• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Billy Mambrasar Puji Prestasi Komunitas Mambruk Papua di Kendari

Billy Mambrasar Puji Prestasi Komunitas Mambruk Papua di Kendari

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 8 November 2020

Dalam lawatan ke kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara pada 3-5 November 2020, Staf Khusus Presiden RI, Billy Mambrasar bangga terhadap Komunitas Mambruk Papua (KOMAPA) atas inisiatif mereka melaksanakan usaha-usaha ekonomi demi kelangsungan operasional komitas, berbaur dengan masyarakat setempat serta melakukan proyeksi lingkungan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa Papua selama menempuh studi di kota Kendari.

‘’Saya bangga terhadap adik-adik, di sela-sela kesibukan kalian belajar untuk menggapai cita-cita dan membahagiakan orang tua sebagai seorang sarjana, kalian mau menyisihkan waktu untuk berfikir apa kontribusi kalian untuk kota tempat kalian belajar, kalian mampu beradaptasi dengan masyarakat sekitar bahkan melakukan proyeksi lingkungan dengan menanam bakau dan bakti sosial.

Baca juga: Antusias Mahasiswa Papua di Sulawesi Tenggara Ikuti Arahan Stafsus Billy Mambrasar Membangun Daerah Lewat Wirausaha

Billy mengatakan, kegiatan-kegiatan sosial dan lingkungan yang telah di lakukan KOMAPA di Kendari, Sulawesi Tenggara ini membuktikan dimanapun anak Papua berada mereka mampu berbaur dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Ketua KOMAPA, Salomina Wambrau dalam kesempatan itu menyatakan KOMAPA terbentuk atas keinginan para mahasiswa/i Papua yang berada di semester akhir banguku kuliah dengan tujuan mengembang diri di empat bidang : ekonomi kewirausaaan, sosial lingkungan, kesehatan dan pendidikan. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan diantaranya : seminar kesehatan, pembuatan masker & hand sanitizer, clean up day (bersih-bersih sampah di kota Kendari) dan pembuatan bibit mangrove di kabupaten Morowali, Sulawesi Tenggara. Sementara itu, untuk memperkenalkan budaya Papua pada semua mahasiswa di kota studi Kendari, KOMAPA juga melaksanakan seminar pengenalan tujuh wilayah adat Papua dan pengaruh perubahan iklim di Pasisfik. Salomina menambahkan dalam menjalankan kegitan-kegitan tersebut kami bekerja sama dengan pihak stakeholuder seperti: dosen, Himpunan Mahasiswa Jurusan, Komunitas Pecinta Alam, PEMKOT Kendari dan PEMDA Kabuaten Morowali, provinsi Sulawesi Tenggara.

Selain itu, Koordinator bidang Pendidikan KOMAPA, Benyamin Wompere pernah mengikuti program Inspirasi “Indonesia Young Leaders Programme” di Selandai Baru selama enam bulan di tahun 2019. Benyamin berharap semua yang didapat di Selandia Baru dapat di aktualisasikan di Indonesia khususnya di Papua.

Mendengar apa yang telah dilakukan oleh ratusan mahasiswa Papua yang tergabung dalam KOMAPA, Staf Khusus Presiden RI dan juga merupakan Duta SDG’s Indonesia, Billy Mambrasar berharap KOMAPA akan menjadi percontohan bagi komunitas anak-anak Papua di Indonesia.

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

August 30, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG JAKARTA — Pemerintah mendorong Program…

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.