• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Featured»Budaya Berpikir Kritis Mencegah Paham Teroris

Budaya Berpikir Kritis Mencegah Paham Teroris

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 20 July 2021

Propaganda paham kekerasan dilakukan kelompok radikal melalui aksi di dunia nyata dan dunia maya harus dilawan. Artinya, untuk mencegah hal tersebut pikiran kritis harus dimunculkan baik dalam tulisan di dunia maya ataupun lainnya.

Peristiwa-peristiwa teror sebenarnya jamak terjadi dimasyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari karena kepentingan tertentu terganggupun kadang melahirkan teror bagi lainnya. Terorisme sehari-hari merupakan gambaran umum bahwa istilah teror tidaklah asing bagi bangsa Indonesia, istilah teror dapat muncul dengan tiba-tiba, tetapi terkadang jarang muncul.

Teror dalam kehidupan sehari-hari dapat dengan mudah dipahami dalam benak masyarakat umum. Penyebab timbulnya teror di masyarakat cukup luas. Dapat faktor ekonomi, harga diri, politik, sosial, ketersinggungan dan masih banyak lainnya. Karena penyebabnya yang luas maka perilaku teror sebenarnya dapat dikaji melalui berbagai macam ilmu, atau dengan kata lain dapat dikaji secara multidisipliner seperti berpikir kritis dan berdiskusi.

Namun, dalam ruang lingkup lebih besar seperti negara, paham terorisme menjadi momok tersendiri dan juga menjadi pekerjaan rumah (PR) dari setiap lembaga pemerintahan di seluruh dunia. Di Indonesia, aksi terorisme mulai muncul di tahun 2002 saat Bom Bali, jauh sebelumnya di masa pemerintahan Presiden Sukarno, kelompok seperti Negara Islam Indonesia (NII) melakukan aksi teror dan menginginkan Negara Republik Indonesia berbasis agama Islam untuk setiap sistem dan pemerintahannya, hanya saja kala itu belum di labeli teroris, melainkan penghianat negara dan kelompok separatis.

Menyimak aksi teror di Indonesia, ada beberapa perhatian aksi yang menjadi perhatian masyarakat lokal dan Internasional seperti bom Bali 1 tahun 2002, bom Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton tahun 2009, bom Sarinah 2016, bom Mapolrestabes Surabaya 2018, dan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan tahun 2019. Hal ini mengambarkan bahwa paham-paham radikalisme dan terorisme masih subur di Indonesia.

Kelompok radikalsime dan terorisme berkembang pesat sebagai pandangan yang tersembunyi (laten). Agama Islam sering kali dijadikann topeng bagi kepentingan orang atau sekelompok orang tertentu untuk melakukan kekerasan atas nama agama Islam. Walaupun sebenarnya sikap menteror bukan hanya pada umat Islam, tetapi juga dapat juga pada agama lain.

Hal itu karena, dalam setiap ajaran agama manapun rawan disalahgunakan untuk melakukan kegiatan kekerasan atas nama agama itu sendiri. Padahal di dalam ajaran agama tidak ada ajaran yang melegalkan atau menganjurkan kekerasan ataupun menghabisi nyawa seseorang yang tidak bersalah.

Pandangan keagamaan yang tidak menyeluruh sebagai contoh dalam ajaran Islam. Manusia diajarkan untuk berjuang dalam hal kebaikan, menghormati sesama, dan tidak memaksakan pandangan/pendapat. Tetapi, untuk kasus terorisme semuanya dibalik menjadi boleh memaksa, berjuang untuk kebaikan ditafsirkan baik bagi orang atau kelompok tertentu bukan untuk semua orang, berbuat kebaikan boleh, terutama untuk orang dan untuk kelompoknya sendiri dan untuk orang yang beragama yang berbeda atau berseberangan akan berbeda tafsirannya, menghormati sesama, oleh teroris adalah menghormati sesama bukan yang tidak sama. Dari perbedaan penafsiran keagamaan tersebut melahirkan teorisme atas nama agama. Padahal kalau disimak dari kata teror sendiri, kalau kita renungkan tidak mungkin agama melahirkan teror. Apalagi teror itu menimbulkan korban bagi banyak nyawa manusia.

Dengan demikian, generasi muda diminta cerdas dan kritis dalam mewaspadai penyebaran radikalisme dan terorisme. Hal ini harus dilakukan untuk menciptakan kedamaian dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta keberlangsungan sebuah negara. Jika bercermin kepada negara-negara Timur-Tengah, Indonesia masih terbilang aman dari ancaman kehancuran sebuah negara, tapi jika dibiarkan paham radikalisme dan terorisme berkembang biak serta tidak dikritisi oleh masyarakat maka Indonesia akan menyusul seperti negara-negara Timur-Tengah.

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2

June 15, 2026

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa

June 15, 2026

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

LMA Papua Pegunungan: Jaga Stabilitas Daerah, Jangan Terprovokasi Aksi Reformasi Jilid 2 Jayapura – Ketua…

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

Mensesneg: Pemerintah Berkomitmen Menerima Masukan Mahasiswa dan Selesaikan Berbagai Persoalan Bangsa *Jakarta,* Beberapa waktu lalu,…

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Krisis 1998

By Kata IndonesiaJune 15, 20260

Reformasi Jilid II Tidak Relevan, Indonesia Dinilai Masih Jauh dari Krisis 1998 Jakarta – Wacana…

Pemerintah Respons Isu Reformasi Jilid II dengan Penguatan Koordinasi Perbaikan Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Pemerintah Respons Isu Reformasi Jilid II dengan Penguatan Koordinasi Perbaikan Ekonomi Nasional JAKARTA – Pemerintah…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.