Hari ini (19/8/2019) dibuka secara resmi Simposium Cendekiawan Kelas Dunia (SCKD) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jl. Veteran, Jakarta. Pihak Humas Institut Tazkia mengatakan bahwa Rektor Institut, Murniati Mukhlisin mengikuti acara ini dikarenakan pernah masuk database sebagai Cendekiawan Kelas Dunia semasa berkiprah di Inggris. Murniati pernah menjadi dosen dan peneliti di University of Essex, Colchester, UK tahun 2015-2017. Saat itu dia mengembangkan modul akuntansi dan keuangan syariah yang banyak diminati oleh mahasiswa dari berbagai negara. Dia juga menjadi pembimbing dan penguji mahasiswa baik S2 maupun S3 dalam bidang akuntansi dan keuangan syariah di Inggris dan…
Author: Kata Indonesia
Media massa dalam beberapa hari ini memberitakan peristiwa pengepungan organisasi massa, satuan polisi pamong praja Kota Surabaya, polisi dan tentara terhadap asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan No 10, Surabaya, Jawa Timur, 16 Agustus 2019. Pemicunya adalah kabar tentang adanya pengrusakan tiang bendera, infromasi yang dibantah mahasiswa Papua. Selama pengepungan itulah terlontar umpatan bernada rasis, menggunakan nama binatang kepada mahasiswa Papua. Peristiwa itu disusul sejumlah insiden lain di kota Malang dan Semarang. Puncaknya, Senin, 19 Agustus 2019, ratusan orang di Papua dan Papua Barat memblokade sejumlah jalan dengan merobohkan pohon. Salah satunya terjadi di Jalan Yos Sudarso, Manokwari, Papua Barat,…
Oleh : Robert Simangunsong ( Penulis adalah Pengamat sosial politik ) Demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di perempatan Raja Bali, Malang berujung dengan bentrokan, hal tersebut dipicu oleh orasi tentang kemerdekaan Papua. Namun anggota Kepolisian Resor Kota Malang yang bersiaga di sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mencegah keberangkatan mereka. Demo disertai blokade jalan ini menyulut terjadinya aksi saling lempar batu antara mahasiswa Papua dengan ratusan warga Kota Malang di ruas jalan utama Basuki Rahmad. Akibatnya jalan utama di Kota Malang tersebut macet. Akibatnya aksi saling lempar batu tersebut, beberapa mahasiswa dan polisi mengalami luka -…
Oleh : Dodik Prasetyo (Penulis adalah pengamat sosial politik) Manokwari menunjukkan gejolak yang luar biasa, massa turun ke jalan karena memprotes aksi intimidasi, penangkapan dan cacian terhadap Mahasiswa Asal Papua yang sedang kuliah di Surabaya dan Malang. Kemarahan massa ditandai dengan memblokade jalan raya, membakar ban sehingga akses jalan sulit dilewati. Aparat Gabungan TNI dan Polri bernegosiasi dengan massa agar kerusuhan tidak meluas. Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan bahwa situasi di Manokwari masih dalam kendali aparat dan status kemanan belum berubah. Dedi berpendapat bahwa aksi massa di Manokwari tersebut dilatarbelakangi oleh munculnya informasi provokatif melalui media sosial…
Oleh : Eward Krey (Penulis adalah Mahasiswa Papua, tinggal di Yogyakarta) Kekejaman Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua kembali terjadi dan menyebabkan salah satu putra terbaik Indonesia Pratu Sirwandi (Yonif 751/R) gugur dalam baku tembak dengan kelompok separatis tersebut. Pratu Sirwandi diketahui merupakan korban penghadangan di Mbua pada 16 Agustus 2019 dengan luka tembak di dada dan perut. Ia meninggal di Ruang ICU Rumah Sakit Umum Wamena setelah menjalani operasi. Jenazah lantas dibawa ke Jayapura dan selanjutnya akan disemayamkan di Batalyon 751/R sebelum diberangkatkan ke Lombok. Sebuah insiden terjadi pada hari Jumat 16 Agustus 2019, dimana telah terjadi penghadangan terhadap…
Oleh : Luh Sri Andini Rakyat Indonesia kini telah merayakan kemerdekaan selama 74 tahun. Jika flashback 74 tahun yang lalu, sejarah perjuangan bangsa ini tidaklah mudah. Darah, keringat, jiwa dan raga para pejuang terdahulu menjadi taruhan untuk kemerdekaan yang dapat dirasakan generasi bangsa saat ini. Perjuangan terdahulu hingga membuahkan hasil yang diharapkan saat ini dikarenakan adanya persatuan rakyat Indonesia dalam melawan penjajah. Kata persatuan berarti seluruh elemen rakyat bersatu dalam bertindak dan seakan sudah menjadi tulang rusuk yang melekat dalam raga ini. Namun, tulang rusuk tersebut kini seakan menghilang dari rakyat Indonesia saat ini. Hal tersebut dapat kita saksikan dalam…
Oleh : Cloudya Sihombing “Kebohongan dapat keliling dunia ketika kebenaran baru saja mengenakan sepatunya”, sebuah kutipan dari penulis terkenal asal Amerika Serikat, Mark Twain. Sebuah riset yang dilakukan oleh Institut Teknologi Massachusetts mengungkapkan bahwa ternyata berita bohong atau lebih terkenal dengan sebutan ‘Hoax’ lebih mudah diterima dan lebih cepat menyebar ketimbang ‘Fakta’. Manusia memiliki kecenderungan untuk tertarik terhadap hal-hal baru. Kecenderungan ini membuat tiap individu gencar mencari informasi, hal ini tentu agar mereka menjadi yang pertama dalam mengetahui segala sesuatu. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para penyebar hoax. Selain memilih target, penyebar hoax juga lihai memilih isu untuk disebarkan. Berita-berita…
Oleh : Dedy Helsyanto (Peneliti MAFINDO) “Warganet yang termasuk kategori generasi milenial dengan tingginya tingkat terkoneksi internet serta kekritisannya, mempunyai potensi untuk menangkal misinformasi, disinformasi dan juga menyatukan serta memajukan Indonesia” Ada beberapa dampak dari hoaks atau kabar bohong yang beredar di media sosial, seperti memicu perpecahan, membangun ketakutan, menurunkan reputasi dan membuat fakta menjadi sulit dipercaya. Diketahui Sebelum dan setelah pencoblosan di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, sangat banyak hoaks tersebar di media sosial yang menyerang penyelenggara, peserta, pihak keamanan dan pengawas Pemilu. Hoaks dapat dikatakan mereda ketika Mahkamah Kontitusi (MK) memutuskan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan pasangan…
Oleh : Yuska Apitya Aji Iswanto (Pegiat Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Pamulang/Media Analyst) Kontestasi Pilpres 2019 sudah berlalu. Namun, peredaran berita bohong (hoax) masih saja menyebar di tengah masyarakat lewat media sosial atau portal-portal berita. Keadaan ini memang secepatnya disudahi demi kemajuan bangsa dan negara kita tercinta. Cukuplah kelelahan kita menghadapi berita bohong dan bernuansa provokatif terjadi di musim kampanye kemarin. Kini, tensi panas politik sudah harus diredakan dengan semangat kebersamaan. Bersama menangkal berita bohong dan bersama-sama menjaga ukhuwah di dunia maya. Di jaman post-truth seperti sekarang, pengaruh berita hoax memang sangat kuat. Celakanya, publik tak dibekali kemampuan memfilter apakah informasi yang…
Oleh: Bagus Sugiarto (Penulis / Blogger Sampit – Kalimantan Tengah) Pilpres dan Pileg telah usai, berbagai fitnah HOAKS dan sejenisnya telah tenggelam oleh waktu karena bersifat kontemporer. Tapi justru yang lebih berbahaya adalah HOAKS pasca Pilpres / Pileg, mengapa demikian ? Tak lain pasca Pilpres dan Pileg inilah mempunyai rentang waktu 5 tahun ke depan. Pada segelintir orang tentunya ada rasa tidak puas dengan hasil pesta demokrasi lima tahunan yang dikemas dalam Pilpres dan Pileg beberapa bulan lalu. Bibit-bibit inilah yang nantinya akan menjadi “penyerang” pemerintahan yang sah. Tidaklah mengapa jika menjadi oposoisis yang baik sebagai penyeimbang pemerintahan. Yang membahayakan…
Oleh : Andreas Wijaya ( Pegiat Forum Jurnalis Warga Kebhinnekaan) Angin segar menyelimuti pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di stasiun MRT Lebak Bulus sejak pilpres berakhir. Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo adalah pertemuan seorang sahabat, kawan, saudara yang sudah di tunggu-tunggu oleh masyarakat yang ingin ketenangan karena hampir 10 bulan terganggu dengan polarisasi kepentingan elit politik. Ucapan selamat bekerja dari prabowo menambah suasana hangat kedua rival tersebut yang selama sepuluh bulan beradu gagasan tentang kemajuan bangsa Indonesia. Ia pun mengatakan siap membantu pemerintahan jokowi jika dibutuhkan. Seirama dengan prabowo, pada pertemuan tersebut jokowi menghimbau agar masyarakat…
Oleh : Andri Arifin (Pegiat Forum Jurnalis Warga Kebhinnekaan) Point ke lima hasil ijtima ulama disebutkan bahwa perlu dibangun kerja sama antara ormas Islam dan politik. Seperti yang kita tau bahwa atmosfer Islam sebagai politik identitas sedang marak-maraknya dikampanyekan saat Pemilihan Presiden tahum 2019. Dengan keputusan tersebut, maka ulama sependapat untuk memperluasn atmosfir tersebut walaupun pemilu telah usai. Hal tersebut akan meningkatkan sikap sentimen kepada suatu golongan tersentu. Kerjasama ormas Islam dengan politik yang dimaksud belum jelas maksudnya. Jika yang dimaksud adalah turut andil langsung ormas Islam dalam penentuan kebijakan politik, hal tersebut akan menyalahi fungsi ormas Islam itu sendiri.…