• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai Pidato Presiden di DPR

Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai Pidato Presiden di DPR

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 21 May 2026

Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai Pidato Presiden di DPR

Oleh: Dalia Kinanti

Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi penanda penting arah baru pembangunan ekonomi nasional.

Kehadiran langsung Presiden untuk memaparkan kebijakan ekonomi dan fiskal memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantangan global sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia.

Pemerintah Indonesia memandang situasi ekonomi global yang dipenuhi ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan tekanan terhadap nilai tukar sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Karena itu, Presiden Prabowo memilih menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi nasional agar publik memperoleh kepastian mengenai strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.

Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir memang menunjukkan perkembangan positif.

 

Namun, Presiden juga mengingatkan masih adanya persoalan meningkatnya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin serta menurunnya kelas menengah dalam periode yang sama. Kondisi tersebut dinilai menjadi tanda bahwa arah pembangunan ekonomi perlu diperbaiki agar hasil pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

 

Pemerintah menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan angka makro. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat daya beli masyarakat, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti rendahnya rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto dibandingkan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Pemerintah memandang kondisi tersebut perlu dibenahi karena berdampak terhadap kemampuan negara dalam membiayai pembangunan nasional dan memperluas program kesejahteraan masyarakat.

 

Pemerintah Indonesia menegaskan pembenahan tata kelola ekonomi harus dilakukan secara menyeluruh. Presiden Prabowo mengungkap adanya praktik oknum pelaku usaha yang tidak melaporkan keuntungan secara faktual dan memindahkan perusahaan ke luar negeri demi memperoleh keuntungan lebih besar. Pemerintah menilai praktik tersebut menghambat optimalisasi penerimaan negara dan mengurangi manfaat ekonomi bagi rakyat.

 

Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti posisi Indonesia sebagai produsen utama sejumlah komoditas dunia yang belum sepenuhnya memiliki kendali terhadap penentuan harga ekspor. Pemerintah menilai kondisi itu menjadi alasan penting untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

 

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomi tetap berpedoman pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menempatkan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Pemerintah ingin memastikan prinsip kebersamaan, keadilan, keberlanjutan, dan kemandirian menjadi fondasi utama pembangunan nasional.

 

Pemerintah juga mulai mendorong penguatan sektor-sektor strategis yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Fokus pembangunan diarahkan pada ketahanan pangan, penguatan industri nasional, pembangunan infrastruktur produktif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bertumpu pada konsumsi, tetapi juga ditopang produktivitas nasional yang kuat.

 

Selain itu, pemerintah berupaya memperkuat ketahanan fiskal melalui pengelolaan anggaran yang lebih disiplin dan tepat sasaran. APBN diposisikan sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai daerah. Melalui kebijakan fiskal yang terukur, pemerintah ingin memastikan program prioritas nasional tetap berjalan tanpa mengganggu kesehatan keuangan negara.

 

Pemerintah Indonesia juga terus mendorong peningkatan investasi sebagai bagian dari strategi memperluas lapangan kerja dan memperkuat pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Penyederhanaan regulasi, percepatan hilirisasi, serta penguatan iklim usaha dinilai menjadi langkah penting untuk menarik minat investor di tengah persaingan global yang semakin ketat.

 

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, menilai penyampaian langsung KEM-PPKF oleh Presiden merupakan momentum penting dan bersejarah karena sebelumnya agenda tersebut umumnya diwakili menteri terkait. Menurutnya, langkah Presiden menunjukkan keseriusan pemerintah menghadapi tekanan ekonomi global dan pelemahan rupiah.

 

Iwan Setiawan memandang kehadiran langsung Presiden memberikan pesan kuat kepada publik dan pelaku usaha bahwa pemerintah tidak menganggap remeh tantangan ekonomi nasional. Ia menilai pemerintah berupaya menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan investor melalui penyampaian arah kebijakan yang lebih terbuka dan jelas.

 

Ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai pidato Presiden memiliki arti penting dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap kondisi fiskal nasional. Menurutnya, tantangan ekonomi saat ini tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan, tetapi juga menyangkut persepsi masyarakat terhadap masa depan ekonomi Indonesia.

 

Achmad menilai pasar sangat sensitif terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah. Karena itu, ia memandang kehadiran langsung Presiden mampu memberikan kepastian bahwa pengelolaan ekonomi nasional berada dalam kendali yang kuat dan terkoordinasi.

 

Achmad juga melihat pemerintah sedang berupaya menciptakan keseimbangan antara menjaga stabilitas ekonomi dan memperluas program kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kepastian arah kebijakan menjadi faktor penting dalam menjaga optimisme pelaku usaha dan mendorong investasi tetap bergerak positif.

 

Pemerintah Indonesia dinilai berhasil menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi nasional dijalankan dalam satu visi besar yang terarah. Melalui pidato tersebut, pemerintah memperlihatkan tekad membangun ekonomi yang lebih mandiri, berkeadilan, dan mampu bertahan menghadapi tekanan global.

 

Arah kebijakan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

 

*) Pengamat Strategi Ekonomi Nasional

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

July 29, 2026

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

July 29, 2026

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan teknologi digital telah…

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital  Oleh : Gavin Asadit Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga percepatan transformasi ekonomi. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, ruang siber juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham radikal, propaganda ekstremisme, rekrutmen anggota kelompok teror, hingga pendanaan terorisme melalui platform digital. Pemerintah memandang ancaman tersebut sebagai bentuk baru terorisme yang membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih adaptif dan kolaboratif. Oleh karena itu, sepanjang 2026 pemerintah terus memperkuat strategi nasional dalam menghadapi terorisme digital melalui sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, serta masyarakat. Perubahan pola penyebaran paham radikal menjadi perhatian serius pemerintah. Jika sebelumnya proses radikalisasi banyak berlangsung melalui pertemuan langsung, kini media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga berbagai platform digital menjadi sarana utama penyebaran propaganda. Laporan tren terorisme yang dipublikasikan BNPT bersama UNDP menunjukkan bahwa sebagian pelaku tindak pidana terorisme dalam beberapa tahun terakhir pertama kali terpapar konten ekstremis melalui internet, bahkan terdapat pelaku yang seluruh aktivitas radikalisasinya berlangsung di ruang digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terorisme kini semakin bergeser ke ranah siber sehingga strategi pencegahan harus ikut bertransformasi dengan memperkuat literasi digital, pengawasan ruang siber, serta ketahanan masyarakat terhadap propaganda ekstremisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak lagi hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga harus mengedepankan upaya preventif melalui penguatan ketahanan masyarakat di ruang digital. Menurutnya, BNPT terus memperkuat strategi kontra narasi, meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta memperluas edukasi kepada generasi muda agar mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk propaganda ekstremisme yang beredar melalui internet. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena ancaman digital berkembang sangat cepat dan tidak mengenal batas wilayah. Sejalan dengan penguatan strategi pencegahan, pemerintah juga memperkuat tata kelola ruang digital melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kementerian Komunikasi dan Digital terus meningkatkan kerja sama dengan BNPT dalam mempersempit ruang gerak penyebaran konten radikal, termasuk melalui implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital dan peningkatan pengawasan terhadap platform digital. Pemerintah menilai bahwa ruang digital yang sehat harus dibangun melalui keseimbangan antara perlindungan kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang mengandung unsur radikalisme, kekerasan, maupun propaganda terorisme. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan literasi digital, serta koordinasi dengan penyelenggara platform digital nasional maupun global. …

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah…

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi Jakarta – Pemerintah terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.