Sebuah organisasi Pengusaha Rental Indonesia melalui Tim Buser Rentcar Nasional (BRN) Korda Bali dua hari terakhir berhasil menggagalkan penggelapan puluhan unit mobil rental.
Dimana awal laporan yang masuk total terdapat 30 unit mobil anggota BRN Bali telah berpindah tangan dari penyewanya.
“Dua hari terakhir melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan 28 unit mobil anggota kami yang sudah berpindah tangan ke orang lain dari penyewanya. Laporan masuk 30 unit tapi berhasil kita amankan 28 unit, 2 unit lainnya masih pengejaran karena GPS mati,” ujar Ketua BRN Korda Bali, Gusti, kepada media pada Jumat 14 Februari 2025.
Ia menambahkan untuk modus yang digunakan oknum ini dengan cara menyewa unit mobil kepada kami bulanan dan diawal semua tidak ada hal mencurigakan.
Namun pembayaran di bulan berikutnya macet atau tidak lancar dan saat ditagih tidak dapat dihubungi lalu muncul kecurigaan dari kami bahwa unit sudah berpindah tangan.
“Dan begitu di cek ternyata benar mobilnya sudah dipindahkan tangan oleh penyewa ke orang lain. Bahkan tidak hanya satu orang tetapi ada beberapa orang yang pegang unit. Bahkan satu unit mobil kita temukan di luar Bali berada di Jawa Timur bekerjasama dengan BRN disana,” imbuh Gusti.
Dan beberapa unit sudah berganti no polisi bahkan ada salah satu unit sudah dobel STNK atau dobel kepemilikan.
Penggelapan unit mobil rental diakuinya sudah sering terjadi di kalangan dunia rental mobil.
Dari total 30 unit terdapat mobil-mobil mewah seperti Toyota Alphard, Mini Cooper dan Mercedes Benz.
Pihaknya menyebutkan bahwa penyewa pertama kemudian menyewakan kembali unitnya kepada oknum anggota DPRD Gianyar yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial.
Dimana di media sosial menyebutkan bahwa oknum anggota DPRD Gianyar itu sedang tidak baik-baik saja.
Maka dari itu BRN Korda Bali melakukan upaya mitigasi mengamankan seluruh unit yang sedang disewa tersebut.
Disinggung bagaimana selama tahun 2024 lalu BRN Bali berhasil menggagalkan sebanyak 60 unit mobil anggota.
Dan diawal tahun 2025 ini menjadi capaian terbesar dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sepanjang sejarah saya memegang kepimpinan BRN Korda Bali ini yang paling besar. Dan sangat disayangkan adalah bahwa ada oknum-oknum wakil rakyat yang bermain,” ungkap Gusti.
Standard Operating Procedure (SOP) ada di setiap perusahaan rental yang tergabung dalam BRN mulai dari uang jaminan, menjaminkan identitas (kartu identitas ditinggalkan) hingga alat GPS di unit mobil tersebut.
Namun semua itu tidak menjamin keselamatan unit mobil untuk digelapkan oleh oknum-oknum demi mendapatkan uang.
“Pengamanan aset unit mobil kita sudah berbagai macam kita lakukan, ada satu unit tiga provider GPS, ada dua GPS bahkan ada lima. Namun yang namanya orang berniat jahat lebih pintar satu langkah dari kita. SOP kita sudah cukup ketat untuk melakukan pelepasan unit kepada usher-usher,” paparnya.
Sementara itu Humas BRN Korda Bali, Dendi Satrio menambahkan diluar anggota BRN data unit mobil yang diduga digelapkan mencapai 65 unit mobil.
28 unit mobil yang berhasil diamankan dari upaya penggelapan ini ada di banyak lokasi mulai di Denpasar, Kintamani, Bedugul dan lainnya bahkan di luar Bali.
“Kita full team BRN Bali itu sekitar 100 orang melakukan pengejaran dua hari terakhir ini. Modusnya mobil disewa dari rental anggota BRN habis itu digadaikan ke masyarakat dengan nilai Rp 40 hingga Rp 50 juta,” jelas Dendi.
Perayaan May Day Momentum Refleksi Kolektif dan Bukti Keberpihakan Negara pada Buruh Jakarta - Peringatan…
Dari UU PPRT hingga Museum Marsinah, Pemerintah Perkuat Komitmen untuk Buruh Jakarta – Pemerintah terus…
May Day Kondusif Jadi Kunci Investasi dan Kesejahteraan Buruh di Daerah *Jawa Tengah* - Gubernur…
Pemerintah Optimalkan 13 Proyek Hilirisasi untuk Peluang Investasi Lebih Luas Oleh: Dara Pratiwi Pemerintah terus…
Peresmian 13 Proyek Hilirisasi Perkuat Ekosistem Industri Nasional Oleh: Rai Adiguna Pemerintah kembali menunjukkan konsistensinya…
Peresmian 13 Proyek Hilirisasi Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Global Jakarta - Presiden Prabowo Subianto…