• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Bersatu Tangkal Ideologi Ekstrem Radikalisme yang Gerus Pondasi Kemanusiaan

Bersatu Tangkal Ideologi Ekstrem Radikalisme yang Gerus Pondasi Kemanusiaan

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 26 May 2024

Bersatu Tangkal Ideologi Ekstrem Radikalisme yang Gerus Pondasi Kemanusiaan

Oleh: Maya Ayu Kuswardi

Bersatu untuk menangkal ideologi ekstrem radikalisme merupakan hal yang sangat penting karena hal tersebut berpotensi untuk terus menggerus pondasi kemanusiaan jika seseorang sudah terlanjur terpapar.

Maka dari itu, jangan sampai ada seorang pun sampai terlanjur terpapar akan ideologi ekstrem radikalisme tersebut karena sekaligus pula nanti akan merusak seluruh sendi-sendi bangsa dan kesatuan serta persatuan di Indonesia akan turut tergerus.

Menangkal ideologi atau pemahaman yang sangat berbahaya tersebut merupakan kewajiban dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan generasi muda penerus bangsa selanjutnya, sehingga tetap tertanam dalam benak mereka akan pondasi kemanusiaan yang kuat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Rycko Amelza Dahniel menyampaikan bahwa pemerintah terus memiliki komitmen yang sangat kuat dalam melakukan penguatan akan kerja sama global maupun dalam negeri dengan semangat berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Semangat kolaborasi tersebut harus terjadi, baik dari pihak pemerintah, masyarakat sipil, sektor privat, akademisi hingga media (pentahelix) dengan terus mengedepankan sisi kemanusiaan antar satu dengan yang lain.

Bagaimana kuatnya komitmen dari pemerintah tersebut, menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak henti-hentinya terus melakukan perlawanan kepada terorisme dan radikalisme, yang mana tidak akan berjalan secara optimal jika tidak ada bantuan secara multi sektor.

Lebih lanjut, pihak BNPT sendiri dalam melaksanakan upaya deradikalisasi, yakni menggunakan pendekatan secara halus atau soft approach yang bertujuan untuk memutus akar ideologi radikalisme.

Mereka memberikan saran kepada para orang tua khususnya agar senantiasa mengarahkan anaknya untuk mendapatkan sekolah yang moderat, karena jika pendidikan secara moderat terjadi, maka akan terwujud kehidupan yang penuh kedamaian dan harmoni antar masyarakat terjadi.

Salah satu cara yang efektif serta mengakar untuk memutuskan akar penyebab dari maraknya ideologi terorisme dan radikalisme di Indonesia adalah dengan merangkul masyarakat dari lingkup paling kecil, yakni keluarga.

Bukan hanya itu, namun cara lain untuk memutus mata rantai penyebaran radikalisme tersebut bisa dengan efektif terjadi apabila anak-anak dari mantan pelaku teror mendapatkan perhatian yang baik.

Perlakuan tersebut kepada pihak keluarga mantan pelaku teror, menunjukkan bahwa pemerintah memang terus mengedepankan pendekatan secara humanis atau menjunjung tinggi asas kemanusiaan.

Dengan demikian, masyarakat secara luas juga mengalami perubahan pola pikir atau mindset kepada para mantan pelaku terur serta keluarga mereka, sehingga akan berdampak pada perubahan pandangan dan budaya kekerasan yang mungkin sempat mereka anut.

Beberapa langkah konkret dari upaya pendekatan secara humanis tersebut pemerintah lakukan dengan banyak program kewirausahaan untuk meningkatkan kesejahteraan setelah para mantan pelaku teror menyelesaikan masa hukuman mereka. Justru pada masa tersebut menjadi waktu yang sangat krusial untuk bisa melakukan pendekatan kepada mereka dan melangsungkan deradikalisasi atau upaya memutus mata rantai penyebaran paham radikalisme.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Marsudi Syuhud meminta kepada semua pihak untuk bisa saling dan terus menanamkan berbagai nilai kemanusiaan kepada para generasi muda penerus bangsa demi mencegah mereka semua dari paparan paham radikalisme.

Sangat penting untuk menanamkan kepada para anak muda akan bagaimana sifat-sifat kemanusiaan, karena dengan adanya rasa tersebut yang terpatri di dalam hati mereka, maka seseorang tidak akan mudah terpengaruh akan paham yang ekstrem.

Selain itu ketika masyarakat memahami nilai-nilai kemanusiaan, maka hal tersebut bisa dengan mudah turun kepada para generasi muda, yang menciptakan mereka mampu dengan mudah saling menghargai dan menghormati akan adanya perbedaan dalam kehidupan dalam lingkup berwarga negara.

Paham radikalisme sudah ibarat seperti benalu yang menempel pada tubuh bernama kemanusiaan, benalu tersebut terus berupaya untuk menggerogoti nilai-nilai luhur serta menyeret siapapun yang telah terpapat olehnya ke jurang kehancuran.

Keberadaan ideologi ekstrem itu dengan segala bentuknya, bukan hanya mampu mengancam individu manusia saja, melainkan juga sangat menggerogoti seluruh pondasi akan moral serta sosial di tengah masyarakat.

Apabila melihat bagaimana dari perspektif individu, adanya paham radikalisme bagaikan sebuah racun yang mampu merenggut moralitas dan masa depan seseorang untuk menjadi semakin suram.

Apabila seseorang sudah terpapar oleh radikalisme, maka bukan tidak mungkin dirinya akan mengalami hilang akal sehat dan objektivitasnya, orang tersebut akan semakin terjerumus dalam sebuah propaganda serta upaya manipulasi.

Orang yang telah terpapar akan paham ekstrem tersebut akan dengan sangat mudah termakan oleh kebencian dan juga prasangka, sehingga dirinya mudah melakukan berbagai macam tndakan berbahaya bahkan tanpa adanya pertimbangan yang matang.

Oleh karena itu, hanya dengan bersatu secara bersama-sama dari lintas elemen dan sektor dalam upaya untuk menangkal ideologi ekstrem bernama radikalisme tersebut akan mampu menyelamatkan sisi kemanusiaan, karena keberadaannya terus menggerogoti nilai luhur dari diri manusia.
*) Kontributor Media Cetak

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi

September 22, 2026

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi Oleh: Stefano Listanto Menjelang dua…

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.