• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»AMN Bina Mahasiswa Agar Miliki Kompetensi Global di Berbagai Bidang

AMN Bina Mahasiswa Agar Miliki Kompetensi Global di Berbagai Bidang

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 24 July 2024

AMN Bina Mahasiswa Agar Miliki Kompetensi Global di Berbagai Bidang

Oleh : Dumais Raskana

Di era globalisasi yang dinamis, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berpengetahuan, tetapi juga memiliki kompetensi global di berbagai bidang. Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) hadir sebagai wadah pembinaan bagi mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan global.

AMN merupakan sebuah program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pembinaan mahasiswa berprestasi dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya. Program ini tidak hanya fokus pada pengembangan akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter, kepemimpinan, dan soft skills yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia global.

Setelah berhasil membangun AMN di Surabaya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga berencana membangun AMN di beberapa daerah di Indonesia. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes., Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Olah Raga Universitas Negeri Surabaya mengatakan agar mahasiswa memanfaatkan program AMN untuk mengembangkan diri dan menguasai kompetensi yang dibutuhkan dalam mempengaruhi tantangan abad mutakhir ini dengan  memaksimalkan potensi sehingga bisa lulus tepat waktu dan sesuai harapan.

Mahasiswa turut aktif untuk dapat mengikuti program ini, Rektur Demianus Sesa, salah satu peserta AMN asal Sorong, Papua mengatakan bahwa sangat bersyukur dan senang dapat diterima untuk melanjutkan pendidikan tinggi di UNESA serta dapat mengikuti program AMN dan berharap menjadi awal yang baik untuk  berkembang dan menjadi orang yang sukses dan bermanfaat ke depan. Dengan dibangunnya gedung AMN ini, merupakan salah satu dukungan pemerintah dalam mendukung pendidikan berkualitas di Indonesia terutama dalam menghargai keberagaman suku dan budaya yang ada di Indonesia.

Program ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan global. AMN diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kompetensi global, yang siap untuk membangun bangsa dan negara yang maju dan sejahtera.

Dukungan dari berbagai Universitas, salah satunya Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mendukung program AMN. Perguruan Tinggi tersebut telah menyiapkan lahan yang berfungsi untuk terus meningkatkan keterampilan para mahasiswa di berbagai bidang, seperti peternakan, pertanian hingga perikanan. Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsrat Manado, Grevo Soleman Gerung mengatakan pihaknya memberi apresiasi sangat tinggi dan memberikan dukungan penuh atas pembangunan AMN.

Dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak jelas akan mendorong kesuksesan pembangunan AMN Manado. Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Utara (BPPW Sulut), Ir. Nurdiana Habibie mengatakan AMN telah menyiapkan wadah dan fasilitas lengkap untuk mengasah seluruh keterampilan pemuda, hal ini dapat dilihat dengan fasilitas pendukung yang ada pada AMN, seperti gedung pertemuan, ruang serbaguna, lapangan olahraga, taman, akses jalan dan area parkir yang ada di atas laham 20.000 meter persegi.

Sangat penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya memiliki pengetahuan dalam bidang akademik, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing secara global. Asrama Mahasiswa Nusantara tidak hanya sekadar tempat tinggal, melainkan sebuah pusat pengembangan diri yang menyediakan program-program untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Staf Khusus (Stafsus) Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Benny Susetyo, mengatakan bahwa dengan program AMN, para mahasiswa dapat belajar banyak hal seperti retorika, organisasi, dan membangun argumentasi serta opini publik guna memperkaya wawasan dan berdaya saing tinggi, sehingga mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas yang ada bukan sekedar hanya tempat hunian.

AMN membuka peluang bagi mahasiswa untuk menjalin networking dengan para pemangku kepentingan di berbagai sektor, sehingga meningkatkan potensi mereka untuk mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Asrama Mahasiswa Nusantara dirancang sebagai lingkungan yang mendukung pertumbuhan intelektual, sosial, dan emosional mahasiswa. Dalam asrama ini, mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Nusantara berkumpul untuk belajar, berbagi pengalaman, serta saling menginspirasi.

Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan yang memperkaya pengalaman belajar di luar kelas, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan wawasan yang lebih luas dan dapat beradaptasi dalam berbagai situasi. Di masa depan, Asrama Mahasiswa Nusantara diharapkan akan terus berkembang sebagai pusat keunggulan pendidikan yang tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk persaingan global, tetapi juga untuk menjadi pemimpin yang berperan aktif dalam membangun masa depan bangsa. Dengan terus meningkatkan kualitas program dan fasilitasnya, asrama ini dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam mendukung pendidikan holistik dan multikulturalisme di Indonesia.

Asrama Mahasiswa Nusantara menjadi sebuah inovasi dalam pendidikan tinggi Indonesia yang menawarkan lebih dari sekadar tempat tinggal. Ini adalah lingkungan yang mendukung pertumbuhan pribadi dan profesional mahasiswa, serta mempersiapkan mereka untuk tantangan global. Dengan fokus pada pengembangan karakter, soft skills, dan pemahaman lintas budaya, asrama ini memainkan peran penting dalam membentuk generasi mahasiswa yang siap menghadapi masa depan yang semakin kompleks dan terhubung secara global.

)* Mahasiwa Universitas Negeri Manado

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

September 17, 2026

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

September 17, 2026

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi  Oleh: Indah Prameswari Setiap September, ruang publik Indonesia kembali diwarnai refleksi mengenai berbagai peristiwa yang pernah menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Momentum ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sejarah, memperkuat kepedulian terhadap nilai kemanusiaan, serta melihat pentingnya menjaga kehidupan demokrasi secara sehat. Refleksi terhadap masa lalu akan lebih bermakna apabila diarahkan pada upaya membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, pembahasan mengenai September Hitam perlu ditempatkan dalam semangat dialog, penghormatan terhadap kebebasan berpendapat, dan tanggung jawab bersama agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi permusuhan di tengah masyarakat. Pengamat politik dari Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, mengingatkan agar wacana September Hitam yang berkembang di media sosial tetap ditempatkan sebagai ruang refleksi dan aktivisme digital yang positif. Menurut Ayip, momentum tersebut perlu dijaga agar tidak bergeser menjadi mobilisasi massa yang didorong emosi dan kebencian, karena kondisi demikian justru dapat menjauhkan masyarakat dari tujuan membangun diskusi yang sehat. Ayip menilai penyampaian aspirasi melalui demonstrasi tetap merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Namun, ia mendorong mahasiswa dan masyarakat sipil mengevaluasi bentuk gerakan agar tidak berhenti pada pengerahan massa, melainkan diarahkan pada pembahasan yang lebih substantif mengenai pemulihan korban, efektivitas kebijakan, serta langkah pencegahan, sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi. Ia menekankan, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengambil peran sebagai penggerak solusi dengan memanfaatkan riset dan kajian berbasis bukti. Aspirasi yang disusun melalui data dan rekomendasi kebijakan dinilai dapat memperkaya proses penyelesaian persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus menjaga agar momentum September Hitam tetap produktif dan tidak terjebak dalam mobilisasi emosi. Di sisi lain, kewaspadaan terhadap potensi provokasi menjadi penting karena stabilitas sosial merupakan prasyarat bagi berlangsungnya kehidupan demokratis. Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang membawa nama Black September atau September Hitam. Kepolisian, menurut Alfred, telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat akibat ajakan aksi yang beredar di media sosial.…

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi Oleh: Rania Zafirah September kembali menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengingat berbagai peristiwa kelam dalam perjalanan bangsa. Istilah September Hitam berkembang sebagai simbol untuk mengenang sejumlah kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang masih menjadi bagian dari ingatan publik. Momentum tersebut penting karena mengingat sejarah bukan sekadar menghadirkan kembali luka masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Di tengah perkembangan teknologi informasi, proses mengingat berbagai peristiwa masa lalu semakin mudah dilakukan melalui media sosial. Berbagai arsip, dokumentasi, kesaksian, maupun kajian mengenai kasus HAM dapat diakses oleh generasi yang tidak mengalami langsung peristiwa tersebut. Kondisi ini membuka peluang terbentuknya ingatan kolektif yang lebih luas, sekaligus menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi tanpa konteks, opini, maupun narasi yang belum terverifikasi. …

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis Jakarta – Isu…

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi Jakarta – Sejumlah pihak mengingatkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.