiasaan membaca sebelum berbicara, memeriksa informasi sebelum menyebarkannya, serta berpikir sebelum bertindak menjadi semakin penting dalam kehidupan demokrasi. Muhammad Reynaldi juga mendorong generasi muda untuk menyampaikan aspirasi secara damai, rasional, dan berbasis data. Pendekatan ini penting agar kritik tidak berubah menjadi kemarahan tanpa arah. Kritik yang kuat bukan kritik yang paling keras, melainkan kritik yang memiliki dasar, argumentasi, dan solusi. Pemuda harus mampu membedakan antara keberanian menyuarakan kebenaran dengan keberanian mengikuti emosi massa. Tidak semua isu yang ramai harus langsung dipercaya, dan tidak semua ajakan yang mengatasnamakan rakyat benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Ruang dialog menjadi salah satu sarana penting untuk membangun kedewasaan tersebut. Ketua Umum PP Singa Muda Hanura, Abraham, memandang dialog kebangsaan sebagai ruang bagi generasi muda untuk membicarakan persoalan demokrasi, politik, dan tantangan ekonomi secara konstruktif. Gagasan itu menunjukkan bahwa perbedaan pandangan tidak harus selalu berakhir pada konflik. Melalui dialog, generasi muda dapat mempertemukan berbagai perspektif dan membangun pemahaman yang lebih utuh terhadap persoalan bangsa. Generasi muda juga tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan dan politik. Mereka harus diberikan ruang nyata untuk ikut menentukan arah masa depan bangsa. Keterlibatan itu dapat diwujudkan melalui organisasi, forum diskusi, kegiatan sosial, pengawasan kebijakan, partisipasi politik, hingga pengembangan inovasi ekonomi. Semakin luas ruang partisipasi yang tersedia, semakin besar peluang bagi pemuda untuk menyalurkan energi perubahan secara produktif dan bertanggung jawab.…

Pemuda Serukan Demokrasi Sehat dan Persatuan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Pemuda Serukan Demokrasi Sehat dan Persatuan Nasional Jakarta – Generasi muda terus didorong mengambil peran…

Kelompok Pemuda Dorong Kritik Damai dan Berbasis Data

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Kelompok Pemuda Dorong Kritik Damai dan Berbasis Data Jakarta- Kelompok pemuda dan organisasi kepemudaan mendorong…

Koperasi Merah Putih Menghidupkan Demokrasi Ekonomi dari Tingkat Desa

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Koperasi Merah Putih Menghidupkan Demokrasi Ekonomi dari Tingkat Desa Oleh: Raka Pradipta Koperasi Desa/Kelurahan Merah…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.