• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»PENGURUS PUSAT PERHIMPUNAN AHLI TEKNIK INDONESIA (PATI) RESMI DILANTIK, PRAMONO ANUNG JADI PENASEHAT

PENGURUS PUSAT PERHIMPUNAN AHLI TEKNIK INDONESIA (PATI) RESMI DILANTIK, PRAMONO ANUNG JADI PENASEHAT

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 13 September 2026

Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia (PATI) menggelar pelantikan dan pengukuhan pengurus pusat periode 2026-2031 di Golden Boutique Hotel, Jakarta Pusat (12/9/2026.

Dalam susunan pengurus yang dilantik, Ir. Timbul Sinaga M.Hum resmi mengemban amanah sebagai Ketua Umum, sementara Dr.Ir. Richard Napitupulu sebagai Sekeratis Jenderal dan Ir. Effendi Sianipar sebagai Bendahara Umum dan Gubernur DKI Jakarta Dr.Ir.Pramono Anung Wibowo, MM sebagai Penasehat.

PATI adalah sebagai waôah berhimpunnya para Ahli Teknik untuk kemajuan Bangsa dan Negara.

Dalam sambutannya, Timbul Sinaga mengatakan pelantikan pengurus pusat PATI sebagai momentum para ahli teknik bagaimana bangsa Indonesia bisa menguasai Teknologi di berbagai bidang untuk kemajuan bangsa. Suatu Bangsa dan Negara akan maju jika Bangsa tersebut dapat menguasai Teknologi dan lndustri.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur di berbagai bidang menuntut standar profesionalisme yang semakin tinggi sehingga perlu penguasaan teknologi. Selama ini Indonesia lebih banyak mengimpor teknologi dari negara lain.

Badan Usaha Berkurang

Sementara Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Insannul Kamil mengatakan ada keanehan dalam industri jasa konstruksi di Indonesia. Pasar industri jasa konstruksi meningkat dengan nilai Rp 100 triliun lebih namun jumlah badan usaha turun drastis.

“Pada tahun 2014 jumlah badan usaha jasa konstruksi mencapai 140.000, saat ini jumlah badan usaha jasa konstruksi 98.778, hilang 50 ribu” ujarnya dihapan para pengurus PATI.

Berkurangnya badan usaha jasa konstruksi ini ada keanehan karena justru anggaran industri jasa konstruksi meningkat

“Kalau normalnya pagu anggaran jasa konstruksi meningkat, badan usaha jasa konstruksi justru turun jauh” ujar Insanul yang menyebut mentornya di bidang jasa konstruksi adalah pengurus PATI Effendi Sianipar, anggota DPR RI dua periode.

Dia menambahkan, 87 persen badan usaha jasa konstruksi adalah kategori kecil, 5 persen menengah, 2 persen besar dan 6 persen spesial.

Menurut dia, idealnya badan usaha yang menengah itu 30 persen, yang kecil itu naik ke kelas menengah. Yang kecil itu susah naik ke menengah karena proyek digabung-gabung untuk badan usaha yang besar.

Dia juga mengungkap adanya masalah besar dalan industri jasa konstruksi, karena undang undang mewajibkan pekerja konstruksi bersertifikat dan bila tidak mematuhi terancam pidana.

“Sesuai data BPS jumlah tenaga kerja jasa konstruksi 8,7 juta dan yang betsertikat baru 650.277” pungkasnya

Adapun Susunan Pengurus Pusat PATI

Periode 2026-2031

Dewan Penasehat

Dr.Ir. Pramono Anung Wibowo,MM.

Dr.Ing. Ilham Akbar Habibie,Dipl.Ing,M.B.A.

Ir. Airlangga Hartarto MBA,MMT.

Ir. Roberto MangaradjaTampubolon

Prof.Dr.Ir. Bungaran Saragih,MSc

Ir.S.M. Tampubolon

Ir. Junius Hutabarat

DR.Ir. NurdinTampubolon

Ir. Paulus A.C.Tangkere,MM.

Ir. Mindo Sianipar

Dewan Ahli Teknik Indonesia

DR.lr. Audie L.E.Rumayar,M.Eng.,IPU,ASEANEng.

DR.Ir. Andy Someng

Ir. Rajilu

Ir. DjokoWiyono

Dr.Ir. Ismed Iskandar, MSIE

Ir. Endro Utomo Notodisuryo

Ir. Rosoeli Moeloek

Ir. BarisanTinambunan M.App.Se

DR.Ir. Rudy Siahaan,M.Eng

Prof.Dr.lr. Charlog Rosa Nababan,M.P

Pengurus Pusat

Ketua Umum: Ir.Timbul Sinaga M.Hum.

Ketua I .Ir. JuanitaTampubolon

Ketua II. Prof.Dr.Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng.

Ketika III Dr. Ir. Suprapedi

Sekretaris Jenderal: DR.Ir Richard Napitupulu

Wakil Sekretaris Jenderal: Ir. Sahat Manihuruk

Faisal Narpati S.T., M.T.

Bendahara Umum: Ir.Efendi Sianipar MSi

Lembaga Pengembangan Kompetensi Ahli Teknik: Ir. PaulusA.CTangkere,MM (lm)

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

November 6, 2026

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

November 6, 2026

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…

Optimisme terhadap Rupiah Ditopang Fundamental Ekonomi yang Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Optimisme terhadap Rupiah Ditopang Fundamental Ekonomi yang Kuat Oleh : Rivka Mayangsari Kondisi perekonomian Indonesia…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.