• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Bonus Demografi dan SDM Unggul Aset Utama Tumbuhkan Ekonomi Nasional

Bonus Demografi dan SDM Unggul Aset Utama Tumbuhkan Ekonomi Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 16 February 2024

Bonus Demografi dan SDM Unggul Aset Utama Tumbuhkan Ekonomi Nasional
Oleh: Farhan Zhafran )*

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki potensi ekonomi yang besar untuk tumbuh pesat dalam beberapa dekade ke depan. Dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045, Indonesia harus memanfaatkan dengan maksimal setiap aset yang dimilikinya. Salah satu aset yang paling penting dan berharga adalah bonus demografi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, serta sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan potensial.
Wilayah Indonesia yang strategis, terletak di antara Benua Asia dan Australia serta di antara Samudera Hindia dan Pasifik, memberikan keuntungan dalam perdagangan internasional dan mendukung statusnya sebagai negara agraris, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. Meskipun demikian, sejumlah tantangan masih harus diatasi untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, termasuk peningkatan tingkat pendidikan dan produktivitas sumber daya manusia, perubahan iklim yang mempengaruhi hasil panen, serta stabilitas global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045 sebagai “Negara Nusantara yang Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan,” Pemerintah menggarisbawahi empat pilar utama, yaitu pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola Pemerintahan. Selain itu, Indonesia memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya dengan bijaksana, termasuk jumlah penduduk yang merupakan yang keempat terbesar di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat, serta peluang bonus demografi yang perlu dioptimalkan.
Pemerintah juga menggerakan dan memaksimalkan tiga mesin ekonomi untuk terus berfungsi secara berkesinambungan guna mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Pertama, dilakukan revitalisasi dan peningkatan kapasitas mesin ekonomi konvensional untuk meningkatkan produktivitas yang tinggi. Hal ini dapat mendukung optimalisasi SDM yang merupakan bagian dari Bonus Demografi. Revitalisasi mesin ekonomi ini melibatkan peningkatan investasi baru dan ekspor, yang pada gilirannya dapat memberikan peluang kerja bagi generasi muda.
Kedua, perlu menumbuhkan mesin ekonomi baru yang memanfaatkan teknologi, seperti penerapan aplikasi digital dan kecerdasan buatan. Ini dapat membantu meningkatkan kualitas SDM Indonesia dalam menghadapi era digital, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

Ketiga, menyempurnakan mesin ekonomi Pancasila yang berkeadilan dengan meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama dari segi pendidikan dan pelatihan untuk menangkap peluang ekonomi yang muncul, serta memberikan bantuan sosial dan pemberdayaan UKM yang dapat membantu mengurangi ketimpangan ekonomi dan mengatasi kemiskinan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi bonus demografi dan memperkuat SDM Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu (DJKN) Kalimantan Barat, Edward Nainggolan mengatakan Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi Negara-Negara Maju (OECD) memprediksi ekonomi Indonesia akan menjadi terbesar keempat di dunia pada tahun 2045, didukung oleh bonus demografi pada periode 2030-2040.
Bonus demografi, yang merupakan keuntungan besar bagi Indonesia jika dikelola dengan baik, namun juga bisa menjadi bencana jika kualitas SDM tidak disiapkan dengan baik. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan peningkatan nasionalisme, kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, dan transformasi ekonomi. Semua komponen termasuk pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat, harus bersinergi dan berkomitmen untuk menjadikan Indonesia Maju.
Pentingnya meningkatkan kualitas SDM tergambar dalam fokus APBN sejak tahun 2019 yang diperuntukkan untuk pembangunan SDM. Pendidikan diharapkan mampu mencetak SDM yang memiliki nasionalisme, integritas, dan keterampilan teknologi yang tinggi. Selain itu, pembangunan infrastruktur juga menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan infrastruktur yang baik mampu meningkatkan produktivitas dan membuka keterisolasian daerah.
Transformasi ekonomi juga menjadi hal yang penting dalam mencapai Indonesia Maju 2045. Melalui memperkuat sektor-sektor ekonomi prioritas, memanfaatkan teknologi informasi, dan meningkatkan industri kreatif, Indonesia dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan. Namun, untuk mencapai semua itu, perencanaan dan pelaksanaan kebijakan yang baik dan konsisten sangatlah penting.
Pemimpin bangsa harus memiliki komitmen yang kuat untuk menjalankan rencana Indonesia Maju 2045, dan kerja keras, kecerdasan, dan kebersamaan semua komponen bangsa menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut. Indonesia Maju 2045 bukan hanya sekadar harapan, tetapi menjadi kenyataan yang nyata dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam rangka mengoptimalkan bonus demografi dan aset SDM, pemerintah Indonesia perlu melibatkan masyarakat melalui partisipasi publik. Tempat kerja yang inklusif, kesetaraan gender, dan perlindungan hak asasi manusia harus menjadi prioritas dalam pembangunan ekonomi. Unggul aset dengan memanfaatkan bonus demografi dan mengembangkan SDM berkualitas merupakan langkah penting dalam membentuk masa depan ekonomi Indonesia yang cerah. Dalam usaha mencapai Indonesia Emas 2045, negara ini harus melibatkan semua stakeholder dan melaksanakan kebijakan berkesinambungan guna menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan kerja keras dan kerjasama yang kokoh, Indonesia memiliki potensi untuk mencapai kejayaan ekonomi yang gemilang pada tahun 2045.

)* Penulis adalah mahasiswa Jakarta tinggal di Bandung

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.