• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, BAKOM RI Sebut Investasi Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, BAKOM RI Sebut Investasi Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 25 September 2026

Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, BAKOM RI Sebut Investasi Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai mulai bergeser. Investasi semakin mengambil peran sebagai motor pertumbuhan, melengkapi konsumsi masyarakat yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM) RI, Fithra Faisal, Ph.D., mengatakan perkembangan tersebut terjadi di tengah dinamika ekonomi global. Sejumlah indikator makroekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan dibandingkan rata-rata dalam satu dekade terakhir.

“Dari tiga variabel makro, di tengah gejolak ekonomi global, ini sudah di atas rata-rata 10 tahun terakhir,” kata Fithra di salah stasiun televisi nasional, Kamis (24/9).

Menurutnya, perubahan struktur pertumbuhan semakin terlihat dari meningkatnya kontribusi investasi. Tren positif tersebut tercatat sejak kuartal IV 2025 hingga kuartal I dan II 2026.Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, BAKOM RI Sebut Investasi Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

 

Jakarta – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai mulai bergeser. Investasi semakin mengambil peran sebagai motor pertumbuhan, melengkapi konsumsi masyarakat yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional.

 

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM) RI, Fithra Faisal, Ph.D., mengatakan perkembangan tersebut terjadi di tengah dinamika ekonomi global. Sejumlah indikator makroekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan dibandingkan rata-rata dalam satu dekade terakhir.

 

“Dari tiga variabel makro, di tengah gejolak ekonomi global, ini sudah di atas rata-rata 10 tahun terakhir,” kata Fithra di salah stasiun televisi nasional, Kamis (24/9).

 

Menurutnya, perubahan struktur pertumbuhan semakin terlihat dari meningkatnya kontribusi investasi. Tren positif tersebut tercatat sejak kuartal IV 2025 hingga kuartal I dan II 2026.

 

“Kita sudah ada perubahan struktur yang tadinya fokus ke konsumsi sekarang bergerak ke investasi. Dari kuartal IV tahun 2025 hingga kuartal I dan II 2026 tumbuh positif,” ujarnya.

 

 

 

 

Fithra mengatakan peluang investasi ke depan juga semakin terbuka melalui kerja sama dengan sejumlah negara, seperti Jepang, Jerman, Prancis, Rusia, dan China. Masuknya investasi strategis tersebut dinilai dapat mendorong pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah.

 

 

 

 

“Melihat potensi investasi yang besar menunjukkan bahwa roadmap pembangunan bangsa ke depan berbasis nilai tambah,” katanya.

 

 

 

 

Meski demikian, ia mengingatkan peningkatan investasi perlu diikuti pemerataan manfaat ekonomi. Masih terdapat wilayah dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran yang stagnan sehingga pertumbuhan perlu diarahkan agar semakin inklusif.

 

 

 

 

“Roadmap pembangunan bangsa bukan hanya investasi, tetapi juga mendatangkan ekonomi yang inklusif,” tegasnya.

 

 

 

 

Pakar Ekonomi Universitas Indonesia, Prof. Telisa Falianty, menilai stabilitas makro menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi yang terjaga di atas lima persen, inflasi sekitar tiga persen, serta tingkat pengangguran terbuka 4,65 persen sebagai indikator yang relatif stabil.

 

 

 

 

“Secara makro kita bisa menjaga stabilitas ekonomi minimal di 5%. Kita cukup apresiasi pemerintah bisa menjaga itu bahkan lebih dari 5%,” kata Telisa.

 

 

 

 

Telisa menilai tantangan berikutnya berada pada tingkat mikro, terutama memastikan investasi menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan menghasilkan multiplier effect bagi masyarakat.

 

 

 

 

“Program dan policy di level makro sudah banyak, pemerintah perlu lebih banyak melihat di lapangannya,” ujarnya.

 

 

 

 

Dengan momentum investasi yang semakin kuat, peluang kerja sama global, serta penguatan industrialisasi dan UMKM, transformasi ekonomi diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja sekaligus memperluas manfaat pertumbuhan bagi masyarakat.

“Kita sudah ada perubahan struktur yang tadinya fokus ke konsumsi sekarang bergerak ke investasi. Dari kuartal IV tahun 2025 hingga kuartal I dan II 2026 tumbuh positif,” ujarnya.

 

Fithra mengatakan peluang investasi ke depan juga semakin terbuka melalui kerja sama dengan sejumlah negara, seperti Jepang, Jerman, Prancis, Rusia, dan China. Masuknya investasi strategis tersebut dinilai dapat mendorong pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah.

 

“Melihat potensi investasi yang besar menunjukkan bahwa roadmap pembangunan bangsa ke depan berbasis nilai tambah,” katanya.

 

Meski demikian, ia mengingatkan peningkatan investasi perlu diikuti pemerataan manfaat ekonomi. Masih terdapat wilayah dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran yang stagnan sehingga pertumbuhan perlu diarahkan agar semakin inklusif.

 

“Roadmap pembangunan bangsa bukan hanya investasi, tetapi juga mendatangkan ekonomi yang inklusif,” tegasnya.

 

Pakar Ekonomi Universitas Indonesia, Prof. Telisa Falianty, menilai stabilitas makro menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi yang terjaga di atas lima persen, inflasi sekitar tiga persen, serta tingkat pengangguran terbuka 4,65 persen sebagai indikator yang relatif stabil.

 

“Secara makro kita bisa menjaga stabilitas ekonomi minimal di 5%. Kita cukup apresiasi pemerintah bisa menjaga itu bahkan lebih dari 5%,” kata Telisa.

 

Telisa menilai tantangan berikutnya berada pada tingkat mikro, terutama memastikan investasi menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan menghasilkan multiplier effect bagi masyarakat.

 

“Program dan policy di level makro sudah banyak, pemerintah perlu lebih banyak melihat di lapangannya,” ujarnya.

 

Dengan momentum investasi yang semakin kuat, peluang kerja sama global, serta penguatan industrialisasi dan UMKM, transformasi ekonomi diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja sekaligus memperluas manfaat pertumbuhan bagi masyarakat.

Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa

September 26, 2026

Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa

September 26, 2026

Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa

By Kata IndonesiaSeptember 26, 20260

Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa Oleh: Salih Naga…

Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa

By Kata IndonesiaSeptember 26, 20260

Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa Oleh : Achmad Baskoro Penyaluran…

Dari Pesantren Alumni Gontor untuk Ibu Kota: UDN Luluskan 213 Wisudawan, Rawat Jejak Pendidikan Pesantren di Kota Metropolitan

By Kata IndonesiaSeptember 26, 20260

Universitas Darunnajah (UDN) resmi melepas 213 wisudawan program sarjana dalam Sidang Terbuka Wisuda yang berlangsung…

Bansos Digital Menjadi Jalan Memastikan Bantuan Tidak Salah Alamat

By Kata IndonesiaSeptember 26, 20260

Bansos Digital Menjadi Jalan Memastikan Bantuan Tidak Salah Alamat Oleh : Jonathan Janoel Bantuan sosial…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.