Banyak Negara Coret Indonesia Dari Daftar Zona Merah Covid-19

Oleh : Susi Kusumawardani

Banyak negara telah resmi mencoret Indonesia dari daftar zona merah Covid-19. Keputusan tersebut menandakan bahwa penanganan Covid-19 yang dilaksanakan Pemerintah Indonesia mendapat apresiasi dunia.

Kabar gembira dari Tanah air, Indonesia dinyatakan resmi keluar dari kategori ‘red list’ atau daftar zona merah Covid-19 versi Inggris terhitung mulai Senin, 11 Oktober 2021, pukul 04.00 waktu Inggris. Pengumunan tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan Inggris Grant Shapps pada Kamis, 7 Oktober 2021, pukul 17.00 waktu Inggris.

Baca Juga

Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Irlandia dan IMO Desra Percaya, mengatakan dikeluarkannya Indonesia dari Kategori ‘red list’ ini merupakan hasil lobi yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York pada 20 September 2021.

Menurut Desra, keputusannya Indonesia dari Kategori ‘red list’ versi Inggris, juga sebagai bentuk pengakuan dari Pemerintah Inggris atas langkah-langkah yang dilakukan Indonesia dalam mengatasi Covid-19 dan kemajuan dalam penanganan wabah virus corona di dalam negeri.
Sebelum pengumuman ini diumumkan oleh Shapss, Desra telah bertemu dengan Duta Besar Sarah Cooke dari Kementerian Luar Negeri Inggris dan memperoleh informasi lebih awal perihal akan dikeluarkannya Indonesia dari kategori ‘red list’. Desra mengatakan, “Komunikasi awal yang diterima dari Duta Besar Cooke ini menunjukkan adanya hubungan baik antara KBRI London dengan Kementerian Luar Negeri Inggris.
Dengan perkembangan baru ini, KBRI London mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk terus memantau kebijakan perjalanan internasional Inggris melalui website resmi Pemerintah Inggris GOV.UK, website dan media sosial KBRI London.
Sementara itu melansir data Satgas Covid-19 pada 12 Oktober 2021, terdapat tambahan 1.261 kasus baru yang terinfeksi Corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 4.229.813 kasus positif corona. Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 2.130 orang sehingga menjadi sebanyak 4.065.425 orang.
Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah 47 orang menjadi 142.763 orang. Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini mencapai 21.625 kasus, berkurang 916 kasus aktif dibanding sehari sebelumnya.
Meski sudah melandai dan keluar dari zona merah, pemerintah meminta kepada masyarakat agar memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena untuk menekan wabah corona, dimulai dari menekan angka penularan.
Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya perilaku 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. Berdasarkan banyak penelitian, rajin mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus Corona sebesar 35%. Sementara memakai masker bisa mengurangi risiko penularan virus corona hingga 45% kalau memakai masker kain. Sementara jika mengunakan masker medis, risiko penularan berkurang hingga 75%.
Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) mengatakan, saat ini angka positivity rate Indonesia berada di bawah 2%. Hal ini lagi-lagi mengindikasikan penanganan pandemi sudah berjalan baik.
Penanganan Covid-19 yang terkendali itu, terlihat dari kasus konfirmasi covid-19 secara nasional yang sudah berada di bawah 2.000 kasus pada hari ini dan kasus aktif sudah lebih rendah dari 60 ribu.
Selain itu, Luhut mengklaim, jumlah yang ditracing dari hari ke hari terus meningkat. Saat ini proporsi kabupaten/kota di Jawa dan Bali misalya, dengan tingkat tracing di bawah 5 hanya sebesar 36% dari jumlah total. Luhut berujar, ke depannya, testing, tracing, dikombinasikan dengan isolasi terpusat menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi secara dini potensi penyebaran kasus covid-19.
Meski demikian, kabat baik ini tentu saja jangan sampai membuat masyarakat terlesa, misalnya dengan sengaja menimbulkan keramaian atau kerumunan di suatu tempat. Luhut menambahkan, kelengahan sekecil apapun yang dilakukan masyarakat, ujungnya bisa menimbulkan peningkatan kasus covid-19 dalam beberapa minggu ke depan.
Indonesia telah melewati gelombang 2 yang telah membuat suasana di Indonesia porak-poranda. Kelangkaan oksigen dalam tabung, penuhnya ruang IGD dan tingginya angka kematian pada pasien terkonfirmasi positif covid, menjadi bukti bahwa virus corona sangatlah berbahaya.
Kini Indonesia berada pada fase yang terkendali, bed di ruang ICU mulai banyak yang kosong, kelangkaan oksigen juga tidak terjadi lagi. Tentu saja hal ini harus dijaga dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan supaya Indonesia tidak kembali masuk dalam zona merah.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Insitute

 

Related Posts

Add New Playlist