• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Ajak Tangkal Propaganda Asing Demi Wujudkan Papua Damai, Warganet Bersatu Produksi Konten Positif

Ajak Tangkal Propaganda Asing Demi Wujudkan Papua Damai, Warganet Bersatu Produksi Konten Positif

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 26 September 2019

Diskusi publik bersama berbagai kalangan dan insan warganet yang mengupas dan menolak campur tangan dan propaganda asing dalam berbagai konflik di Papua serta bahaya hoaks bagi keutuhan Bangsa sukses digelar.. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Pegiat Media Sosial Independen dan Generasi Literasi Terbit berlangsung di Hotel Mega Menteng Jakarta Pusat, Kamis (26/9) siang.

Menghadirkan narasumber Edo Kondologit (Seniman Asli Papua),, Riki Irawan (Ketua GESIT Jakarta), Eko Kuntadhi (Influencer Sosial media), dan Hafyz Marshal (Koornas FPMSI). Diskusi Publik dengan tema “Peran Warganet Tangkal Propaganda Asing Demi Wujudkan Papua Damai”  menyimpulkan peran Warganet sangat vital dalam menangkal isu propaganda asing yang kerapkali beredar dengan  konten hoaks. Oleh karenanya diperlukan komitmen dan upaya terus menerus dari Warganet agar melawan hoaks dan berbagai propaganda asing yang ingin merusak integrasi NKRI melalui berbagai isu referendum dan isu-isu separatis lainnya.

Koornas FPMSI, Hafyz Marshal dalam paparannya menegaskan bahwa Papua adalah bagian integral yang tak terpisahkan dari NKRI yang harus dijaga jangan sampai lepas. Kerusuhan yang terjadi di Papua dinilai ada campur tangan Asing yang sengaja melakukan propaganda agar situasi Papua memanas dan tak kondusif. Pasalnya, pihak asing memiliki kepentingan terselubung, yaitu ingin menguasai sumber daya alam [SDA] yang cukup besar. Salah satunya tambang yang terkandung di bumi Cendrawasih,”ucap Hafyz.

Sementara Seniman Asli Papua Edo Kondologit mengimbau kepada pemerintah agar mengambil langkah tegas terhadap pihak yang mencoba merusak persatuan dan kedamaian di Papua.

“Jika memang perlu pemerintah dapat bertindak tegas terhadap siapa saja yang menggunakan simbol-simbol yang dapat menyebabkan perpecahan dan mengancam kedaulatan NKRI. Dan para seniman dan warganet diharapkan siap dan ikut mewujudkan Papua yang damai dalam pangkuan NKRI. Papua tanah yang kaya, saya berasal dari Sorong, disana kami hidup rukun
dengan saudara-saudara dari Bugis, Jawa, Sunda karena kami bersaudara.Kepentingan asing sangat banyak di Papua sehingga mereka memproduksi propaganda untuk menjamin kepentingannya” tegas Edo.

Senada dengan Edo, Influencer sosial media Eko Kuntadhi juga mengimbau para warganet baik itu vloger,  youtuber,  Blogger dan Konten Kreator agar senantiasa memposting konten positif.

“Mengimbau kepada seluruh elemen warganet agar menjaga persatuan dan keutuhan NKRI dengam postingan konten yang positif dan tidak menebarkan berita- berita hoaks yang memecah belah persatuan. Sebaiknya berbagai postingan di sosial media harus menumbuhkan optimisme bangsa bukan sekedar menyajikan sesuatu yang dampaknya justru menghancurkan persatuan, kita harus munculkan nasionalisme di sosial media dengan melawan propaganda asing” kata Eko.

Sedangkan, Riki Irawan ketua Gerakan Literasi Terbit Jakarta, berujar bahwa propaganda di Papua masih akan terus berlanjut karna campur tangan asing akan terus mencari celah.

“Perang propaganda terkait berbagai isu di Papua diperkirakan akan masih terus berlanjut, karena simpatisan kelompok Papua Merdeka yang berafiliasi dengan kelompok yang ada di luar negeri terus berupaya memanfaatkan dan menggoda agar isu Papua dapat terinternasionalisasi serta berharap Papua dapat lepas dari NKRI karena berbahai kepentingan khususnya sumber daya alam. Disisi lain kondisi sekarang arus media terlalu terbuka, sehingga banyak penganggu bagi kita mewujudkan Papua yang damai, maka penting adanya literasi digital karena sekarang informasi tentang politik sangat laku
”ujar Riki.

Selain acara diskusi Publik, warganet juga melakukan pernyataan deklarasi kesiapan menjaga kondusivitas dan memproduksi konten positif diantaranya:

DENGAN SEMANGAT PERSATUAN
KAMI PEGIAT MEDIA SOSIAL DAN WARGANET MENYATAKAN :

PERTAMA, Siap menjaga Persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila Dan Undang – Undang Dasar 1945 serta merawat Kebhinekaan Bangsa Indonesia untuk Persatuan dan Kemajuan Bangsa.

KEDUA, Siap menjaga perdamaian di seluruh wilayah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat agar hidup berdampingan rukun dan damai dengan penuh kasih sayang yang menumbuhkan optimisme untuk persatuan dan kemajuan Papua.

KETIGA, Siap bergotong royong melawan berita Hoax dan ujaran kebencian atas dasar SARA maupun informasi provokatif serta menolak isu-isu propaganda Asing maupun kelompok separatis di media sosial dengan memproduksi konten-konten Positip yang menumbuhkan optimisme untuk persatuan dan perdamaian Bangsa.

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.