• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Aparat Keamanan Tegaskan Netralitas dan Junjung Sinergitas Pasca Pemilu 2024

Aparat Keamanan Tegaskan Netralitas dan Junjung Sinergitas Pasca Pemilu 2024

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 21 February 2024

Aparat Keamanan Tegaskan Netralitas dan Junjung Sinergitas Pasca Pemilu 2024

Oleh : Naomi Leah Christine

Aparat keamanan Republik Indonesia (RI) menegaskan akan terus menjunjung tinggi netralitas dan juga menjunjung sinergitas antar seluruh pihak, terutama pasca pelaksanaan pesta demokrasi dan kontestasi politik dalam perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) V / Brawijaya, Brigadir Jenderal Tentara Nasional Indonesia (Brigjen TNI) Endro Satoto menyampaikan kepada seluruh prajurit untuk terus menjunjung tinggi netralitas mereka dalam Pemilu 2024 dan juga mampu memastikan agar tidak terjadi berbagai bentuk pelanggaran.

Hal tersebut dikarenakan karena pada saat ini, tahapan Pemilihan Umum atau Pemilu sendiri masih terus berlangsung hingga adanya hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada tanggal 20 Oktober 2024.

Seluruh pihak aparat keamanan memang memiliki kewajiban untuk bisa menjaga stabilitas nasional dengan penuh akan rasa tanggung jawab terhadap keamanan untuk seluruh masyarakat di Indonesia.

Bukan hanya itu, namun penting pula kepada seluruh pihak termasuk para prajurit aparat keamanan dan juga Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak mudah terpancing dengan adanya beberapa isu yang tersebar di dunia digital atau di media sosial, terlebih jika isu tersebut bersifat provokatif.

Pasalnya, memang tidak bisa dipungkiri bahwa meski Pemilihan Umum telah selesai dilakukan, namun masih banyak dijumpai adanya penyebaran berita hoaks atau berita bohong yang dengan sengaja disebarluaskan oleh pihak tidak bertanggung jawab karena mereka ingin memanfaatkan situasi politik yang masih memanas dengan tujuan mampu memecah belah bangsa ini.

Maka dari itu, setiap pihak hendaknya mampu saling menjaga satu sama lain agar tidak terprovokasi sehingga tujuan dari kelompok yang ingin memeceh belah bangsa tersebut tidak sampai terjadi dan bangsa ini tetap menjadi solid.

Pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini setelah pesta demokrasi, mereka juga terus mengoptimalkan sinergitas dengan pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sekaligus juga dengan seluruh komponen bangsa lainnya untuk menjamin terciptanya kondusivitas serta keamanan.

Bahkan untuk bisa menjamin adanya netralitas dari seluruh pasukan aparat keamanan, pihak Kepolisian Resor (Polres) Rembang dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0720 / RBG mendirikan Posko Netralitas TNI-Polri di Alun-Alun Lasem Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Kapolres Rembang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suryadi mengatakan bahwa posko itu didirikan untuk meyakinkan kepada seluruh masyarakat bahwa pihak aparat keamanan dari personel gabungan TNI dan Polri memang tetap netral pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ini.

Tidak tanggung-tanggung, di posko tersebut seluruh masyarakat juga dapat secara langsung menyampaikan aduan mereka dengan mendatangi Posko atau melalui Hotline WhatsApp. Dengan didirikannya posko itu, menandakan bahwa seluruh aparat keamanan telah siap menerima jika tejadi aduan dari masyarakat hingga pelaksanaan kontestasi politik selesai dilaksanakan.

Sementara itu, untuk terus menjalin sinergitas antara TNI dan Polri dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, pihak Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kepolisian Sektor (Polsek) Woyla Barat Polres Aceh Barat Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Ade Rusfikar bersama dengan Babinsa Koramil / 10 Seda Hendri melakukan kunjungan sambang ke warga setempat.

Kegiatan patroli dan juga sambang warga itu dilaksanakan tentunya dalam rangka untuk semakin meningkatkan adanya kerja sama antara pihak TNI dan Polri dengan masyarakat setempat agar bisa tercipta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di sana, utamanya pasca Pemilu 2024.

Sehingga dalam konteks ini, memang penting adanya sinergitas bukan hanya dari personel aparat keamanan saja melainkan juga diimbangi dengan dukungan penuh seluruh masyarakat di Indonesia.

Dengan adanya sinergitas antar seluruh pihak tersebut, maka pelaksanaan tugas pelayanan akan keamanan kepada semua masyarakat pun akan menjadi jauh lebih optimal dan diharapkan mampu meminimalisasi terjadinya perpecahan diantara warga setelah Pemilihan Umum 2024.

Memang sangat penting kepada semua pihak dalam menjaga ketertiban dan keamanan tersebut pada seluruh rangkaian Pemilu hingga semuanya benar-benar usai, terutama pada saat hasil hitung cepat atau quick count hingga real count nantinya. Pasalnya, bagaimana hasil Pemilihan Umum itu akan mampu menjadi acuan utama bagi seluruh pihak di Tanah Air.

Semua pihak juga harus bisa menghormayi apapun dan bagaimanapun hasil pleno sebagaimana hasil resmi yang mengikat dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), lantaran hasil tersebut akan mampu menentukan seperti apa nasib bangsa ini kelak. Jika situasi bisa terus dijaga akan keamanannya, maka juga berkorelasi akan semakin mempermudah berbagai program pemerintahan selanjutnya untuk semakin memajukan Indonesia.

Pasca pelaksanaan pencoblosan dalam rangkaian Pemilu 2024 seperti sekarang ini, diharapkan seluruh pihak termasuk masyarakat hingga aparat keamanan TNI dan Polri mampu menjalin sinergitas yang baik demi keberlangsungan wilayah yang tertib dan kondusif supaya mencegah terjadinya kemungkinan pecah belah bangsa.

*) Analis pada Lembaga Media Inti Nesia

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

June 20, 2026

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

June 20, 2026

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa Oleh: Margo Nov R Dalam demokrasi yang sehat,…

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi  Oleh: Ahmad Fauzi Demokrasi Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka. Dalam perjalanan bangsa, mahasiswa selalu menjadi salah satu elemen penting yang berperan sebagai pengawal demokrasi, penyambung suara masyarakat, sekaligus mitra kritis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan matang. Namun demikian, seiring meningkatnya dinamika politik dan sosial di ruang publik, kewaspadaan terhadap potensi penunggangan aksi demonstrasi oleh kelompok-kelompok berkepentingan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme, kajian akademik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat harus tetap dijaga independensinya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis maupun agenda tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, pernyataan BEM Bersatu yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis patut mendapatkan perhatian. Sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran di kalangan mahasiswa bahwa gerakan yang sehat harus tetap berpijak pada kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta orientasi yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Independensi gerakan mahasiswa merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap memperoleh kepercayaan publik sebagai kekuatan moral bangsa. Kewaspadaan terhadap potensi penunggangan bukan berarti membatasi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan bukan didorong oleh kepentingan pihak tertentu. Mahasiswa perlu terus memperkuat budaya intelektual melalui diskusi, riset, kajian akademik, serta penguasaan data yang komprehensif sehingga setiap tuntutan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat dan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan publik. Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas bagi berbagai masukan dan kritik yang konstruktif. Sikap terbuka tersebut mencerminkan bahwa pemerintah memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan nasional dan penguatan demokrasi. Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa jalur dialog tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menyampaikan aspirasi. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif. Budaya dialog yang semakin kuat akan memperkokoh kualitas demokrasi Indonesia sekaligus memperkecil ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan di luar substansi perjuangan mahasiswa. Sejumlah tokoh juga menilai bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa indikasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa akan terlihat seiring perkembangan situasi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.…

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum Oleh: Salsa Viona Konstitusi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.