• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Antisipsi Kebangkitan Kelompok Teroris Pasca Kemenangan Taliban

Antisipsi Kebangkitan Kelompok Teroris Pasca Kemenangan Taliban

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 21 September 2021

Oleh : Ridho Ramadhan

Masyarakat diminta untuk bersama-sama mengantisipasi kebangkitan teroris pasca momentum kemenangan Taliban di Afganistan. Hal itu disebabkan kemenangan Taliban dapat menginspirasi kelompok radikal untuk mewujudkan cita-citanya untuk mengganti ideologi dan membentuk pemerintahannya sendiri.
Terorisme dan radikalisme adalah 2 hal yang patut diantisipasi di Indonesia, karena sudah berulang-kali kelompok teroris melakukan tindakan, mulai dari ancaman hingga pengeboman. Mereka yang berpikir secara radikal tidak setuju atas azas Pancasila dan ingin mengubah dasar negara. Padahal sejak tahun 1945 UUD dan Pancasila tidak bisa diubah, bahkan oleh pejabat tinggi sekalipun.
Ketika di Indonesia viral berita tentang pemberontakan Taliban yang mereka lakukan di Afghanistan, maka reaksi masyarakat bermacam-macam. Ada yang menganggapnya biasa saja tetapi ada yang malah kagum. Hal inilah yang dikhawatirkan oleh wakil rakyat, karena bisa berpengaruh buruk di Indonesia.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta BNPT untuk mengantisipasi fenomena kebangkitan Taliban di Afghanistan. Ia tidak ingin di Indonesia ada kelompok kecil yang terinspirasi oleh tindakan mereka. Taliban bisa saja memberi efek pada kelompok oknum (radikal) di Indonesia, jadi BNPT harus mawas dan tidak boleh lengah.
Menanggapi imbauan Sahroni, maka Ketua BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan kesiapannya. Ia dan seluruh jajarannya sudah menyiapkan ‘vaksin’ untuk menanggulangi kemungkinan terburuk tersebut. Yang dimaksud dengan vaksin adalah penanaman nilai-nilai kebangsaan, sehingga masyarakat, khususnya kaum muda, tidak terlibat dalam terorisme.
Cara pertama yang dilakukan untuk menanggulangi radikalisme dan potensi kebangkitan teroris adalah dengan penanaman nasionalisme di sekolah. Sejak TK, anak-anak sudah diajari cara menghafal Pancasila, dan lebih baik lagi diajari pula untuk mempraktikannya. Caranya dengan penanaman taat beragama hingga pemberian contoh azas keadilan bagi seluruh murid. Jadi sejak kecil mereka sudah akrab dengan penanaman Pancasila.
Untuk mempertinggi rasa nasionalisme maka biasanya diadakan karnaval memakai baju adat daerah pada bulan agustus dan april. Ini bukanlah sebuah ajang pamer, melainkan cara untuk menanamkan cinta budaya dan bangsa sejak dini. Penyebabnya karena mayoritas peserta adalah anak-anak, jadi mereka akan memiliki rasa nasionalisme dan menolak paham radikal, kelak ketika dewasa.
BNPT juga bisa bekerja sama dengan Kemendikbud untuk lebih mengawasi sekolah swasta. Pasalnya, ada yang yayasannya ketahuan berafiliasi dengan kelompok radikal. Jika diteruskan maka akan berbahaya karena anak-anak yang masih polos akan teracuni pikirannya dan ingin berjihad sampai Afghanistan. Lantas menularkannya kembali di Indonesia.
Selain itu, BNPT juga bisa memblokir situs dan akun media sosial milik mereka. Dengan bekerja sama dengan Kominfo, agar ada ahli IT yang melakukan pemutusan link agar teroris tidak bisa mengakses internet sama sekali. Jadi mereka tidak bisa melakukan koordinasi dan perekrutan di dunia maya.
Cara-cara ini ditempuh agar masyarakat tidak terpengaruh oleh kebangkitan Taliban, sehingga mereka sadar bahwa pemberontakan adalah hal yang salah. Meski di Indonesia ada kelompok oposisi tetapi tidak sampai melakukan pemakzulan, apalagi perebutan kekuasaan dengan kasar.
Masyarakat juga paham bahwa terorisme dan radikalisme di Afghanistan amat berbahaya jika dilakukan di Indonesia. Oleh sebab itu mereka setuju akan penanaman rasa nasionalisme sejak kecil. Penyebabnya karena anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki rasa cinta yang besar ke Indonesia dan tidak mau diajak oleh kelompok radikal.
BNPT berusaha keras agar tidak ada lagi kasus terorisme dan radikalisme di Indonesia, dan jangan sampai tragedi di Afghanistan ditiru oleh para oknum di negeri ini. Pencegahan akan menyebarnya radikalisme terus dilakukan. Tujuannya agar negara tetap aman dan tidak dirongrong oleh teroris.

Penulis adalah warganet tinggal di Medan

Jelang HUT ke-81 RI, Hoaks Digital Harus Dilawan Demi Menjaga Persatuan

August 9, 2026

Pemerintah Imbau Semua Pihak Cepat Lawan Hoaks Jelang Hari Kemerdekaan

August 9, 2026

Jelang HUT ke-81 RI, Hoaks Digital Harus Dilawan Demi Menjaga Persatuan

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Jelang HUT ke-81 RI, Hoaks Digital Harus Dilawan Demi Menjaga Persatuan Oleh: Yandi Arya Adinegara…

Pemerintah Imbau Semua Pihak Cepat Lawan Hoaks Jelang Hari Kemerdekaan

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Pemerintah Imbau Semua Pihak Cepat Lawan Hoaks Jelang Hari Kemerdekaan JAKARTA — Pemerintah mengimbau seluruh…

Pemerintah Tegaskan Hoaks Digital Bisa Cemari Semangat HUT ke-81 RI

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Pemerintah Tegaskan Hoaks Digital Bisa Cemari Semangat HUT ke-81 RI *Jakarta* – Peredaran konten hoaks…

Di Usia RI ke-81, Pangan Menjadi Simbol Kedaulatan dan Kepercayaan Diri Nasional  

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Di Usia RI ke-81, Pangan Menjadi Simbol Kedaulatan dan Kepercayaan Diri Nasional *) Oleh : Gavin Asadit Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk menegaskan bahwa kedaulatan bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan pertahanan atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan memenuhi kebutuhan pangan rakyat secara mandiri. Berbagai kebijakan yang dijalankan menunjukkan komitmen kuat menjadikan sektor pangan sebagai fondasi ketahanan nasional sekaligus simbol kepercayaan diri Indonesia dalam menghadapi tantangan global. Presiden Prabowo Subianto mengatakan kedaulatan pangan sebagai salah satu agenda strategis yang menentukan masa depan Indonesia. Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai langkah nyata dalam memperkuat sektor pangan, termasuk pelibatan seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan swasembada pangan sebagai fondasi stabilitas nasional sekaligus memperkuat kepercayaan diri Indonesia dalam menghadapi dinamika global. Memasuki usia ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia, pembangunan sektor pangan tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi. Kebijakan yang dijalankan juga diarahkan untuk membangun sistem pangan nasional yang kuat dari hulu hingga hilir. Melalui penguatan produksi, modernisasi pertanian, pemanfaatan teknologi, serta hilirisasi komoditas, Indonesia berupaya menciptakan nilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional. Pendekatan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan pangan telah menjadi bagian dari strategi besar menuju Indonesia yang semakin mandiri. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.