• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Berkat Aparat Keamanan, Kontak Tembak dengan KST Papua di Nduga Tidak Menimbulkan Korban

Berkat Aparat Keamanan, Kontak Tembak dengan KST Papua di Nduga Tidak Menimbulkan Korban

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 27 June 2023

Berkat Aparat Keamanan, Kontak Tembak dengan KST Papua di Nduga Tidak Menimbulkan Korban

Oleh : Charles Tabuni

Berkat upaya dan kerja keras yang terus dilakukan oleh para aparat keamanan dari pasukan gabungan, kontak tembak yang terjadi dengan Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua di Nduga berhasil berakhir dengan sama sekali tidak ada korban.

Terlebih, sekarang di area Bandara Kenyam pun situasi sudah kembali menjadi kondusif dan kembali normal.
KST terus saja melancarkan sejumlah aksi teror yang sangat kejam, sadis dan brutal, yang sama sekali tidak berprikemanusiaan di sejumlah wilayah di Papua.

kabar terbaru, bahwa gerombolan separatis itu melakukan penyerangan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) di area Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada hari Kamis, tanggal 22 Juni 2023 lalu.

Terkait dengan adanya penyerangan yang dilakukan oleh KST Papua itu, Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz 2023, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol), Faizal Ramadhani mengonfirmasi dan membenarkan bahwa telah terjadi kontak tembak antara para aparat keamanan dengan gerombolan teroris di Bumi Cenderawasih tersebut.

Dirinya menjelaskan bahwa kontak tembak yang terjadi di pos TNI di area Bandara Kenyam, Nduga itu terjadi pada pukul sekitar 09:45 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT). Kemudian, dari adanya kontak tembak tersebut, terdengar hingga sebanyak 5 (lima) kali suara tembakan saat para personel aparat keamanan termasuk di sana Komando Pasukan Great Cepat (Kopasgat) akan masuk untuk melakukan pengamanan di jalur Bandara Kenyam.

Selanjutnya, dengan tegas aparat keamanan membantah adanya sebuah isu yang menyatakan bahwa seolah dari kontak tembak yang terjadi tersebut menimbulkan korban. Justru, sama sekali pada saat kontak tembak berlangsung di pos Bandara Kenyam, sama sekali tidak ada jatuh korban dan kini, situasi terkini di lokasi sudah kembali kondusif dan normal.
Lebih lanjut, meski situasi terkini di Bandara Kenyam sudah bisa dikatakan sangat kondusif dan kembali normal setelah sempat adanya ketegangan berupa kontak tembak itu, namun para aparat keamanan dari personel gabungan termasuk TNI, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) hingga Badan Intelijen Negara (BIN) masih tetap melaksanakan siaga untuk bisa mengantisipasi apabila misalnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kembali dilakukan oleh KST Papua.
Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Papua juga memastikan hal yang sama, bahwa memang sama sekali tidak ada korban jiwa dalam aksi kontak tembak diantara para personel Satuan Tugas (Satgas) Kopasgat TNI Pos Kenyam dengan gerombolan separatis di Bumi Cenderawasih itu.
Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo bahwa kronologi kejadian tersebut bermula ketika saat para personel pasukan elite dari Kopasgat TNI tiba-tiba langsung ditembaki oleh KST Papua saat melakukan pengamanan di Bandara Kenyam.
Padahal, saat itu satu tim sedang menuju ke area landasan, dan kemudian secara tiba-tiba dari atah jam 12 di Pos Pam Bandara, terdengar suara tembakan. Setelah itu, mendengar adanya suara tembakan, kemudian aparat keamanan berisi 2 (dua) tim Satgas Kopasgat langsung memberikan respon yang sangat cepat dengan membalas melakukan tembakan.
Sehingga kontak senjata pun sama sekali tidak bisa dihindarkan antara para aparat keamanan dengan gerombolan teroris provinsi paling Timur di Indonesia itu. Namun, karena seluruh pasukan keamanan solid dan jauh lebih memiliki kekuatan, sehingga KST Papua langsung melarikan diri.
Sebagai bukti nyata dari bagaimana kerja keras yang terus dilakukan oleh aparat keamanan dari personel gabungan untuk terus berupaya mengembalikan situasi dan keamanan serta kedamaian di Tanah Papua, mengetahui gerombolan separatis tersebut melarikan diri, mereka kemudian sontak melakukan pengejaran. Pengejaran dilakukan dengan langsung mengerahkan aparat keamanan dari personel gabungan hingga ke sekitaran area Kwari.
Jelas sekali terlihat bahwa memang aparat keamanan akan menindak dengan tegas seluruh rangkaian kejahatan dan tindak kriminal yang selama ini terus digencarkan oleh KST Papua. Pemerintah Republik Indonesia (RI) pun juga benar-benar akan memberikan hukuman yang sangat berat kepada para pelanggar hak asasi manusia (HAM) itu.
Diketahui pula bahwa Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyoroti dengan sangat tajam seluruh rangkaian aksi kekerasan yang dilakukan oleh gerombolan teroris dan separatis di Bumi Cenderawasih tersebut. Ketua Komisi I DPR RI kemudian juga meminta agar sangat diperlukan adanya sikap yang sangat tegas dari semua pihak untuk bisa menindak mereka.
Sempat terjadi sebuah kontak tembak dengan KST Papua di Bandara Kenyam karena berawal dari bagaimana gerombolan separatis tersebut berusaha untuk melakukan serangan dan kembali melancarkan aksi teror mereka. Namun, dengan segala upaya dan kerja sigap yang dilakukan oleh seluruh aparat keamanan, kontak tembak sama sekali tidak terjadi korban dan wilayah di sana kini berhasil dalam kondisi yang kondusif serta kembali normal.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

August 19, 2026

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi

August 19, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT Jakarta – Pemerintah memperkuat pembentukan satuan tugas…

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi Jakarta – Penanganan korban gempa…

Kebijakan Transformatif Tunjukkan Negara Bergerak Cepat Membenahi Masalah

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Kebijakan Transformatif Tunjukkan Negara Bergerak Cepat Membenahi Masalah  Oleh: Agus Sasongko Sudah saatnya publik menilai perjalanan pembangunan bukan hanya dari janji, tetapi juga dari arah kebijakan dan hasil yang mulai terlihat di tengah kehidupan masyarakat. Dalam 21 bulan pemerintahan, berbagai langkah yang diambil menunjukkan adanya upaya mempercepat penyelesaian persoalan yang selama ini dianggap rumit dan membutuhkan waktu panjang. Di tengah tantangan pada sektor pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik, rangkaian kebijakan transformatif menjadi sinyal bahwa negara sedang bergerak lebih cepat membenahi masalah sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat bagi masa depan Indonesia. Gambaran tersebut mengemuka dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta. Pada kesempatan itu, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah memutuskan sekaligus menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 663 hari pemerintahan. Artinya, rata-rata satu kebijakan lahir setiap lima hari sebagai bagian dari upaya menyelesaikan persoalan negara yang sebagian telah berlangsung selama puluhan tahun dan membutuhkan keberanian dalam pengambilan keputusan. Menurut Prabowo Subianto, pencapaian tersebut lahir dari kombinasi keberanian mengambil keputusan, kerja keras, arah kebijakan yang jelas, serta semangat gotong royong seluruh unsur bangsa. Pemerintah juga tidak mengklaim seluruh persoalan telah selesai, tetapi menilai berbagai tantangan nasional mulai memasuki tahap penyelesaian yang lebih nyata. Cara pandang tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan diposisikan sebagai proses berkelanjutan yang menuntut konsistensi, bukan sekadar mengejar pencapaian jangka pendek yang mudah dilupakan. Salah satu indikator keberhasilan yang paling menonjol selama setahun terakhir terlihat pada sektor pangan. Indonesia berhasil mencapai swasembada delapan komoditas utama lebih cepat dibanding target awal yang diperkirakan membutuhkan empat hingga lima tahun. Beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit menjadi komoditas yang berhasil diperkuat melalui kombinasi kebijakan produksi, distribusi, serta dukungan kepada petani. Pencapaian ini memperlihatkan bahwa percepatan kebijakan dapat menghasilkan dampak nyata ketika hambatan birokrasi dan distribusi mulai disederhanakan. Keberhasilan tersebut diperkuat oleh langkah pemerintah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk yang selama ini dinilai menghambat akses petani. Selain itu, harga pupuk berhasil diturunkan hingga 20 persen sehingga biaya produksi menjadi lebih ringan. Kebijakan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga berdampak terhadap kinerja PT Pupuk Indonesia yang mencatat peningkatan keuntungan sebesar 252,8 persen. Situasi ini memperlihatkan bahwa kebijakan yang tepat dapat menghadirkan manfaat ganda, yakni memperkuat kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan kinerja badan usaha milik negara. Pada sektor energi, pemerintah juga menunjukkan langkah strategis melalui implementasi diesel berbasis campuran biodiesel B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri sehingga mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau setara USD9,5 miliar. Langkah tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri. Keberhasilan itu menunjukkan bahwa hilirisasi sumber daya dan pemanfaatan energi domestik mulai memberikan hasil yang konkret bagi perekonomian nasional.…

Kebijakan Transformatif: Pemerintahan Jadi Cepat, Tegas, dan Berorientasi Hasil

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Kebijakan Transformatif: Pemerintahan Jadi Cepat, Tegas, dan Berorientasi Hasil Oleh: Ahmad Mustofa Di tengah berbagai…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.