• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 6 November 2026

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan peluang penguatan di tengah tekanan pasar global dan ketidakpastian arah kebijakan moneter.

 

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa rupiah masih menghadapi tekanan, tetapi sejumlah faktor domestik memberikan ruang bagi pemulihan.

 

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai tekanan terhadap rupiah berkaitan dengan aksi jual bersih saham oleh investor asing serta kekhawatiran mengenai kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia.

 

Meski demikian, inflasi dan kinerja perdagangan domestik yang lebih baik dari perkiraan dinilai dapat menahan tekanan tersebut.

 

Fundamental ekonomi Indonesia juga memperlihatkan sejumlah indikator positif. Neraca perdagangan pada September 2026 mencatat surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS, dengan ekspor mencapai 27,59 miliar dolar AS dan impor sebesar 24,23 miliar dolar AS. Sementara itu, inflasi Oktober tercatat 0,22 persen secara bulanan dan 3,23 persen secara tahunan.

 

Aktivitas manufaktur turut memberikan sentimen positif. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur S&P Global Indonesia meningkat menjadi 54,0 pada Oktober 2026 dari 52,4 pada September. Angka di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.

 

Namun, tekanan eksternal tetap perlu diperhatikan. Analis mata uang Ibrahim Assuabi menyebut ketidakpastian hubungan Iran dan AS serta risiko gangguan pelayaran di Selat Hormuz menjadi perhatian pasar energi global.

 

“Jalur perairan tersebut tetap menjadi perhatian utama bagi pasar energi. Serangan terhadap kapal tanker dan pembatasan ekspor minyak Iran telah meningkatkan biaya pengiriman serta asuransi,” ujar Ibrahim Assuabi, analis mata uang.

 

Selain geopolitik, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat juga memengaruhi pergerakan dolar. Sikap sejumlah pejabat Federal Reserve yang cenderung mempertahankan suku bunga tinggi membuat investor tetap mencermati perkembangan inflasi dan ketenagakerjaan AS.

 

Dari dalam negeri, Tim Ekonom BCA menilai pelemahan rupiah, arus modal asing yang keluar, serta risiko inflasi impor dapat mendorong Bank Indonesia mengambil kebijakan moneter lebih ketat.

 

“Oleh karena itu, kami mempertahankan pandangan bahwa Bank Indonesia mungkin akan menyampaikan kenaikan suku bunga acuan _(policy rate hike)_ lagi untuk menjaga stabilitas eksternal dan menenangkan pasar domestik,” menurut Tim Ekonom BCA dilansir dari CNBC Indonesia.

 

Tim Ekonom Permata Bank juga memperkirakan BI berpotensi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada November 2026 sehingga BI-Rate mencapai 6,00 persen.

 

Dengan demikian, peluang penguatan rupiah masih terbuka, terutama apabila fundamental ekonomi domestik tetap terjaga dan tekanan eksternal mulai mereda.

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

November 6, 2026

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

November 6, 2026

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…

Optimisme terhadap Rupiah Ditopang Fundamental Ekonomi yang Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Optimisme terhadap Rupiah Ditopang Fundamental Ekonomi yang Kuat Oleh : Rivka Mayangsari Kondisi perekonomian Indonesia…

Stabilitas Rupiah Terus Dijaga di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Stabilitas Rupiah Terus Dijaga di Tengah Ketidakpastian Global Oleh : Gavin Asadit Stabilitas nilai tukar…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.