Pada hari Jum’at, (7/4) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo mengadakan acara Peringatan Nuzulul Qur’an. Acara tersebut diselenggarakan di Balai Pertemuan dan dihadiri oleh Pimpinan Pondok, Guru Kulliyatu-l-Mu’alimin Al-Islamiyah (KMI) serta santri-santri kelas 5 KMI yang bermukim di Pondok. Setiap tahunnya di Gontor mengadakan acara ini untuk memperingati turunnya Al-Qur’an.
Memperingati sendiri berguna agar santri-santri ingat tentang peristiwa yang sangat luar biasa ini.
Berangkat dari memperingati hari diturunkannya Al-Qur’an diharapkan santri akan menyegerakan atau akan melaksanakan apa yang dia ingat.
Sebagaimana yang Kyai Akrim Mariyat sampaikan, bahwa makna nuzulul quran harus diresapi oleh para santri.

”Jika seseorang diingatkan untuk sarapan, bukan lantas orang yang diingatkan akan bilang ‘Oh iya jam makan’ setelah itu tidak melakukan apa-apa tetapi orang tersebut akan makan karena telah diingatkan” dari apa yang dpisampaikan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa titik penting dari pengadaan acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan semangat santri dalam mempelajari, mentafakuri, dan mentadaburi Al-Qur’an. Kenapa harus mempelajari, mentafakkuri dan mentadabburi?,” kata Kyai Akrim Mariyat
“Karena Al-Quran adalah pentunjuk yang ditujukan untuk seluruh umat manusia. Sehingga untuk menilai orang baik/perbuatan baik harus disandarkan kepada Al-Qur’an” tambah Kiai Akrim dalam pidatonya.
Faizul Kirom kelas 5G selaku petugas diacara ini menyatakan jika dirinya dapat mengambil banyak pelajaran, khususnya bagaimana untuk menjadi pembawa acara (MC) yang baik.
“Karena yang menghadiri kelas 5 KMI dari seluruh cabang Gontor saya tertuntut untuk memberikan performa terbaik. Jadi nantinya bisa menjadi contoh untuk teman-teman kelas 5 kampus-kampus cabang,” kata Fauzul.

Walaupun Faizul sudah beberapa kali merasakan menjadi MC dalam acara pondok tetapi acara pada hari itu berbeda.
“Menurut saya perbedaan MC pada acara ini dibandingkan dengan acara-acara sebelumnya adalah karena banyak juga MC lainnya dari seluruh kampus yang mungkin lebih baik dari pada saya juga ikut menyaksikan acara tersebut, jadi jika performa kurang maksimal pasti akan ketahuan,” tambahnya.
Faza Fauzan Sobari kelas 5J menambahkan, hikmah dari acara ini selain yang telah disebutkan diatas adalah terbentuknya momen silaturahim antara Pimpinan Pondok, Guru KMI, dan santri-santri.
“Kemudian acara ini juga merupakan acara baru yang diikuti oleh seluruh santri kelas 5 yang dari situ mereka mendapatkan pengalaman yang lebih dan pembelajaran-pembelajaran dari segi pengadaan acara, dan isi dari acara tersebut,” kata Faza Fauzan.