• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Gaya Hidup»Begini Peran Ayah Dalam Pertumbuhan Kembang Anak

Begini Peran Ayah Dalam Pertumbuhan Kembang Anak

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 17 September 2020

Laporan : Halwa Fitriosa Khalida Falaquera

Saat masih awal-awal tahun kelahiran anak biasanya akan lebih dekat dengan ibunya, karena ibu akan lebih banyak bertugas untuk mengurus anak atau keluarga saat sang ayah sedang menjalankan kewajibannya untuk mencari nafkah.
Sebenarnya sosok ayah merupakan equal partner dalam pengasuhan anak yang artinya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dengan seorang ibu.

Sosok ayah memiliki karakteristik yang berbeda dengan ibu. Ayah memiliki peran yang penting di dalam tumbuh kembang dan pembentukan karakter positif pada anak yang tidak miliki oleh seorang ibu. Peran ayah akan meningkatkan perkembangan kecerdasan, sosial, emosional, dan motorik anak.

Sebuah studi mengungkapkan bawah jika ayah yang terlibat langsung dalam tumbuh kembang anak, anak akan memiliki keunggulan secara sosial dan akademis.

Ketika anak dekat dengan ayahnya, anak akan memiliki perkembangan yang optimal seperti memiliki keterampilan bahasa yang lebih baik, lebih sedikit memiliki masalah perilaku dan berhasil dalam hal akademik.

Ditta M. Oliker Ph.D. seorang psikolog klinis dari Los Angeles (2011) mengatakan, bahwa anak yang mengalami relasi yang intensif dengan ayahnya semenjak lahir akan tumbuh menjadi anak yang memiliki emosi yang aman (emotionally secure), percaya diri dalam mengeksplorasi dunia sekitar, dan ketika tumbuh dewasa mereka akan dapat mampu membangun relasi sosial yang baik.

Baca juga: Begini Ciri-ciri Ayah yang Merugi

Menurut Rosenberg, Jeffrey & Wilcox (2006) mengungkapkan bahwa ayah yang terlibat aktif dalam pengasuhan anak di masa kecilnya akan mendorong anak lebih berprestasi secara akademis di masa dewasanya.

Penelitian yang dilakukan menunjukkan bawa anak-anak yang pengasuhannya melibatkan peran ayah secara aktif akan berprestasi lebih baik khususnya dalam kemampuan verbal, fungsi intelektual dan capaian akademisnya.

Dilansir dari skata.info, seperti apa peran ayah bagi anak?

1. Ayah sebagai teman bermain
Biasanya seorang ayah akan menjadi seorang teman yang asik dan seru ketika sedang diajak bermain. Apalagi jika bermain fisik yang membutuhkan banyak energi. Secara tak langsung, peran ayah di sini akan meningkatkan perkembangan motorik anak.

Selain itu, kecenderungan seorang ayah secara umum yang berinteraksi dengan anak khususnya lewat aktivitas bermain ternyata akan memfasilitasi anak dalam mengelola emosi dan perilaku mereka.

2. Ayah sebagai guru/ pembimbing
Anak akan belajar berperilaku yang baik dari kedua orang tuanya terutama dari seorang ayah. Dalam hal ini seorang ayah bisa membantu anak dalam membedakan hal yang benar dan salah, menyemangati anak dengan pujian ketika ia sudah berperilaku baik, dan mengajarkan dalam mengambil sebuah keputusan dan menerima konsekuensinya.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa ayah yang terlibat, mengasuh, dan bercanda dengan bayi-bayi mereka memiliki anak-anak dengan IQ yang lebih tinggi, serta kapasitas bahasa dan kognitif yang lebih baik (Pruett, 2000). Di sinilah peran ayah meningkatkan perkembangan kecerdasan anak.

3. Ayah sebagai pelindung
Seorang laki-laki biasanya memiliki sifat untuk melindungi. Maka dari itu secara naluriah seorang ayah juga akan memberikan perlindungan kepada keluarganya. Karakter ini yang akan mengajarkan anak untuk bisa melindungi diri dan orang-orang terdekat nya.

Keterlibatan ayah sejak dini pada masa-masa penting perkembangan anak, akan memberikan sumber keamanan emosional bagi anak.

Keterlibatan ayah dalam kehidupan anak-anak sebelum usia 7 tahun dapat memberikan perlindungan psikologis terhadap ketidakmampuan menyesuaikan diri ketika mereka menjalani masa remaja (Flouri & Buchanan, 2002).

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla

September 15, 2026

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak

September 15, 2026

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla Oleh: Samuel Yohanes Kebakaran hutan…

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak Oleh: Yandi Arya Adinegara Kebakaran hutan dan…

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan  Oleh : Catur Ronggo  Persoalan agraria di Indonesia tidak sekadar menyangkut siapa yang menguasai sebidang tanah. Di balik konflik lahan terdapat persoalan kepastian hukum, tumpang tindih regulasi, akses masyarakat terhadap sumber penghidupan, hingga ketimpangan pemanfaatan ruang. Karena itu, langkah pemerintah bersama DPR untuk menghadirkan kerangka hukum reforma agraria yang lebih komprehensif menjadi momentum penting untuk mengakhiri persoalan yang selama ini berlarut-larut. Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Ahmad Iman Sukri menilai kompleksitas konflik agraria menunjukkan kebutuhan terhadap aturan khusus yang mampu menjadi mekanisme penyelesaian secara lebih jelas. Menurutnya, persoalan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan tanah, tetapi juga bersinggungan dengan regulasi dan kepentingan antarsektor. Ia mencontohkan adanya desa yang berada dalam kawasan hutan serta persoalan masyarakat adat dan kelompok masyarakat lainnya. Karena itu, RUU Reforma Agraria diharapkan tidak berhenti pada norma, tetapi memiliki kekuatan untuk mengeksekusi keputusan penyelesaian konflik. Pandangan tersebut menjadi semakin relevan setelah RUU Reforma Agraria disahkan sebagai RUU inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna pada 8 September 2026. Rancangan tersebut memuat 70 pasal dalam 16 bab, antara lain mengatur restitusi, redistribusi tanah, pemberdayaan penerima reforma agraria, serta gagasan pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional atau BRAN. Lembaga tersebut dirancang bertanggung jawab kepada Presiden dan memiliki tugas dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi reforma agraria. Bagi pemerintah, perkembangan tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun penyelesaian konflik yang tidak parsial. Kepastian mengenai siapa yang berwenang menangani persoalan, bagaimana keputusan dilaksanakan, serta bagaimana masyarakat memperoleh manfaat setelah mendapatkan tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari reforma agraria. Tanpa mekanisme yang kuat, redistribusi tanah berisiko hanya menjadi proses administratif tanpa dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menawarkan pendekatan yang berangkat dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Ia mengusulkan agar pemerintah desa diberikan fungsi yang tegas dalam menerima pengaduan, mengidentifikasi fakta, memfasilitasi pemetaan, dan memediasi konflik lokal. Menurut Yandri, pelibatan desa penting karena konflik agraria kerap bersinggungan langsung dengan ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat. …

RUU Reforma Agraria, Harapan Baru Tingkatkan Kesejahteraan Petani

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

RUU Reforma Agraria, Harapan Baru Tingkatkan Kesejahteraan Petani Oleh : Radjiman Arif Ketimpangan penguasaan lahan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.