• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Buka World Water Forum Bali, Indonesia Ajak Dunia Internasional Jawab Tantangan Air Bersih dan Sanitasi Global

Buka World Water Forum Bali, Indonesia Ajak Dunia Internasional Jawab Tantangan Air Bersih dan Sanitasi Global

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 19 May 2024

Buka World Water Forum Bali, Indonesia Ajak Dunia Internasional Jawab Tantangan Air Bersih dan Sanitasi Global

Bali – Indonesia kembali menjadi tuan rumah bagi acara besar yang bertujuan untuk mengangkat isu krusial seperti akses terhadap air bersih dan sanitasi di seluruh dunia. Melalui penyelenggaraan World Water Forum (WWF) 2024, Indonesia merangkul para pemimpin, ahli, dan pemangku kepentingan untuk berkumpul dan mengambil langkah nyata menuju solusi yang berkelanjutan.

Delegasi dari berbagai negara menjalin kemitraan, berbagi pengetahuan, dan merancang strategi bersama untuk mengatasi tantangan air di masa depan. Dengan fokus pada inklusivitas dan keberlanjutan, forum ini mempromosikan kolaborasi lintas sektor dan lintas batas sebagai kunci untuk mencapai tujuan bersama: air bersih dan sanitasi bagi semua.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia Bobby Gafur Umar, mengatakan bahwa Indonesia masih dihadapkan pada tantangan serius terkait akses air bersih dan sanitasi yang layak, terutama di wilayah pedesaan dan permukiman informal di perkotaan.

“Dengan fokus yang semakin meningkat pada pada swasembada pangan, energi dan air, peningkatan infrastruktur air dan sanitasi rumah tangga menjadi perhatian utama baik bagi pemerintah maupun pihak swasta agar arah kebijakan saat ini menjadikan air sebagai energi bersih serta energi terbarukan pada tahun 2024,” kata Bobby di Bali.

Oleh karena itu sinergitas antara negara dalam konteks bilateral dan multilateral menjadi penting dan krusial untuk membahas tantangan dalam air bersih dan sanitasi.

Michael Wilton, CEO & Managing Director MMI Asia Ltd juga menambahkan bahwa kolaborasi ini adalah langkah penting untuk hadapi tantangan air baik di Indonesia maupun secara global.

“Dengan kolaborasi ini kita dapat menyatukan pemimpin global, pakar, dan praktisi untuk berbagi praktik terbaik dalam manajemen air dan sanitasi. Adanya Langkah-langkah kebijakan yang mendukung, kerangka regulasi yang jelas, dapat membuka pintu bagi investasi yang lebih besar dalam pengembangan proyek-proyek infrastruktur air dan sanitasi,” ujar Michael.

Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian PUPR yang terbaru 2024 sekitar 10% sebagian besar penduduk Indonesia itu kekurangan akses terhadap air bersih. Adapun sekitar 20% sebagian besar penduduk tidak memiliki akses sanitasi yang layak.

World Water Forum bukan hanya tentang menyoroti masalah, tetapi juga menggali solusi melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas batas. Keterlibatan pemerintah, swasta, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat sipil menjadi kunci. Inovasi teknologi, kebijakan yang berbasis bukti, dan investasi yang berkelanjutan diperlukan untuk mencapai tujuan bersama untuk air bersih serta sanitasi bagi masyarakat didunia. []

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

September 23, 2026

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi Oleh : Jonathan Janoel Pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak JAKARTA – Upaya memperkuat pemberantasan korupsi…

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.