• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Antusiasme Warga Ikuti Senam Pagi di Posko BIN

Antusiasme Warga Ikuti Senam Pagi di Posko BIN

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 5 December 2022

Antusiasme Warga Ikuti Senam Pagi di Posko BIN

Genap dua pekan sudah warga penyintas gempa bertahan di Posko Bantuan Kemanusiaan Badan Intelijen Negara (BIN), Cugenang, Cianjur. Untuk mengisi waktu luang, menjaga kesehatan, sekaligus mengurangi rasa trauma yang dialami warga di Posko BIN diadakan acara senam pagi, Minggu (4/3/2022).

Kegiatan ini hasil kerjasama BIN dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur untuk mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Senam yang tidak hanya diikuti para warga penyintas gempa ini juga diikuti seluruh personel yang berada di Posko BIN demi mencapai kesehatan yang paripurna.

“Adanya kegiatan ini kami berharap warga dapat mencapai kesehatan yang Paripurna, dalam artian segala bentuk asupan dari kesehatan gizi, kesehatan lingkungan, sarana air bersih, sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) yang memadai, juga harus didukung kesehatan pribadi masing-masing”, terang Perwakilan Dinkes Kabupaten Cianjur, Abrisyam Maliq (42).

Germas dilakukan dengan mengadakan aktivitas fisik, karena dengan bergerak dapat membangun tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat serta gembira. Terbukti antusiasme masyarakat juga sangat tinggi, dari 257 warga penyintas yang ada di Posko BIN semua ikut berjoged ria bersama musik dan instruktur yang datang dari Komunitas Jantung Sehat.

“Antusiasme senam pagi sangat tinggi, semua keluar dari tenda dan ikut senam pagi bersama. Kami juga memberikan Jargon untuk Posko BIN ini yaitu berkah, sehat, dan juga sejahtera,” pungkas Abrisam. Sementara, Ida Farida (44) yang menjadi instruktur mengaku turut berbahagia melihat para warga penyintas gempa juga terhibur sekaligus agar hidup sehat.

“Saya dihubungi oleh Dinkes untuk memberikan terapi trauma bagi para warga terdampak gempa, karena membantu warga tidak harus berupa materi. Dengan adanya kegiatan ini saya bisa menghibur warga dan mendorong mereka untuk hidup sehat,” ucap Ida.

Selain mengikuti senam, para warga juga dihebohkan dengan pembagian _doorprize_ yang membuat masyarakat semakin antusias. Warga Desa Cijedil, Cugenang, Devi Eliana Kusmiyati (36) menyatakan rasa terimakasihnya yang luar biasa kepada seluruh personel BIN atas pengabdian, fasilitas, bantuan, dan hiburan yang selama ini disediakan.

“Setelah gempa 2 minggu lalu, saya dan keluarga berlindung di Posko ini. Kami bersyukur karena mungkin hanya disini kami para pengungsi bisa dapat fasilitas yang sangat memadai, makanan bergizi yang mencukupi, berbagai pelayanan dan hiburan juga disediakan disini”, jelas wanita paruh baya ini.

“Dengan adanya kegiatan ini, saya merasa sangat bahagia karena dapat bergerak, badan juga lebih sehat. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan di Posko BIN ini” tutup Devi.

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

September 22, 2026

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Oleh Arga Septian Menjelang dua tahun…

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan)…

Gus Adnan Bongkar Kunci Santri Masa Depan di PPSN VI: Jadilah Ulama yang Intelek, Bukan Intelek yang Tahu Agama Saja!

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Santri tingkat Ulya Satuan Pendidikan Salafiyah Kajian Kitab Kuning Pondok Pesantren Tahfidz Alishlah DKI Jakarta…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.