Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Itu kata yang terlontar dari mulut Budiono (60) saat mendengar keputusan pemerintah Indonesia untuk kembali menunda keberangkatan jemaah haji 1442 H / 2021 M. Pembatalan ini semata-mata untuk menjaga keselamatan jiwa jemaah di masa pandemi, begitu alasan yang disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat mengumumkan pembatalan tersebut Selasa, 3 Juni lalu.
Budiono tak menampik, ada rasa kecewa dalam dirinya karena tahun ini pemerintah Indonesia mengambil keputusan itu. Wajar saja, ia merupakan salah satu calon jemaah haji asal Desa Ngotet, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Pensiunan Dinas Pariwisata Kabupaten Rembang ini semestinya berangkat ke tanah suci pada musim haji 2020.
Dengan penundaan ini, maka dua tahun sudah Budiono mengurungkan hajatnya menunaikan rukun islam ke-5 tersebut. Namun, ia tak membiarkan rasa kecewa menguasai hatinya. Sebaliknya, ia memperbersar rasa syukur kepada Sang Rabb.
“Alhamdulillah karena Allah masih melindungi jiwa dan kesehatan kami dengan penundaan ini. Kami sepenuhnya bisa memahami keputusan pemerintah. Dalam situasi yang masih mengkhawatirkan ini sangat tidak mungkin bagi pemerintah untuk memberangkatkan jemaah,” kata Budiono, di Rembang, Sabtu (19/6/2021).