• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Regional»Akibat Kabut Asap Mulai Selimuti Pariaman, Penjual Masker Miningkat Laku Keras

Akibat Kabut Asap Mulai Selimuti Pariaman, Penjual Masker Miningkat Laku Keras

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 17 September 2019

Terjadinya bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau mendatangkan berkah tersendiri bagi penjual masker.

Untuk menghindari terjangkit penyakit ISPA masyarakat beramai-ramai menggunakan masker sebagai antisipasi supaya tidak terhirup polusi kabut asap tersebut secara langsung yang bisa membuat efek negatif bagi kesehatan dan juga pada saluran pernafasan.

Dampak kabut asap ini juga berimbas kepada bisnis penjualan masker yang laris manis di apotik-apotik, dan menjadi satu kebutuhan wajib saat ini agar tidak menghirup udara yang mempunyai kualitas yang buruk dan berbahaya untuk kesehatan.

Ayu seorang karyawan Apotik di Desa Kampung Baru, Kota Pariaman, Sumbar, Senin (16/9) mengatakan satu minggu terakhir ini banyak orang yang datang untuk membeli masker dalam kapasitas besar dan melebihi penjualan dari hari biasanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Yola yang juga seorang karyawan di salah satu apotik yang berlokasi di sebelah Stasiun Kereta Api Pasar Pariaman, dalam seminggu ini penjualan masker mereka bisa satu kardus dalam sehari, dan satu kardus itu isinya 40 kotak dan dalam satu kotak isinya ada 50 helai masker, dengan harga perkotaknya 35 ribu hingga Rp40 ribu melihat dari jenis masker yang dijual.

“Pembeli yang datang tidak hanya dari masyarakat saja tetapi juga ada dari dinas atau instansi yang ada di Kota Pariaman ini, selain itu juga ada komunitas-komunitas yang datang membeli untuk mereka bagikan secara gratis kepada masyarakat khususnya pengendara sepeda motor,” jelas Yola sembari menunjukan jenis masker yang dijualnya.

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.