• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Khazanah»Begini Cerita Kiai Gontor Acara Peletakkan Batu Pertama Pembangunan PM Darussalam Teknologi Tegal

Begini Cerita Kiai Gontor Acara Peletakkan Batu Pertama Pembangunan PM Darussalam Teknologi Tegal

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 13 November 2024

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, Sabtu (09/11/2024), meletakkan batu pertama pembangunan Pondok Modern Darussalam Teknologi Tegal (PM Data). Dalam sambutannya, Kiai Hasan, menyampaikan nasihat untuk tidak bosan menjadi orang baik.

“Jangan bosan menjadi orang baik,” ungkap Kiai Hasan dalam acara yang dihadiri sejumlah pimpinan Pondok Pesantren se-Kabupaten Tegal dan ribuan masyarakat Tegal.

Pimpinan PM Data, KH Fauzi Iriyanto, mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang hadir dalam acara peletakkan batu pertama pembangunan PM Data.

“Kami segenap Pimpinan dan Yayasan Pondok Modern Darussalam Teknologi Tegal (PM Data), menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kebaikan, bantuan, support, doa dan dukungan kepada kami baik riil maupun meteriil sehingga acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan PM Data dapat berjalan dengan baik dan sukses serta penuh keberkahan dari Allah SWT,” kata Ustadz Fauzi kepada media.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas segala khilaf, salah dan kekurangan kami dalam menyambut, meladeni, melayani dan membersamai bapak ibu sekalian selama acara berlangsung,” sambung pria yang sempat mengemban amanah sebagai Sekretaris Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor itu.

Sebagai informasi, Pondok Modern Darussalam Teknologi Tegal (PM Data) berlokasi di Desa Dukuhjati Kidul Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Pada tahal awal, pembangunan pesantren akan berfokus pada pembangunan masjid.

Hadir dalam acara tersebut, Pimpinan Pondok Modern Tazakka sekaligus Sekretaris Jenderal Forum Pesantren Alumni Gontor KH Anang Rikza Masyhadi, Pimpinan Pondok Pesantren Bina Madani sekaligus Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Jakarta KH Masrur Syamhari, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Furqon Danawarih Tegal sekaligus Ketua IKPM Tegal, KH Taufiq Faizin, Wakil Ketua Forum Bisnis IKPM Gontor Sefi Khirrijil Yaman dan sejumlah perwakilan Pondok Pesantren se-Kabupaten Tegal, perangkat daerah dan perwakilan TNI/Polri Kabupaten Tegal.**

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

July 21, 2026

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

July 21, 2026

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden  Oleh: Fajar Dwi Santoso Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing. Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi. Presiden juga menilai berbagai kritik terhadap MBG perlu dilihat secara proporsional. Alih-alih hanya memperdebatkan besaran anggaran, perhatian publik seharusnya diarahkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Dalam pandangannya, indikator keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka makroekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan, memastikan pupuk tersedia bagi petani dengan harga terjangkau, serta menjamin anak-anak memperoleh makanan bergizi di sekolah. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pembangunan manusia merupakan dua agenda yang berjalan beriringan. Pendekatan tersebut sejalan dengan berbagai kajian internasional yang menempatkan investasi pada gizi anak sebagai salah satu instrumen paling efektif untuk meningkatkan produktivitas nasional dalam jangka panjang. Anak yang memperoleh gizi memadai sejak dini memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, memiliki kemampuan belajar yang baik, serta menjadi tenaga kerja produktif pada masa depan. Karena itu, keberlanjutan MBG memiliki dimensi strategis yang jauh melampaui pemberian makanan semata. Pandangan serupa juga pernah disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang. Ia menjelaskan bahwa fokus pemerintah tidak hanya memperluas jangkauan penerima manfaat, tetapi juga memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, dan tata kelola program terus diperbaiki agar manfaat MBG benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program bergantung pada pengawasan yang baik, keterlibatan pemerintah daerah, serta sinergi dengan pelaku usaha lokal sehingga manfaat ekonomi turut mengalir ke daerah. Di sisi lain, Presiden juga memberikan penekanan kuat terhadap reformasi birokrasi sebagai prasyarat percepatan pembangunan. Ia mengakui Indonesia telah berada pada jalur pembangunan yang benar, namun efektivitas pemerintahan masih perlu terus ditingkatkan. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah banyaknya regulasi yang tumpang tindih dan prosedur birokrasi yang belum sepenuhnya efisien. Karena itu, pemerintah memilih mempercepat transformasi digital melalui pengembangan GovTech serta implementasi Single National Identity Card. Gagasan ini menjadi langkah penting untuk menyederhanakan pelayanan publik yang selama ini tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Dengan identitas digital nasional yang terintegrasi, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi proses administrasi yang berulang, sementara pemerintah dapat meningkatkan akurasi data serta efektivitas penyaluran berbagai program.…

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Taklimat Presiden Tegaskan Optimisme Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia Oleh: Shafiq Tauqy Optimisme Indonesia menjadi…

Percepatan Infrastruktur dan Ekonomi Desa Jadi Fokus Taklimat Presiden

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Percepatan Infrastruktur dan Ekonomi Desa Jadi Fokus Taklimat Presiden Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk…

Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN

By Kata IndonesiaJuly 21, 20260

Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN Presiden Prabowo Subianto menyoroti percepatan pembangunan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.